• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Monday, June 15, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Osy Gandut Soroti Masalah Distribusi Pupuk Bersubsidi di NTT

by Berita Flores
20 February 2025
in BERITA, Culture, Entertainment, Environment, Event, Lifestyle, News, Sport, Tech, Travel, Wellness
A A
0

Anggota DPRD Propinsi NTT, Simprosa Rianasari Gandut - Foto: Okeflores

Share on FacebookShare on Twitter

Ruteng, Beritaflores.com – Penyaluran pupuk bersubsidi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai sorotan  Anggota Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Simprosa Rianasari Gandut.

Sorotan Politisi besutan partai Golongan karya (Golkar) yang akrab disapa Osy Gandut itu muncul lantaran proses penyaluran pupuk subsidi di NTT saat ini, khususnya di wilayah bagian Flores dinilai tidak tepat sasaran.

Menurut Osy, masalah penyaluran pupuk ini salah satunya disebabkan karena pendataan Rencana Defensif Kebutuhan Kelompok (RDKK) oleh penyuluh pertanian tidak terupdate dengan baik.

Hal ini disampaikan Osy dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Nusa Tenggara Timur bersama Dirjen Pupuk dan Pestisida, Kementerian Pertanian  (Kementan) Republik Indonesia di Jakarta, pada Rabu 19 Februari 2025.

“Di daerah kami, di Flores, saya tidak tau di daerah lain, di kabupaten lain di NTT, satu penyuluh itu dia membawahi 5 sampai dengan 6 desa, sementara realitasnya di lapangan, Flores itu adalah daerah pertanian baik pertanian sawah basah dan pertanian sawah kering”, kata Osy.

Padahal, menurut Osy, NTT mestinya tidak mengalami  kekurangan pupuk karena ada penambahan kuota.

Walau demikian, faktanya penyaluran pupuk yang tidak merata dan tepat sasaran tetap menjadi persoalan utama ditengah masyarakat.

“Saat ini kouta pupuk bersubsidi tingkat nasional mengalami peningkatan dari 4,5 juta ton tahun 2024 menjadi 9, 5 ton pada tahun 2025. Kita di NTT juga mendapat penambahan kouta pupuk yaitu 156. 512 ton pada tahun 2025”, bebernya.

Dengan begitu, untuk mendapatkan pupuk sekarang sangatlah mudah sebab kuota pupuk secara Nasional naik.

“Sebenarnya tidak kesulitan juga mendapat pupuk karena secara nasional kouta pupuk naik, berarti NTT juga mendapat kenaikan. Dan antara kabupaten itu kalau di kabupaten A  kuotanya melebihi kebutuhan petani maka itu bisa dipindahkan ke kabupaten lain hanya dengan surat dari kepala dinas, tidak melalui kepala daerah lagi, jadi itu prinsipnya “, jelasnya.

Jumlah Penyuluh Pertanian Sedikit Berimbas Data RDKK Bermasalah

Osy menerangkan jika sedikitnya jumlah petugas penyuluhan pertanian sangatlah tidak sebanding dengan luasnya cakupan wilayah kerja mereka sehingga berdampak pada proses pendataan RDKK yang tidak efektif dan terupdate.

Belum lagi, beber Osy, masalah kesejahteraan seperti uang akomodasi para penyuluh sangat kecil bahkan ada dari mereka yang masih bekerja secara sukarela.

“Jumlah penyuluh kita itu terlalu sedikit, sementara wilayah kerjanya luas (satu orang penyuluh bisa membawahi 5 sampai 6 desa) dan topografi daerah kita itu juga tidak mendukung”, ujarnya.

Terkait soal ini, jelas Osy, informasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah ada kebijakan kenaikan Biaya Operasional Penyuluh (BOP). Selain itu, juga direkomendasikan untuk penambahan tenaga penyuluh.

“Kalau soal kesejahteraan penyuluh kemarin saya juga singgung, informasinya kementerian pertanian akan menarik semua penyuluh ke pusat,  penyuluh akan digaji oleh pusat, tapi belum tau kapan realisasinya”, kata Osy. (**)

Laporan: Yondri Ngajang
Editor: Andy Paju

Tags: Anggota DPRD NTTDirjen Pupuk dan PestisidaKementerian PertanianMasalah Pupuk di NTTmasalah pupuk subsidiOsy Gandutpupuk bersubsidi

BacaJuga

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

13 June 2026

Laki Caci Manggarai Tampil Memukau pada Acara HUT ke 1 Tahun Pokdarwis Liang Bua

12 June 2026

Damping Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Garuda di Reok, Bupati Hery: Setiap Niat Baik Biasanya Dipertemukan dengan Orang Baik

10 June 2026

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

9 June 2026

ARTIKEL TERKINI

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

13 June 2026

Laki Caci Manggarai Tampil Memukau pada Acara HUT ke 1 Tahun Pokdarwis Liang Bua

12 June 2026

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

12 June 2026

Damping Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Garuda di Reok, Bupati Hery: Setiap Niat Baik Biasanya Dipertemukan dengan Orang Baik

10 June 2026

BANYAK DIBACA

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

Jaksa Bantah Beri Info A1 ke Edi Hardum Terkait Kasus Dugaan Korupsi DAK DP3AKB Matim

Damping Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Garuda di Reok, Bupati Hery: Setiap Niat Baik Biasanya Dipertemukan dengan Orang Baik

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

Dua Camat di Manggarai Dukung Kehadiran Polsek Baru Perkuat Kamtibmas

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores