Pelaksanaan Misa Minggu Palma di Gereja Nimbong - Foto: Beritaflores/Andy Paju

Ruteng, Beritaflores.com – “Mereka bersuka cita sambil melambaikan daun palma, membentangkan kain di sepanjang jalan dimana Yesus lewat, kemudian mereka berseru “Hosana Putra Daud.

“Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Diberkatilah kerjaan yang datang. Kerajaan Bapak kita Daud. Hosana di tempat Maha Tinggi”.

Demikianlah seruan Romo Karolus Mbombo, menyampaikan bacaan Injil di tegah-tengah ratusan umat Katolik Paroki St. Antonius Padua Ri’i, Beamese, dalam Misa perayaan Minggu Palma di Gereja Stasi Nimbong, Desa Barang, Kecamatan Cibal, pada Minggu 24 Maret 2024 pagi.

Prosesi Pemberkatan Daun Palma oleh Romo Karolus Mbombo – Foto: Beritaflores/Andy Paju

Dalam bacaannya, Romo Karolus, mengingatkan umat akan makna mengapa perayaan Minggu Palma penting dilaksanakan umat kristiani.

“Kita merayakan Minggu Palma ini, untuk mengenangkan kembali peristiwa dimana Yesus datang ke Yerusalem dan disambut masyarakat dengan sorak sorai”, ujar romo Karolus.

“Mereka melihat Yesus sebagai Raja yang berasal dari keturunan Daud untuk membebaskan mereka dari belenggu dosa yang mengikat dalam kehidupan mereka dan selanjutnya mereka dibersihkan dari dosa-dosa tersebut sehingga mereka pantas dihadapan Tuhan dan mendapatkan keselamatan dari-Nya”.

“Dengan demikian mereka masuk kedalam kerjaan Allah.”, tambah romo Karolus.

Pesan penting juga disampaikan romo Karolus dalam khotbahnya dihadapan umat menyampaikan agar tidak saling menyimpan dengki, iri hati dan saling mengkhianati satu dengan yang lainya sebagaimana dialami Yesus.

“Jangan mengkhiati sesama kita, menebar iri hati terhadap orang lain yang telah berhasil dalam hidupnya. Sebaliknya kita harus berupaya bagaimana agar kita berhasil seperti orang lain itu. Jangan hanya karena keegoisan kita, orang lain dijadikan korban atau dirugikan akibat perbuatan kita,” ucap Romo karolus menggambarkan perumpamaan tentang penghianatan yang dialami Yesus.

Diketahui, Gereja Nimbong merupakan salah satu gereja yang terletak di wilayah selatan paroki induk yakni St. Antonius Padua Ri’i, Beamese.

Umat Antusias saat Romo melakukan prosesi Pemberkatan Daun Palma di dalam Gereja – Foto: Beritaflores/Andy Paju

Terpantau, ratusan umat katolik lingkup wilayah gereja yang letaknya berada di wilayah desa Barang, Kecamatan Cibal, Manggarai, ini sudah mulai memadati area gereja sejak pukul 07.00 WITA.

Para umat hadir mengikuti Misa Perayaan Minggu Palma dengan membawa serta daun Palem yang telah mereka siapkan dari rumah masing-masing.

Perayaan Misa Minggu Palma di Gereja ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga berakhir sekitar pukul 11.00 WITA.

Mengenal Perayaan Minggu Palma dalam Ajaran Agama Katolik

Minggu Palma adalah salah satu perayaan penting dalam kalender liturgi Katolik untuk memperingati kedatangan Yesus Kristus ke Yerusalem sebelum penderitaan-Nya yang kudus.

Perayaan ini jatuh pada Minggu sebelum Paskah, minggu terakhir dalam masa Prapaskah.

Minggu Palma menandai awal dari Minggu Sengsara, yang merupakan minggu-minggu terakhir dalam hidup Yesus sebelum Penyaliban-Nya pada Jumat Agung.

Perayaan Minggu Palma memberi umat Katolik kesempatan untuk memulai perjalanan rohani mereka menuju Paskah dengan penuh kesadaran akan makna penebusan dan kebangkitan Kristus.

Perayaan ini menandai awal dari Minggu Sengsara, dimana makna adalah mengajak umat Katolik untuk merenungkan makna penderitaan dan pengorbanan Kristus, serta mempersiapkan hati untuk memasuki periode Paskah yang penuh berkat dan keselamatan.

Menurut Injil, prosesi daun Palma mulanya ketika Yesus memasuki Yerusalem dengan seekor keledai, lalu orang-orang menyambut-Nya dengan daun-daun palem sebagai tanda penghormatan dan kekaguman.

Hal inilah yang menjadi dasar perayaan Minggu Palma, saat umat Katolik mengadakan prosesi dengan daun-daun palma atau ranting-ranting dedaunan lainnya.

Prosesi perayaan daun palma ini dilakukan sambil bernyanyi sebagai wujud memuji serta menghayati kisah kedatangan Yesus ke Yerusalem.

Selama Misa, daun-daun palma diberkati dan umat Katolik membawa pulang daun-daun tersebut sebagai tanda kesucian dan berkat.

Selama prosesi, umat Katolik juga biasanya mengenakan jubah merah, warna liturgis yang melambangkan semangat pengorbanan dan penderitaan Kristus.

Di gereja, pembacaan Injil tentang kedatangan Yesus ke Yerusalem dibacakan untuk mengingatkan umat akan makna yang mendalam dari peristiwa tersebut.

Berdasarkan buku Memahami Rabu Abu, Prapaskah, dan Minggu Palma: Seri Pelayan Liturgi, I. Marsana Windhu, 2017, Minggu Palma mengajarkan umat Katolik untuk merenungkan makna pengorbanan dan penderitaan Kristus.

Selain itu, dalam ajaran tersebut mengajak umat untuk mengikuti jejak-Nya. Mulai dari dalam kesetiaan, pengabdian, sampai dengan bentuk kasih yang tanpa syarat.

Berikut kami informasikan waktu pelaksanaan Misa Perayaan Paskah di Gereja Stasi Nimbong:

  1. Perayaan Misa Kamis Putih akan dimulai pada pukul 19.00 Wita.
  2. Perayaan Jumat Agung dimulai dengan pergelaran drama jalan salib yang mulai dilaksanakan pada pukul 08.00 WITA . Sementara, Perayaan Misa Jumat Agung dilaksanakan mulai pukul 14.30 WITA.
  3. Perayaan Misa Malam Paskah dilaksanakan mulai pukul 19.00 WITA.
  4. Misa Hari Raya Paskah dilaksanakan mulai pukul 8.30 WITA.

Penulis: Andi Paju

Previous articleCopot dari Kepsek dan Dimutasi ke Reok Barat, Guru di Ruteng Segel Seluruh Ruang Kelas
Next articleUsai Bunuh Adik Kandung Sendiri, Pria di Golo Mangung Kembali Habisi Nyawa Tantenya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here