RUTENG, BERITAFLORES – Dukungan terhadap keberadaan PT Agro Porang Nusantara tidak hanya datang dari warga sekitar lokasi, tetapi juga dari masyarakat petani Porang .
Pasalnya, munculnya perusahaan porang yang beroperasi di Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT ini telah mengubah wajah ekonomi masyarakat setempat, khususnya para petani porang.
Jika sebelumnya petani dihadapkan pada persoalan klasik berupa kesulitan akses pasar, kini mereka justru menemukan harapan baru yang menjanjikan keberlanjutan penghasilan dari komoditas yang disebut sebagai “emas hijau”.
Bartolomeus, seorang petani porang asal Kilit, Desa Torong Koe, Kecamatan Reok Barat, menjadi salah satu saksi nyata perubahan tersebut.
Ia mengisahkan bagaimana sebelum perusahaan itu hadir, petani kerap kebingungan memasarkan hasil panen mereka. Tidak jarang, porang yang telah dipanen harus dijual dengan harga rendah atau bahkan tertahan karena minimnya pembeli.
“Sebelum perusahaan ini ada, kami merasa kesulitan untuk menjual hasil tani kami, khususnya porang. Kami bingung mau jual ke mana. Tapi dengan kehadiran PT Argo Porang Nusantara ini, kami tidak memikirkan lagi tentang pasar,” ungkap Bartolomeus kepada wartawan, Rabu 29 April 2026.
Perubahan itu tidak hanya berhenti pada kemudahan akses pasar, tetapi juga berdampak langsung pada semangat bertani masyarakat. Bartolomeus mengaku kini dirinya bersama petani lain semakin giat menanam porang dalam jumlah besar, karena melihat peluang ekonomi yang semakin terbuka.
“Tanaman porang ibarat emas hijau bagi kami, apalagi dengan harga sekarang. Hal ini yang membuat kami lebih semangat lagi untuk bertani porang. Dalam satu kebun, kami bisa tanam sampai ribuan benih. Kalau dikalikan dengan harga saat ini, tentu sangat membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan harapan besar agar perusahaan tersebut dapat terus beroperasi dalam jangka panjang. Baginya, keberlanjutan operasional perusahaan menjadi kunci bagi stabilitas ekonomi petani di wilayah itu.
“Kami berharap perusahaan ini tidak berhenti berproduksi, apalagi sampai tutup. Jujur saja, kehadiran perusahaan ini sangat membantu perekonomian kami petani porang,” katanya.
Dukungan terhadap keberadaan perusahaan tidak hanya datang dari petani, tetapi juga dari masyarakat luas di lingkungan Sangari.**
Laporan : Yhono Hande






