• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Sunday, July 26, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home OPINI

Pastoral yang Membumi: Hadir dan Mendengar Suara Umat

by Berita Flores
1 March 2026
in OPINI
A A
0

Theresia Afila Setia, Mahasiswi Jurusan Agama Katolik di STIPAS St. Sirilus Ruteng - Foto: Dok. Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

OPINI

Oleh: Theresia Afila Setia

BERITAFLORES – Kehidupan pastoral sejatinya merupakan jantung pelayanan Gereja yang hidup dan dinamis. Pastoral bukan sekadar rangkaian program, melainkan kehadiran nyata di tengah umat.

Dalam dunia yang terus berubah, pastoral yang membumi yang sungguh hadir dan mendengar suara umat menjadi kebutuhan mendesak.

Kita dapat belajar dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Saat pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020, banyak umat mengalami krisis ekonomi, kehilangan pekerjaan, bahkan kehilangan anggota keluarga.

Dalam situasi ini, banyak paroki di berbagai daerah di Indonesia bergerak membentuk tim tanggap darurat, membagikan sembako, serta melakukan doa dan pendampingan secara daring.

Kehadiran pastoral yang responsif terhadap krisis tersebut menjadi contoh nyata bagaimana Gereja tidak hanya berbicara tentang iman, tetapi menghadirkannya dalam tindakan konkret.

Tahun 2020 menjadi momentum penting bahwa pastoral harus adaptif dan dekat dengan penderitaan umat.

Kasus lain yang menunjukkan pentingnya pastoral yang membumi adalah tragedi di Stadion Kanjuruhan pada tahun 2022.

Peristiwa yang menelan banyak korban jiwa tersebut tidak hanya meninggalkan luka fisik tetapi juga trauma mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Dalam situasi seperti ini, pelayanan pastoral yang hadir untuk mendampingi keluarga korban, memberikan penguatan rohani, serta membuka ruang konseling menjadi sangat penting.

Umat yang berduka membutuhkan lebih dari sekadar pernyataan simpati; mereka membutuhkan kehadiran yang mendengar dan menemani proses penyembuhan batin.

Selain itu, pada tahun 2018, Indonesia dikejutkan oleh serangkaian aksi teror di Surabaya yang menyasar rumah ibadah.

Peristiwa tersebut mengguncang rasa aman masyarakat dan memunculkan ketakutan serta kecurigaan antarumat beragama.

Dalam konteks ini, pastoral yang membumi berperan membangun kembali rasa persaudaraan dan solidaritas. Dialog lintas agama, doa bersama, dan kunjungan solidaritas menjadi bentuk konkret pelayanan yang mendengar kegelisahan umat sekaligus memperkuat nilai perdamaian.

Berbagai kasus tersebut menunjukkan bahwa pastoral yang membumi bukanlah konsep abstrak, melainkan kebutuhan nyata.

Umat menghadapi persoalan yang kompleks: tekanan ekonomi, konflik sosial, hingga trauma akibat bencana dan kekerasan. Mereka membutuhkan pelayan pastoral yang tidak hanya memberikan khotbah tetapi juga mau mendengar cerita, keluhan, dan harapan mereka.

Mendengarkan menjadi inti dari pastoral yang relevan. Dalam banyak situasi krisis, umat sering kali tidak langsung membutuhkan solusi, melainkan telinga yang mau mendengar dan hati yang memahami.

Ketika pelayan pastoral hadir secara empatik, umat merasa dihargai dan diperhatikan sebagai pribadi yang utuh. Dari sinilah tumbuh rasa percaya dan kekuatan untuk bangkit.

Pastoral yang membumi juga berarti pelayanan yang kontekstual. Artinya, Gereja peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya dan mampu meresponsnya dengan bijaksana.

Kehadiran dalam kunjungan keluarga yang berduka, pendampingan korban kekerasan, atau dukungan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan merupakan wujud konkret iman yang diwujudkan dalam tindakan.

Tentu saja, tantangan tidak sedikit. Keterbatasan tenaga dan waktu sering menjadi hambatan. Namun, pastoral yang membumi tidak selalu membutuhkan program besar.

Kadang, satu kunjungan, satu percakapan tulus, atau satu tindakan solidaritas sederhana dapat membawa harapan besar bagi umat yang sedang berjuang.

Pada akhirnya, berbagai peristiwa yang terjadi pada tahun 2018, 2020, dan 2022 mengingatkan kita bahwa pastoral yang membumi adalah pastoral yang hadir di saat umat paling membutuhkan.

Kehadiran yang mendengar, memahami, dan menemani akan menjadikan pelayanan bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud nyata kasih yang menyentuh kehidupan. (**)

Catatan Redaksi: Penulis Merupakan Salah Satu Mahasiswi Jurusan Pendidikan Agama Katolik di STIPAS St. Sirilus Ruteng. Seluruh  Isi yang Termuat Dalam Tulisan Ini Sepenuhnya Menjadi Tanggung Jawab Penulis.

Tags: OPINISTIPAS St. Sirilus Ruteng

BacaJuga

Ketika Kekerasan Menghapus Rasa Aman dalam Rumah Tangga

19 June 2026

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

12 June 2026

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

9 June 2026

Jalan Rusak, Nyawa Terancam: Menggugat Hak Warga Atas Buruknya Infrastruktur Jalan di Manggarai Timur

1 March 2026

ARTIKEL TERKINI

Anggaran Revitalisasi Rp1,6 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Cibal Barat

17 July 2026

500 Pohon Bunga Pucuk Merah dari Partai Demokrat untuk Kota ‘Molas’

17 July 2026

Pesan Haru Ketua TP-PKK Manggarai di Turnamen Pekan Olahraga U-15 Cibal

7 July 2026

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

7 July 2026

BANYAK DIBACA

Tiba di Kupang, Gubernur Melki Sambut Kedatangan Kepala Kejati Baru NTT Roch Adi Wibowo

PMKRI Demo Dugaan Suap Proyek APBD, Wabup Heri Sebut Skenario Pertahankan Kemegahan Kerajaan

Warta FC Raih Tiga Poin Usai Bungkam Barta FC 1-0 di Rahong Cup II

Kejari Manggarai Bersinergi dengan Pemda Bentuk Satgas Pemulihan Aset

Lampaui Target, Realisasi PAD Kominfo Manggarai 2020 Capai Rp219 Juta

Warga Diminta Perkuat Budaya Lonto Leok

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores