• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, April 30, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Rabies di Manggarai Makan Korban, Pria 55 Tahun di Wae Ri’i Meninggal Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

by Berita Flores
25 October 2025
in HEADLINE
A A
0

Ilustrasi Gigitan Anjing - Foto: Unduhan Google

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITAFLORES – Seorang pria berinisial ZN, asal Kaweng, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, meninggal dunia pasca digigit anjing peliharaannya sendiri.

ZN dinyatakan meninggal dunia di ruang isolasi instalasi gawat darurat RSUD Ben Mboi Ruteng pada Rabu 22 Oktober 2022 dengan diagnosis klinis rabies.

Diagnosa paparan rabies pada korban ZN ini diketahui berdasarkan hasil obeservasi dan catatan medis pihak IGD RSUD Ruteng, dimana korban ZN diketahui telah digigit oleh anjing peliharaannya sendiri tepat pada tangan kiri dan kaki kanan hingga menyebabkan luka dengan kategori 2, pada pada bulan Juli 2025, lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, Safrianus Haryanto Djehaut, dalam keterangan yang diterima Beritaflores pada Sabtu 25 Oktober, pagi ini, menyebut jika korban ZN baru berobat ke rumah sakit pada Selasa 21 Oktober 2025, pasca kejadian gigitan bulan Juli.

Hasil obesrvasi petugas medis, terang Kadis yang akrab disapa Jefrin Haryanto itu, korban ZN masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri perut, nyeri tidak menyebar, sesak nafas, keringat dingin dan keringat bila tidur di malam hari.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan observasi oleh Dokter jaga IGD, pasien juga menunjukan gejala khas rabies seperti gelisah, hipersaliva, kesulitan menelan, takut air dan takut angin”, terang Jefrin.

Berdasarkan gejala tersebut, ungkap Jefrin melanjutkan, maka pasien ZN didiagnosis rabies pada manusia.

“Kondisi pada tanggal 22 Oktober semakin memburuk, dimana pasien mengalami penurunan saturai oksigen dan kemudian sesak nafas juga bertambah, juga hipersaliva dengan darah dalam air liur. Pasien kemudian meninggal pada pukul 09.32 Wita”, ungkapnya.

Diketahui juga, korban ZN ternyata tidak mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin anti rabies dari petugas kesehatan usai mendapat gigitan anjingnya ketika itu.

Kasus HPR jadi Amcaman Serius di Manggarai

Ancaman gigitan  Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing peliharaan menjadi masalah serius di Kabupaten Manggarai, NTT, belakangan ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Beritaflores, sejumlah kasus gigitan anjing telah terjadi di Manggarai beberapa bulan terakhir ini.

Halnya dilaporkan terjadi pada Sabtu 27 September 2025. Seorang bocah 4 tahun bernama Andreas Jehabut asal Kampung Purang, Desa Golo Lambo, Kecamatan Satarmese, mengalami luka robek cukup parah di bagian dahi hingga pelipis.

Selain gigitan di area wajah, ajing liar tersebut juga menggigit paha dan lengan bocah malang itu.

Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Langke Rembong, tepatnya di Kelurahan Karot, Kelurahan Mbaumuku, dan Kelurahan Tadong pada 8 Oktober 2025.

Menurut laporan dari Kepala Puskesmas Kota, Irma Baung, dua korban atas nama Alfons A. Pesau (43 tahun) asal  Karot dan Febrianus Korena (18 tahun) asal Mbaumuku, telah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Puskesmas Kota pasca gigitan.

Sementara satu korban lainnya, Candida P. Cuwi (6 tahun) asal Tadong, menerima VAR di RSUD Ben Mboi dan akan mendapatkan Serum Anti Rabies (SAR) di Puskesmas Kota. Hasil triase, Candida masuk kategori gigitan dengan risiko tinggi.

Tak hanya itu, seorang Guru bernama Yohanes Jangkung (58) asal Kelurahan Pagal, Kecamatan Cibal, juga mendapat gigitan anjing liar saat sedang joging di wilayah itu pada Sabtu 18 Oktober 2025.

Ajing tersebut tiba-tiba datang menyerang korban dan mencabik di sela-sela jari jempol dan telunjuk tangan korban hingga mengalami luka robek. Sementara anjing liar tersebut berhasil kabur usai menggigit korban. (**)

Laporan: Yasintus Hande

Tags: DINAS KESEHATAN MANGGARAIgigitan anjing rabieshewan pengidap rabiesHPRHPR di Manggaraikorban gigitan anjing rabiesP2P Dinas Kesehatan Manggaraipenyakit rabiesrabies

BacaJuga

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

23 April 2026

Telan Dana Capai Rp 1 Miliar, Arlan Nala Desak Pemda Manggarai Segera Tuntaskan Polemik Air Minum Bersih di  Para Lando

22 April 2026

Korwil SPPG Manggarai Buka Suara Soal Salak Busuk dalam Menu MBG SDK Ruteng II

18 April 2026

ARTIKEL TERKINI

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

30 April 2026

Anggota DPRD Arlan Nala Tawarkan Investor Bangun Pabrik Porang di Wilayah Cibal Barat

30 April 2026

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

30 April 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

BANYAK DIBACA

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

Gantikan Frans Pait di Cibal, Camat Bertin Komit Bangun Cibal sesuai Petunjuk RPJMD Bupati Manggarai

Lantik 11 Kepala Puskesmas, Wabup Fabi Abu Serukan Masalah Stunting hingga Angka Kematian Ibu dan Bayi 

Basis di Reo dengan Legalitas Jelas, PT Agro Porang Nusantara Komitmen Bangun Industri yang Ramah Lingkungan

Saberkol pada Sejumlah Sekolah di Cibal, Kadis PPO Ingatkan Guru Tuntaskan Literasi Anak

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores