• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, April 30, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Yayasan STIE Karya Ruteng Dituding Lakukan Pembohongan Publik Terkait PHK Dosen LPM

by Berita Flores
15 April 2025
in BERITA, HEADLINE, HUKUM, SOROTAN
A A
0

Tampak depan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng (foto: berita flores)

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES – Yayasan Pendidikan Tinggi Tunas Karya Ruteng dituding melakukan pembohongan publik dalam penyampaian alasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap LPM, mantan dosen tetap di STIE Karya Ruteng. 

Tudingan ini disampaikan oleh kuasa hukum LPM, Melkior Judiwan, usai menyerahkan permohonan tripartit kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Manggarai, pada Senin 14 April 2025.

Melkior menjelaskan bahwa pernyataan resmi dari pihak Yayasan yang menyebutkan bahwa PHK terhadap kliennya dilakukan karena melanggar perjanjian kerja, sering tidak melaksanakan tugas, serta telah diberikan tiga surat peringatan (SP), merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak berdasar.

“Setelah kami dalami, klien kami tidak pernah menerima satu pun surat peringatan, apalagi sampai tiga kali. Oleh karena itu, pernyataan yayasan yang telah disampaikan ke publik melalui media adalah bentuk kebohongan publik yang sangat merugikan nama baik klien kami”, tegas Melkior.

Menurutnya, surat peringatan merupakan dokumen hukum yang sangat penting dalam proses pemutusan hubungan kerja. Surat peringatan harus memuat keterangan tentang jenis pelanggaran yang dilakukan oleh tenaga kerja, disertai dengan sanksi yang diberikan, dan menjadi bukti bahwa proses PHK dilakukan sesuai prosedur.

“Tanpa surat peringatan, maka PHK yang dilakukan terhadap klien kami adalah sepihak dan melanggar hukum”, tambahnya.

Permohonan Tripartit Setelah Gagal di Tahap Bipartit. 

Melkior lebih lanjut menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan tripartit kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manggarai. Langkah ini diambil setelah proses bipartit yang diajukan pada 28 Maret 2025 gagal.

Dalam permohonan tripartit tersebut, Melkior menjelaskan terdapat 20 poin yang merinci kronologi kasus, dugaan pelanggaran, serta tuntutan terhadap hak-hak normatif kliennya sebagai mantan dosen di STIE Karya Ruteng.

“Kami berharap mediator dari Disnaker dapat segera memproses permohonan ini. Kami juga mendorong pihak yayasan untuk bersikap kooperatif dan sportif agar persoalan ini bisa diselesaikan pada tahap mediasi tripartit tanpa perlu dibawa ke pengadilan”, ungkap Melkior.

Dugaan Pelanggaran Pidana Ketenagakerjaan.

Selain itu, Melkior juga menyoroti adanya praktik pembayaran upah yang tidak sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Nusa Tenggara Timur.

Tindakan tersebut, menurutnya dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana, sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan ditegaskan dalam Pasal 185 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Pembayaran upah yang di bawah UMP bukan hanya merupakan pelanggaran administratif, tetapi juga tindak pidana kejahatan. Ancaman hukumannya bisa berupa penjara minimal satu tahun dan maksimal empat tahun, serta denda yang mencapai ratusan juta rupiah”, jelas Melkior.

Melkior menambahkan bahwa dalam pola penyelesaian hubungan industrial, mediasi tripartit merupakan mekanisme legal yang memberikan ruang bagi dialog antara tenaga kerja, pemberi kerja, dan pemerintah (melalui mediator Disnakertrans).

Proses tripartit tersebut kata melkior diharapkan dapat menemukan titik temu untuk menyelesaikan persoalan yang ada, sebelum dilanjutkan ke ranah pengadilan hubungan industrial.

“Mediator Disnaker memiliki wewenang untuk mengundang kedua belah pihak dan memfasilitasi perundingan. Jika pihak yayasan tetap tidak hadir atau tidak kooperatif, maka kami akan membawa kasus ini ke pengadilan”, pungkasnya.

Penulis : Yondri Ngajang

Tags: DOSEN LMPEMBOHONGAN PUBLIKPHKSTIE Karya RutengYAYASAN KARYA RUTENGYAYASAN YPTTK RUTENG

BacaJuga

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

30 April 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

Putaran Uang Agen Be Ju Bis@  Bank NTT Cabang Ruteng dan Wae Moro Capai 30 Miliar

29 April 2026

Expo Pendidikan V Manggarai Timur Resmi Dibuka, Dorong Generasi Unggul Berbasis Budaya

29 April 2026

ARTIKEL TERKINI

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

30 April 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

Putaran Uang Agen Be Ju Bis@  Bank NTT Cabang Ruteng dan Wae Moro Capai 30 Miliar

29 April 2026

Expo Pendidikan V Manggarai Timur Resmi Dibuka, Dorong Generasi Unggul Berbasis Budaya

29 April 2026

BANYAK DIBACA

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

Gantikan Frans Pait di Cibal, Camat Bertin Komit Bangun Cibal sesuai Petunjuk RPJMD Bupati Manggarai

Lantik 11 Kepala Puskesmas, Wabup Fabi Abu Serukan Masalah Stunting hingga Angka Kematian Ibu dan Bayi 

Basis di Reo dengan Legalitas Jelas, PT Agro Porang Nusantara Komitmen Bangun Industri yang Ramah Lingkungan

Saberkol pada Sejumlah Sekolah di Cibal, Kadis PPO Ingatkan Guru Tuntaskan Literasi Anak

Telan Dana Capai Rp 1 Miliar, Arlan Nala Desak Pemda Manggarai Segera Tuntaskan Polemik Air Minum Bersih di  Para Lando

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores