RUTENG , BERITA FLORES – Pangdam IX Udayana Bali, Mayjen Piek Budyakto di dampingi Danrem 161/WS Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di kampung Rabo, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Selasa (09/06/2026).
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta meningkatkan konektivitas wilayah.
Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Pangdam IX/Udayana sebagai simbol resmi difungsikannya jembatan tersebut.
Kegiatan peresmian dihadiri para pejabat utama, Danrem Kupang 161/Wira Sakti Kupang, Dandim 1612 Manggarai, Asren Kasdam IX Udayana, Aster Kasdam IX Udayana, Bupati Manggarai, Ketua DPRD, Kejari Manggarai, Wakapolres Manggarai, Wakil pengadilan Negeri Ruteng, Pimpinan OPD, Camat Reok, Pimpinan BUMD dan BUMN, tokoh masyarakat, dan warga setempat sebagai penerima manfaat pembangunan jembatan tersebut.
Jembatan ini diketahui telah menghubungkan beberapa Dusun di wilayah kampung Rabo itu. Kendati demikian diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mempermudah akses transportasi, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Pangdam IX Udayana Bali, Piek Budyakto menyampaikan program ini merupakan program pemerintah yang di percayakan kepada TNI AD untuk kepentingan masyarakat.
Ia menjelaskan, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini juga merupakan bentuk komitmen TNI AD membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur.
Ia menegaskan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah, tetapi juga mendukung akses pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pemerintah baik tingkat bawah maupun bupati kita saling bahu-membahu, dan pemerintah ingin mempercepat. Jadi kesulitan masyarakat mulai dari keterbatasan pengawasan dan anggaran,” ungkapnya.
Karena itu ia meminta kepada bupati Manggarai jikalau masih ada jembatan yang dibutuhkan yang menghubungkan desa atau daerah untuk menunjang kelancaran aktivitas masyarakat agar di sampaikan.
Dengan demikian, Ia mengajak kepada masyarakat untuk tetap menjaga dan perkuat persatuan. Sebab baginya yang dibutuhkan saat ini adalah kekompakan sehingga dari kekompakan itu daerah akan maju.
” Ada perbedaan, mari kita bicara. Jangan membuat program pemerintah terhambat karena ada kepentingan tersendiri, TNI tanpa rakyat kita tidak akan kuat,” pungkasnya.
Sementara Bupati Manggarai Heribertus G.L Nabit menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran dari Pangdam IX Udayana Bali dan Danrem 162 Wira Sakti Kupang itu.
“Terima kasih pak dan Selamat datang. Setiap niat baik biasanya selalu dipertemukan dengan orang-orang baik,” ucap Bupati Hery dalam sambutannya.
Niat baik itu kata dia bahwa, semua telah menyediakan pendidikan, lalu lintas manusia maupun barang dipertemukan dengan orang baik dan institusi yang memahami situasi daerah saat ini, mereka adalah TNI.
“Dalam keterbatasan pemerintah kabupaten maupun provinsi dan pemerintah pusat, bapak dan ibu dari TNI berusaha membantu kita. Mungkin bukan sebuah hal yang luar biasa untuk banyak orang tetapi untuk kita di sini saya kira sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Hery mengisahkan jika rencana pembangunan jembatan itu berawal dari kunjungannya ke wilayah tersebut pada tahun lalu.
“Setelah berdiskusi dengan Dandim mengenai kondisi aksesibilitas warga, TNI langsung bergerak cepat merealisasikan pembangunan jembatan pada tahun ini,” bebernya.
Ia menambahkan, kehadiran Jembatan Perintis Garuda tersebut sangat berharga bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.
“Selain itu untuk akses pendidikan yakni anak-anak sekolah kini dapat melintas dengan aman. Petani lebih mudah mendistribusikan dan menjual hasil pertanian ke luar daerah,” tutupnya.
Untuk diketahui, selain peresmian jembatan Perintis Garuda, kegiatan lain juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah bagi beberapa anak-anak prestasi di SDN Rabo, serta pembagian beberapa paket sembako kepada masyarakat setempat.**
Laporan : Yhono Hande






