• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, July 15, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Menteri HAM Sentil Proyek Geotermal Poco Leok: ‘Tak Bisa Anggap Persetujuan Bupati Sebagai Persetujuan Warga’

by Berita Flores
22 May 2025
in BERITA, POLITIK, SOSIAL BUDAYA
A A
0
Menteri HAM Sentil Proyek Geotermal Poco Leok: ‘Tak Bisa Anggap Persetujuan Bupati Sebagai Persetujuan Warga’

Menteri HAM, Natalius Pigai saat menjadi pemateri dalam kegiatan Kuliah Umum yang digelar oleh Kampus Unika Santu Paulus Ruteng pada Rabu, 21 Mei 2025.

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES –Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai menyoroti pentingnya keterlibatan warga dalam setiap proyek investasi, termasuk dalam kasus panas bumi Poco Leok di Kabupaten Manggarai, NTT, yang belakangan ini menuai penolakan.

Hal ini ia sampaikan saat menjawab pertanyaan mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng dalam kuliah umum bertema ‘Pembangunan HAM di Indonesia’ Rabu, 21 Mei 2025.

Ayentoinia Indra Kurnia, mahasiswa D3 Kebidanan semester empat, menanyakan tanggapan Pigai terkait konflik sosial yang ditimbulkan oleh proyek panas bumi di Poco Leok.

Menanggap itu, Natalius Pigai menegaskan delapan prinsip yang menurutnya wajib dipenuhi oleh setiap investor agar tidak melanggar hak-hak dasar manusia dalam pelaksanaan investasi.

Prinsip pertama yang ia tekankan adalah Right to Know Warga yakni partisipasi aktif masyarakat adat sebagai pemilik ulayat.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi salah satu aspek yang penting untuk dipenuhi baik oleh investor maupun pemerintah.

“Kalau dia tidak terbuka, dia hanya datang ketemu camat, bupati, lalu persetujuan bupati itu dianggap atau ditempatkan sebagai persetujuan warga, tidak bisa, itu menentang apa yang namanya partisipasi atau Right to Know, karena dalam konteks Hak Asasi Manusia, partisipasi itu adalah sangat penting dan nomor satu,” tegasnya.

Namun, pernyataan tegas dari Menteri HAM tersebut terasa menyentil langsung kebijakan Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit.

Pasalnya, sejak SK Penetapan Lokasi (Penlok) pengembangan geotermal Ulumbu di Wilayah Poco Leok yang disahkan pada 1 Desember 2022 lalu justru tidak melibatkan partisipasi masyarakat adat.

Disitir dari Floresa.co, Masyudi Onggal salah satu pemuda poco leok menyinggung keputusan bupati Hery Nabit yang menetapkan lokasi proyek geotermal secara sepihak pada 2022 tanpa adanya sosialisasi dan persetujuan masyarakat adat Poco Leok.

“Proyek ini dipaksakan tanpa meminta kesepakatan dan persetujuan seluruh masyarakat adat Poco Leok. Kami merasa diabaikan, bahkan diberlakukan tidak adil oleh pemerintah yang seharusnya melindungi hak-hak kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pigai menegaskan jika investasi berada di wilayah hunian masyarakat maka komunitas lokal harus terlibat, baik dalam perencanaan, pengelolaan, maupun dalam mendapatkan manfaat ekonomi.

“Karena investasi masuk di wilayah hunian masyarakat, maka nilai-nilai budaya yang dianut turun-temurun termasuk penghormatan terhadap compang daring, gendang one, lingko peang tidak boleh dirusak,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap budaya lokal dan lingkungan hidup.

Menurutnya kehadiran perusahaan mesti dalam rangka melestarikan budaya, melindungi nilai budaya, bukan sebaliknya untuk mengancam, meniadakan atau mematikan nilai budaya lokal.

“Perusahaan datang dalam rangka memberdayakan ekonomi yang sudah eksis secara turun-temurun, yang sudah ada, jadi jangan perusahaan datang merka substitusi usahanya,” lanjutnya.

Dalam aspek manfaat, ia menerangkan bahwa investasi harus mendatangkan keuntungan bagi masyarakat, negara dan perusahaan itu sendiri.

“Masyarakat harus mendapat untung, minimal dari ukuran tingkat pendidikan lebih maju, kesehatan lebih baik, kapasitas sosial ekonomi masyarakat berkembang dan pendapatan mereka dilipat gandakan,” Pungkasnya.

Penulis : Yondri Ngajang 

 

Tags: Bupati ManggaraiGeotermal Poco LeokKULIAH UMUM UNIKAMENTERI HAM

BacaJuga

Pesan Haru Ketua TP-PKK Manggarai di Turnamen Pekan Olahraga U-15 Cibal

7 July 2026

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

7 July 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

7 July 2026

Persiapan Launching Festival Golo Curu 2026 Dimatangkan: Panitia Siapkan Perayaan Iman, Budaya, dan Pariwisata

7 July 2026

ARTIKEL TERKINI

Pesan Haru Ketua TP-PKK Manggarai di Turnamen Pekan Olahraga U-15 Cibal

7 July 2026

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

7 July 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

7 July 2026

Persiapan Launching Festival Golo Curu 2026 Dimatangkan: Panitia Siapkan Perayaan Iman, Budaya, dan Pariwisata

7 July 2026

BANYAK DIBACA

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

Jalan Reo-Dampek- Pota Terhambat, Kades Satar Punda Kerahkan Warga Perbaiki Deker Ambruk

Pemprov NTT Anggarkan 18 Miliar Benahi Jalan Provinsi di Pantura Manggarai Timur

Pesan Haru Ketua TP-PKK Manggarai di Turnamen Pekan Olahraga U-15 Cibal

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

PMKRI Cabang Ruteng Siap Sukseskan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores