• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, May 7, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

KKN di Tengah Pandemi: Mahasiswa Bisa Apa?

by Redaksi Berita Flores
14 August 2020
in HEADLINE, OPINI
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Libertus Renaldi

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwasannya pada tahun 2020 ini merupakan tahun yang sangat menyulitkan. Tahun di mana semuanya “berubah drastis” karena disebabkan pandemi coronavirus (Covid-19). Tentu, hingga saat ini, Covid-19 masih menjadi momok yang menakutkan bagi semua kalangan. Oleh karenanya, ada banyak hal harus diubah seperti; sering mencuci tangan, dilarang berjabat tangan, harus mengenakan masker saat keluar rumah hingga semuanya dilakukan melalui daring/online. Perubahan-perubahan ini harapannya bisa dijadikan senjata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Di tengah pandemi Covid-19, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta pada tahun ini tetap menerjunkan mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah, Kerja, Nyata (KKN) bukan secara daring/online dengan tema “KKN Reguler Periode 53 Peduli Pandemi Covid-19”. Dalam KKN ini, setidaknya ada dua skema yang ditawarkan yakni skema KKN di kampung halaman dan skema KKN kerjasama penanggulangan Covid-19 dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Secara garis besar, KKN di kampung halaman untuk mahasiswa yang telah kembali ke daerah asal dan diarahkan untuk melaksanakan KKN di kampung masing-masing. Sedangkan KKN kerjasama penanggulangan Covid-19 dengan Pemerintah Kota Yogyakarta diarahkan pada penanggulangan wabah Covid-19 maupun dampak sosial-ekonomi pandemi, bagi mahasiswa yang masih tetap berada di Kota Yogyakarta.

Tentu, KKN tahun ini berbeda dengan KKN tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya KKN dilaksanakan selama 50 hari dan mahasiswa peserta KKN pun tinggal bersama masyarakat. Sementara pada tahun ini, KKN hanya dilaksanakan selama 30 hari (satu bulan) dan mahasiswa peserta KKN tidak tinggal bersama masyarakat (setelah selesai menjalankan program langsung pulang ke tempat tinggal masing-masing). Namun begitu, substansinya tetap sama yakni pengabdian pada masyarakat.

Saya sendiri merupakan peserta KKN yang melaksanakan skema kedua yakni KKN Kerjasama Penanggulangan Covid-19 dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Saya bersama keempat orang teman saya yaitu; Agnos Yohanes W. Seran (Manggarai), Lidia Apriani (Kalimantan Barat), Heti Listiana Sari (Kalimantan Timur) dan Aprianto Rinaldo Tara (Sumba) yang tergabung di dalam kelompok 12 berlokasi di Kampung Danukusuman, Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta.

Karena tergabung dalam kelompok, hal pertama yang kami lakukan adalah membangun kekompakan, menumbuhkan chemistry diantara kami supaya bisa timbul kerjasama dan sama-sama bekerja nantinya, seperti pesan Ibu Herawati, yang merupakan dosen pembimbing lapangan kami. Cara yang kami lakukan untuk mewujudkan harapan tersebut adalah dengan video call via WhatsApp hingga membentuk grub di WhatsApp. Hal-hal demikian kami lakukan supaya kami bisa dengan mudah berkomunikasi untuk mempersiapkan “senjata” ketika berada di masyarakat.

Setelah itu, yang kami lakukan untuk menyukseskan kegiatan KKN yaitu dengan melakukan observasi terlebih dahulu untuk memetakan masalah yang terjadi di Kampung Danukusuman, lokasi KKN kami, sembari melakukan pendekatan dengan berbagai pihak seperti Ketua RW, RT, Pemuda juga masyarakat biasa. Alhasil, kami menemukan beberapa persoalan yang terjadi, diantaranya; perlunya edukasi mengenai protokol kesehatan, kurang bersihnya sarana/prasarana umum, serta belum adanya kejelasan yang pasti mengenai aktivitas pemuda, baik sebelum maupun saat pandemi Covid-19.

Dari beberapa persoalan yang ada, akhirnya kami merancang beberapa program kegiatan yang kami upayakan bisa membantu walaupun hanya sedikit. Tentu, dalam hal ini yang mengambil peranan bukan hanya kami sebagai peserta KKN melainkan juga masyarakat serta pengurus Kampung Danukusuman yang ada di dalamnya. Adapun kegiatan yang kami buat yaitu; pertama, melaksanakan penyemprotan disinfektan bersama Ketua RW serta Pemuda, guna untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Kedua, melakukan kampanye kesehatan lingkungan, dengan cara membuat tong sampah dari bambu, mensosialisasikan pentingnya membuang sampah pada tempatnya kepada anak-anak dan menyebar brosur yang berisikan pentingnya menjaga pola hidup sehat serta menyediakan tempat cuci tangan di Posko satgas Covid-19.

Ketiga, menginisiasi pembentukan organisasi Pemuda Karang Taruna RW. Meskipun kami tidak sampai pada titik membentuk organisasi Pemuda Karang Taruna RW secara formal, namun kami berusaha untuk merangsang pemuda supaya mau berorganisasi. Adapun rangkaian kegiatannya yaitu pelatihan publik speaking, pelatihan perancangan program dan pembuatan proposal.

Apabila dilihat, kegiatan-kegiatan yang kami lakukan di atas memang terlihat sederhana. Tetapi paling tidak, itulah yang bisa kami buat dan bisa terlaksana dalam waktu kurang lebih selama satu bulan, sebab sejatinya visi tanpa aksi adalah halusinasi.

Penulis merupakan Mahasiswa STPMD “APMD” Yogyakarta dan Anggota Kelompok Studi Tentang Desa, sedang belajar di Yogyakarta

Tags: KKN DI TENGAH PANDEMI

BacaJuga

Fabi Abu Lantik 19 Kepala SMP di Manggarai, Berikut Daftar Namanya!

2 May 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

23 April 2026

Telan Dana Capai Rp 1 Miliar, Arlan Nala Desak Pemda Manggarai Segera Tuntaskan Polemik Air Minum Bersih di  Para Lando

22 April 2026

ARTIKEL TERKINI

Dari Timur NTT hingga Flores, BGN Pastikan Data Penerima MBG Tepat Sasaran

5 May 2026

Gunakan Mesin Digital, Kanis Nasak Optimis Tingkatkan PAD Sesuai Target

5 May 2026

Ranperda 2026: Fraksi Demokrat Dorong Pemerintah Permudah Izin Investasi, Termasuk Industri Porang di Manggarai

4 May 2026

Fabi Abu Lantik 19 Kepala SMP di Manggarai, Berikut Daftar Namanya!

2 May 2026

BANYAK DIBACA

Fabi Abu Lantik 19 Kepala SMP di Manggarai, Berikut Daftar Namanya!

Respon Penolakan Warga, Manajemen Perusahaan Porang di Reo Komit Operasional Tetap Berlanjut

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

Anggota DPRD Arlan Nala Tawarkan Investor Bangun Pabrik Porang di Wilayah Cibal Barat

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores