• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, September 16, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

by Berita Flores
23 April 2026
in HEADLINE
A A
0

Masa Aksi saat Beraudiens dengan Pj Sekda Manggarai, Lambertus Paput - Foto: Beritaflores

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITAFLORES – Kebutuhan akan air minum bersih tengah menjadi masalah pelik bagi warga Desa Para Lando di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.

Belakangan situasi ini kian rumit pasca munculnya proyek uprating Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah itu.

Proyek milik Pemda Manggarai melalui Dinas PUPR tahun 2025 dengan anggaran mencapai Rp973 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini dituding hasilnya carut marut alias gagal total.

Secara tekhnis, warga desa menilai kehadiran program ini tidak menjawab utuh kebutuhan akan air minum bersih meski anggaran fantastis telah dogelontorkan.

Mereka kemudian geruduk Kantor DPRD dan Kantor Bupati Manggarai, dalam aksi demonstrasi mengatasnamakan Forum Warga Para Lando Peduli Air Bersih pada Selasa 21 April 2026, kemarin.

Robertus Suryadi Hake, salah satu warga desa yang turut dalam masa aksi tersebut mendesak DPRD Manggarai untuk berhenti bersikap pasif.

Ia menuntut lembaga legislatif segera memanggil Dinas PUPR, kontraktor pelaksana CV Wela Tedeng, serta konsultan pengawas CV Dirga Buana Konsultan dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka.

“Kami menuntut fungsi pengawasan DPRD dijalankan secara nyata. Jangan hanya duduk di kantor, turun ke lapangan! Kami minta RDP segera digelar dengan menghadirkan kontraktor dan dinas terkait untuk mempertanggung jawabkan anggaran tersebut,” ucap Robertus.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paulus Peos, berjanji akan segera menjadwalkan evaluasi komprehensif.

Warga saat Melakukan Aksi Demonstrasi di Depan Kantor Bupati Manggarai – Foto: Beritaflores

DPRD kata dia berkomitmen untuk memastikan tidak ada kelalaian administratif maupun teknis yang merugikan rakyat.

“Kami telah menerima aspirasi masyarakat Desa Paralando dan segera mengagendakan RDP untuk mempertemukan warga dengan Dinas PUPR, kontraktor, serta konsultan pengawas,” ujar Peos.

Kades Dituding Tidak Tahu Menahu Soal Proyek Itu

Ketegangan memuncak saat massa melakukan audiensi dengan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput.

Dalam dialog yang berlangsung di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai itu, terungkap dugaan kebohongan publik yang menyeret nama Kepala Desa Para Lando, Lemen Agustinus.

Hendra Gahor, satu diantara pemuda yang ikut dalam audiens kala itu terang-terangan menyebut jika sang kades mengaku tidak terlibat dalam proses pengusulan paket proyek.

Sorakan dengan sebutan ‘penipu’ kemudian mulai nampak saat pengakuan yang disebutkan itu berbalik dengan fakta yang ditunjukan pemerintah daerah melalui Pj Sekretaris Daerah, Lamber Paput.

Tim Tekhnis lapangan juga turut disoraki tukang tipu usai penjelaskan utusan tim tekhnis pelaksanaan program di lapangan.

Mendebat soal penjelasan utusan tim tekhnis PUPR, masa aksi lalu menungkapkan jika instalasi sambungan aliran air atas program itu tidak diambil langsung dari sumber mata air melainkan hanya mengambil aliran air kali tadahan.

Hal ini menurut mereka juga menjadi satu masalah yang harus ditanggapi serius. Mereka lalu mendesak Pj Sekda untuk turun langsung ke lapangan melihat kondisi yang terjadi.

Mereka juga mengungkapkan pelaksanaan lapangan atas proyek berbanding terbalik hasilnya dengan paket proyek Pamsimas yang masuk ke desa itu tahun sebelumnya.

Kata mereka, Program Pamsimas lebih menjangkau kebutuhan walau jumlah anggarannya jauh lebih kecil ketimbang anggaran program DAK saat ini yang nyaris mencapai 1 miliar.

“Faktanya, Pj. Sekda menegaskan bahwa proyek ini diajukan langsung oleh Pemerintah Desa Para Lando. Ada dokumen bermeterai dan stempel resmi kades terkait penentuan lokasi mata air hingga daftar penerima manfaat. Ini adalah pembohongan nyata terhadap masyarakat,” ujar Hendra geram.

Menjelaskan itu, Pj. Sekda Lamber Paput mengatakan bahwa dari usulan awal 258 Kepala Keluarga (KK), realisasi fisik baru menyasar 172 KK, dengan 148 unit meteran terpasang.

Lambertus mengungkapkan, pemerintah berjanji sisa 22 KK yang belum terlayani akan dituntaskan pada tahun anggaran berjalan.

“Untuk 22 kelapa keluarga itu, tahun ini pemerintah akan tuntaskan semuanya,” terang Paput.

Meski demikian, janji manis pemerintah tidak serta-merta meredam amarah warga. Mereka mengeluarkan ultimatum keras “jika tuntutan tidak segera direalisasikan, mereka akan menyeret persoalan ini ke ranah hukum”.

Hendra menegaskan, jika persoalan ini tidak ada penyelesaian, maka warga berencana melaporkan kontraktor pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga Kepala Dinas PUPR Manggarai ke Polres Manggarai dan Kejaksaan Negeri Manggarai di Ruteng.

Mereka mendesak aparat penegak hukum segera melakukan audit investigatif atas dugaan penyimpangan anggaran negara dalam proyek air bersih tersebut.

Laporan: Adrianus Paju

Tags: DAKdemo air minum bersihDESA PARALANDOkeluhan air minum bersihPEMDA MANGGARAIproyek air minum bersihPUPR Manggarai

BacaJuga

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026
Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

22 August 2026

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

BANYAK DIBACA

Wabub Manggarai: 50 Tahun SDK Ruteng V Ciptakan SDM Unggul

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

Temuan Korupsi Mega Proyek CSSD dan Laundry RSUD Ruteng, Negara Merugi Hingga Lebih dari Rp16 Miliar

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

Kelompok Bona Abunawan Dipolisikan atas Dugaan Penyerobotan dan Pengancaman di Lengkong Warang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores