• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, March 4, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Sengkarut Tanah Adat di Mabar, Doni Parera Dicap Suka Tebar Narasi Provokatif, Muncul Bak Pahlawan di ‘Siang Bolong’

by Berita Flores
19 September 2025
in HEADLINE
A A
0

Doni Parera, Pimpinan LSM Ilmu - Foto: Kompas.id

Share on FacebookShare on Twitter

LABUAN BAJO, BERITA FLORES – Tokoh muda gendang Rareng, Mersi Mance, mengeluarkan pernyataan keras terhadap Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ilmu, Doni Parera.

Mance menyebut, setiap kali ada persoalan hukum yang melibatkan seseorang bernama Bonaventura Abunawan, Doni Parera selalu muncul sebagai pembela.

Lantas, Mance lalu mempertanyakan kapasitas Doni Parera sebagai orang LSM. Dimana, Doni, kata Mance, suka menebar narasi provokatif tentang ulayat atau tanah adat Gendang Rareng.

“Saya patut bertanya kepada si Doni ini. Siapa sih Doni Parera ini. Orang asing bagi kami orang Rareng. Saya tidak yakin bahwa si Doni ini orang Manggarai. Bicara seenaknya saja. Seolah-olah dia orang Mbehal. Setiap kali ada persoalan hukum yang dilakukan oleh kelompoknya Bonaventura Abunawan, maka Doni Parera muncul bak pahlawan disiang bolong. Hadir sebagai pembela, dan berkoar-koar di media,” kata Mance.

Mance lalu mengingatkan Doni Parera. Ia berkata, agar Doni Parera perlu berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu yang belum tentu fakta.

Penegasan dimaksud Mace ini juga salah satunya terkait udingan Doni Parera terhadap Polres Mabar soal mengkriminalisasi warga adat Mbehal.

“Saya tahu maksud si Doni itu yaitu memengaruhi pihak penegak hukum, agar pelaku dibebaskan dari jeratan hukum. Doni mengaku sebagai pimpinan dari LSM ilmu. Itu LSM sampah dan tidak jelas,” ujarnya.

Tak hanya Mance, pernyataan keras serupa juga turut dilontarkan oleh Tua Golo Rareng, Belasius Panda.

Dalam pernyataannya, Panda ikut menuding Doni Parera sebagai biang kerok atas sengkarut konflik tanah adat mereka.

Bagi Panda, tudingan yang sengaja dialamatkan kepada LSM Ilmu ini bukan tanpa alasan.

Kata dia, Doni Parera selaku pimpinan LSM Ilmu bersama seorang lainnya bernama Bona Abunawan diduga telah mengklaim sembarangan soal tanah ulayat Rareng yang ada di Lengkong Warang.

Musababnya, terang Panda, setiap kali persoalan tanah ulayat Rareng yang ada di Lengkong Warang selalu muncul LSM Ilmu.

LSM Ilmu pimpinan Doni Parera ini, kata Panda, muncul bak pahlawan di siang bolong ‘membela’ Bona Abunawan. Panda lalu menyebut jika ada yang bermain api dibalik itu.

Tak hanya Mance, , sebut Panda, LSM Ilmu juga turut terlibat dalam kisruh hak ulayat Terlaing yang ada di Lingko Nerot dan Lingko Bale.

“Aneh. Orang ini (merujuk LSM Ilmu Pimpinan Doni Parera) yang tidak ada sangkut-pautnya dengan ulayat kami, kok bikin statement pecah belah,” ujar Panda saat berbicara dengan Beritaflores pada Kamis 18 September.

“Apa tujuan LSM Ilmu campur tangan urusan ulayat Rareng? Ini ulayat kami, bukan ulayat Mbehal yang diklaim Bona dan tidak ada urusan dengan Doni Parera,” Sambungnya menanyakan.

Panda juga dengan tegas mengingatkan jika Gendang Rareng tidak akan pantang surut terhadap bentuk klaim Bona Abunawan yang “diback up” LSM Ilmu atas Lengkong Warang.

“Sampai titik darah penghabisan kami tetap mempertahankannya. Karena itu tanah leluhur kami,” tegasnya.

Terkait tudingan dua tokoh adat Gendang Rareng tersebut, Doni Parera selaku pimpinan LSM Ilmu  saat dikonfirmasi via saluran WhatsApp pribadinya irit bicara.

Ia lantas menyebut jika komentar kedua tokoh adat itu ngawur lantaran tidak mengerti soal sehingga disebutnya dungu.

“Saya enggan berkomentar banyak. Karena dari penilaian mereka terhadap kami, saya pahami ini dua dungu yang tidak mengerti soal. Mereka tidak mampu cermati dengan jernih apa yang kami kerjakan, sehingga komentarnya ngawur. LSM Ilmu tidak terpengaruh dengan itu. Kami abaikan orang dungu. Tetap pada komitmen kami pada lingkungan hidup, advokasi masalah2 sosial, dan selalu bersama yang lemah, terpinggirkan, kelaparan dan butuh pendampingan,” singkatnya.**

Penulis: Adrianus Paju dan FS

Tags: Doni PareraKasus Tanah di Labuan Bajokasus tanah di Manggarai BaratLSM Ilmusengkarut tanah adat di Manggarai Barat

BacaJuga

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

Berkebun Nyebrangi Sungai Wae Lokom, IRT di Lemarang  Hanyut Terbawa Arus Deras

9 February 2026

Kunjungi Jerebuu, Melki Laka Lena Sentil Masalah Kemiskinan di NTT: ‘Harus Kami Benahi Kinerja Kami’

8 February 2026

ARTIKEL TERKINI

Wakil Gubernur NTT Sarankan Negosiasi dengan Tiga Kementerian

4 March 2026

Gubernur NTT Minta Pendekatan Personal Pada PPPK

3 March 2026

Tahun Anggaran 2026, Pelaksanaan Progam Revitalisasi Rumah Adat di Manggarai Terus Berlanjut

3 March 2026

Forum Perangkat Daerah RKPD TA 2027, Bapperida Manggarai Tekankan Sinkronisasi dan Ketepatan Sasaran Program

3 March 2026

BANYAK DIBACA

Keluhan Listrik Terjawab, Warga di Cibal Apresiasi Kinerja Anggota DPR RI Dipo Nusantara dan Thomas Tahir

Gubernur NTT Minta Pendekatan Personal Pada PPPK

Jalan Rusak, Nyawa Terancam: Menggugat Hak Warga Atas Buruknya Infrastruktur Jalan di Manggarai Timur

Pilkades Manggarai 2026, Andi Paju Nyatakan Siap Maju: Bawa Komitmen Bangun Desa Barang dengan Inovasi Baru

Wakil Ketua II DPRD Manggarai Tampung Aspirasi Warga Kelurahan Pagal

Pastoral yang Membumi: Hadir dan Mendengar Suara Umat

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores