Ilustrasi Pemasangan Meteran Listrik - Foto: Google.net

Borong, Beritaflores.com – Perilaku vendor pengadaan meteran listrik negara yang melibatkan PT. MOLENARA kini disebut-sebut meresahkan sejumlah warga Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Pasalnya, pihak vendor PT tersebut ingkar janji meski telah menerima sejumlah uang muka sebagai jaminan pembayaran meteran listrik yang dijanjikan kepada warga.

Hal ini memicu reaksi warga desa dan menilai pihak vendor tidak bertanggung jawab atas kesepakatan yang sebelumnya sudah dibangun.

“Kami sudah memberikan uang muka setengah dari harga meteran listrik kepada vendor PT MOLENARA namun hingga saat ini meteran belum juga dipasang di rumah warga” kata salah satu warga desa yang mengaku telah nenyetorkan sejumlah uang muka ke vendor PT MOLENARA, pada Senin 1 April 2024 siang.

Dirinya menjelaskan, beberapa bulan sebelumnya warga desa dan pihak vendor membangun kesepakatan untuk memasang meteran listrik dengan syarat menyetorkan uang muka.

Uang muka dimaskud, sebutnya sebagai jaminan dipasangkannya meteran dengan besaran uang senilai setengah dari total harga meteran.

Namun, hingga kini pihak vendor pun tak kunjung memasangkan meteran mereka sebagaimana perjanjian awal yang telah dibangun.

“Harga meteran setiap kepala keluarga Rp.2.713.000, yang sudah diberikan kepada Vendor PT MOLENARA Rp. 1.500.000”, ujarnya.

Warga kemudian meminta agar pihak vendor segera mengembalikan uang muka yang telah mereka setorkan, jika saja pemasangan meteran itu dibatalkan.

Dengan begitu, lanjut dia, warga desa bisa segera mencari vendor baru yang lebih bertanggung jawab.

“Kalau Pihak Vendor PT MOLENARA tidak memasang meteran listrik di rumah kami, segera kembali uang kami supaya kami cari vendor lain untuk memasang meteran listrik di rumah kami”, kesalnya.

Karenanya, warga desa berharap agar persoalan ini segera direspon pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Flores cabang Ruteng untuk meminta pertanggungjawaban pihak vendor PT MOLENARA.

Bila perlu, kata mereka, pihak PLN Wilayah Flores cabang Ruteng memblacklist PT MOLENARA selaku vendor PLN.

Merespon amukan warga desa itu, Pimpinan Vendor PT MOLENARA, Paulus Jemarus, akhirya berhasil dikonfirmasi dalam percakapan singkat via pesan WhatsApp.

“Malam ase ….trimakaish nanti dengan tim lapanganya…sy tanya mereka tadi bsok mereka mulai proses…” kata Paul, Senin 1 April 2024, melansir Manggarainews, Selasa.

“anak lapangan mereka lagi tiwukondo. disana bsok katanya mulai proses rana gapang.aman dan aman.”, pinta Paul. (*)

Penulis: Andy Paju

Previous articleAkronim ‘VIRAL’ Jadi Icon Duet Viktor Slamet-Fransiskus Ramli Maju di Pilkada Manggarai 
Next articleBuntut Janji Meteran Listrik di Elar, Belasius Bakal Tuntut Vendor PT. MOLENARA Lewat Upaya Hukum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here