• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Friday, July 31, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Pemprov NTT Siap Kolaborasi dengan BPDP Kembangkan Program Hulu–Hilir Kakao Mulai 2026

by Berita Flores
11 October 2025
in BERITA, Blog, HEADLINE
A A
0

Ilustrasi Tanaman Kakao - Foto: Unduhan Google

Share on FacebookShare on Twitter

KUPANG, BERITAFLORES – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, menerima audiensi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diwakili oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu, Normansyah Hidayat, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT, Adi Setiawan.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur pada Kamis (9/10/2025) sore tersebut membahas potensi besar sektor perkebunan, khususnya kakao, serta rencana pengembangannya melalui program hulu–hilir terpadu di NTT.

Gubernur Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa NTT memiliki potensi yang besar di sektor perkebunan, terutama pada komoditas kakao dan kelapa.

“Kita mulai dulu dengan yang ada. Entah besar atau kecil, yang penting dimulai dulu agar bisa menjadi contoh untuk pengembangan ke depan,” ujar Gubernur.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat, menjelaskan bahwa program ini akan menjadi model percontohan nasional bagi pengembangan kakao di daerah lain. Salah satu lokasi yang dipilih sebagai model adalah Zuzuzea, Nangapenda, Kabupaten Ende, yang memiliki potensi besar dari pembibitan hingga pengolahan hasil kakao.

“Program ini bersifat full package – mencakup pembibitan, peremajaan, perawatan, panen, hingga hilirisasi hasil panen. Bahkan, disiapkan juga beasiswa untuk pengembangan sumber daya manusia di wilayah pengembangan kakao,” jelas Normansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, menyampaikan bahwa saat ini NTT memiliki sekitar 60.000 hektare kebun kakao dengan produksi mencapai 20.000 ton per tahun. Namun, sebagian besar tanaman kakao sudah berusia tua dan membutuhkan peremajaan.

“Agar pemerataan terjadi, program ini akan memberikan bantuan hingga dua hektare per Petani. Pemerintah provinsi juga akan menyiapkan bibit lokal berkualitas sesuai standar, agar manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” terangnya.

Beberapa kabupaten yang menjadi sentra produksi kakao di NTT antara lain Sikka, Ende, Flores Timur, Manggarai Timur, dan Sumba Barat. Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perkebunan telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, khususnya Kabupaten Ende, untuk memfasilitasi pelaksanaan program tersebut. Tahapan awal yang tengah dilakukan adalah identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), mengingat penerima program akan ditentukan berdasarkan usulan masyarakat dan pemerintah daerah.

Program pengembangan kakao ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026, setelah regulasi pendukungnya diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Selain itu, implementasi program akan disinergikan dengan Anggaran Bantuan Transfer (ABT) guna menghindari tumpang tindih atau pendobelan penerima bantuan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Dasa Cita pertama kepemimpinan Gubernur Melkiades Laka Lena, yaitu membangun rantai pasok yang efisien dengan menghadirkan teknologi terkini dari tahap produksi hingga distribusi (hilirisasi) di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan, sekaligus memberikan perlindungan asuransi bagi para pelaku sektor tersebut.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan masyarakat, pengembangan perkebunan kakao diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Nusa Tenggara Timur yang berkelanjutan, bernilai tambah tinggi, serta berdaya saing nasional.

Laporan: Adrianus Paju

Tags: budidaya kakaokakaokakao di NTTPemprov NTT kolaborasi soal tanamam kakaopetani kakaotanaman kakao

BacaJuga

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

28 July 2026

Yayayasan Bambu Lingkungan Lestari Gandeng SMPN 7 Satar Mese Gelar Kegiatan Bamboo Goes to School

27 July 2026

Jelang HUT RI Ke-81, Seluruh Perangkat Daerah Diminta Gunakan Logo Resmi HUT RI

27 July 2026

Anggaran Revitalisasi Rp1,6 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Cibal Barat

17 July 2026

ARTIKEL TERKINI

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

28 July 2026

Yayayasan Bambu Lingkungan Lestari Gandeng SMPN 7 Satar Mese Gelar Kegiatan Bamboo Goes to School

27 July 2026

Jelang HUT RI Ke-81, Seluruh Perangkat Daerah Diminta Gunakan Logo Resmi HUT RI

27 July 2026

Anggaran Revitalisasi Rp1,6 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Cibal Barat

17 July 2026

BANYAK DIBACA

Yayayasan Bambu Lingkungan Lestari Gandeng SMPN 7 Satar Mese Gelar Kegiatan Bamboo Goes to School

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

Jelang HUT RI Ke-81, Seluruh Perangkat Daerah Diminta Gunakan Logo Resmi HUT RI

Anggaran Revitalisasi Rp1,6 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Cibal Barat

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

Bank NTT Cabang Ruteng Dukung Digitalisasi Keuangan di Kawasan Wisata Liang Bua

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores