• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Saturday, August 1, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Osy Gandut Soroti Masalah Distribusi Pupuk Bersubsidi di NTT

by Berita Flores
20 February 2025
in BERITA, Culture, Entertainment, Environment, Event, Lifestyle, News, Sport, Tech, Travel, Wellness
A A
0

Anggota DPRD Propinsi NTT, Simprosa Rianasari Gandut - Foto: Okeflores

Share on FacebookShare on Twitter

Ruteng, Beritaflores.com – Penyaluran pupuk bersubsidi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai sorotan  Anggota Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Simprosa Rianasari Gandut.

Sorotan Politisi besutan partai Golongan karya (Golkar) yang akrab disapa Osy Gandut itu muncul lantaran proses penyaluran pupuk subsidi di NTT saat ini, khususnya di wilayah bagian Flores dinilai tidak tepat sasaran.

Menurut Osy, masalah penyaluran pupuk ini salah satunya disebabkan karena pendataan Rencana Defensif Kebutuhan Kelompok (RDKK) oleh penyuluh pertanian tidak terupdate dengan baik.

Hal ini disampaikan Osy dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Nusa Tenggara Timur bersama Dirjen Pupuk dan Pestisida, Kementerian Pertanian  (Kementan) Republik Indonesia di Jakarta, pada Rabu 19 Februari 2025.

“Di daerah kami, di Flores, saya tidak tau di daerah lain, di kabupaten lain di NTT, satu penyuluh itu dia membawahi 5 sampai dengan 6 desa, sementara realitasnya di lapangan, Flores itu adalah daerah pertanian baik pertanian sawah basah dan pertanian sawah kering”, kata Osy.

Padahal, menurut Osy, NTT mestinya tidak mengalami  kekurangan pupuk karena ada penambahan kuota.

Walau demikian, faktanya penyaluran pupuk yang tidak merata dan tepat sasaran tetap menjadi persoalan utama ditengah masyarakat.

“Saat ini kouta pupuk bersubsidi tingkat nasional mengalami peningkatan dari 4,5 juta ton tahun 2024 menjadi 9, 5 ton pada tahun 2025. Kita di NTT juga mendapat penambahan kouta pupuk yaitu 156. 512 ton pada tahun 2025”, bebernya.

Dengan begitu, untuk mendapatkan pupuk sekarang sangatlah mudah sebab kuota pupuk secara Nasional naik.

“Sebenarnya tidak kesulitan juga mendapat pupuk karena secara nasional kouta pupuk naik, berarti NTT juga mendapat kenaikan. Dan antara kabupaten itu kalau di kabupaten A  kuotanya melebihi kebutuhan petani maka itu bisa dipindahkan ke kabupaten lain hanya dengan surat dari kepala dinas, tidak melalui kepala daerah lagi, jadi itu prinsipnya “, jelasnya.

Jumlah Penyuluh Pertanian Sedikit Berimbas Data RDKK Bermasalah

Osy menerangkan jika sedikitnya jumlah petugas penyuluhan pertanian sangatlah tidak sebanding dengan luasnya cakupan wilayah kerja mereka sehingga berdampak pada proses pendataan RDKK yang tidak efektif dan terupdate.

Belum lagi, beber Osy, masalah kesejahteraan seperti uang akomodasi para penyuluh sangat kecil bahkan ada dari mereka yang masih bekerja secara sukarela.

“Jumlah penyuluh kita itu terlalu sedikit, sementara wilayah kerjanya luas (satu orang penyuluh bisa membawahi 5 sampai 6 desa) dan topografi daerah kita itu juga tidak mendukung”, ujarnya.

Terkait soal ini, jelas Osy, informasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah ada kebijakan kenaikan Biaya Operasional Penyuluh (BOP). Selain itu, juga direkomendasikan untuk penambahan tenaga penyuluh.

“Kalau soal kesejahteraan penyuluh kemarin saya juga singgung, informasinya kementerian pertanian akan menarik semua penyuluh ke pusat,  penyuluh akan digaji oleh pusat, tapi belum tau kapan realisasinya”, kata Osy. (**)

Laporan: Yondri Ngajang
Editor: Andy Paju

Tags: Anggota DPRD NTTDirjen Pupuk dan PestisidaKementerian PertanianMasalah Pupuk di NTTmasalah pupuk subsidiOsy Gandutpupuk bersubsidi

BacaJuga

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

1 August 2026

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

1 August 2026

Paroki Ri’i Rayakan Pesta Emas 50 Tahun, Bupati Hery: Gereja jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM

1 August 2026

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

1 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

1 August 2026

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

1 August 2026

Paroki Ri’i Rayakan Pesta Emas 50 Tahun, Bupati Hery: Gereja jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM

1 August 2026

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

1 August 2026

BANYAK DIBACA

Yayayasan Bambu Lingkungan Lestari Gandeng SMPN 7 Satar Mese Gelar Kegiatan Bamboo Goes to School

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

Jelang HUT RI Ke-81, Seluruh Perangkat Daerah Diminta Gunakan Logo Resmi HUT RI

Anggaran Revitalisasi Rp1,6 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Cibal Barat

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

Bank NTT Cabang Ruteng Dukung Digitalisasi Keuangan di Kawasan Wisata Liang Bua

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores