• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, September 15, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Gubernur Viktor Sebut TNK Bukan Diprioritaskan Untuk Wisatawan

by Redaksi Berita Flores
13 January 2019
in BERITA, HEADLINE, NASIONAL, PARIWISATA
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) bukan diprioritaskan untuk para wisatawan melainkan untuk kepentingan penelitian.

“Saya tanya sekarang, Taman Nasional Komodo kawasan yang diproteksi (dilindungi) atau tidak? Kawasan itu harus diproteksi. Oleh karena itu perlu diatur. Yang boleh ke sana yang berani bayar mahal dan dibatasi,” ujarnya saat memberikan keterangan pers usai kegiatan tatap muka dengan aparat Polres Manggarai Rabu, 9 Januari 2019.

Baca Juga: Gubernur Viktor SDM Birokrat Jadi Modal Terbesar Provinsi

Politisi NasDem ini menyebutkan, bahwa TNK merupakan kawasan yang dilindungi. Kata dia, bukan untuk turis, melainkan untuk kepentingan para peneliti terhadap binatang purba (Komodo) di Labuan Bajo, Manggarai Barat – Nusa Tenggara Timur itu.

Oleh karenanya, lanjut dia, bila TNK sudah resmi dikelola oleh pemerintah provinsi NTT, maka langkah pertama adalah memberlakukan tarif tinggi. Selain itu ada pembatasan kunjungan wisatawan serta menetapkan pulau Komodo dan pulau Rinca sebagai destinasi eksklusif.

“Tarif USD500 (Rp7 juta) untuk turis dan USD100 (Rp1,4 juta) untuk wisatawan domestik. Tidak tawar-tawar lagi,” tegasnya.

Baca Juga: Viktor Laiskodat Ajak Warga Untuk Terlibat dalam Bisnis Pariwisata

Dia mengklaim, bahwa Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) telah menyetujui niat Pemprov NTT, untuk mengambil alih pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah setuju. Orang yang tidak waras saja yang tolak ini,” kata Viktor.

Kendati masih sebatas wacana. Namun pihaknya meyakini akan tetap mengambil alih pengelolaan dan pengawasan TNK. Bahkan ke depan, tegas Viktor, kawasan TNK akan dibuat menjadi kawasan eksklusif dan ketat.

Sementara itu, terkait kasus perburuan rusa dan kerbau liar di dalam kawasan TNK dilakukan warga Sape NTB akhir Desember 2018 lalu. Dia mengatakan kondisi itu juga yang mendorongnya untuk mempercepat proses ambil alih kawasan TNK.

“Biawak ini biasa makan sesamanya karena masalah rantai makanan. Seperti manusia, kalau tidak ada makanan, pasti makan sesamanya,” tukas dia.

Gubernur Viktor pun mengungkapkan alasan mengapa Pemprov NTT harus mengelola kawasan TNK. Ia mengatakan, Pemprov NTT lebih dekat untuk mengendalikan kawasan TNK dibandingkan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkantor pusat di Jakarta.

“Kita harapkan ke depan TNK ini menjadi perhatian serius. Itulah kenapa saya minta Pemprov yang urus karena rantai kendali lebih dekat daripada Jakarta, kita bisa langsung menyentuh masalahnya,” tutur Viktor dengan penuh percaya diri.

Wakapolda NTT, Brigjen. Pol. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum saat mendampingi Gubernur Viktor mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan pihak TNK, untuk memberikan pengamanan maksimal kepada binatang liar: rusa dan kerbau, sebagai makanan dari komodo.

“Karena kalau tidak, komodo kalau habis makanannya, di situ dia akan saling memangsa dan menjadi sangat liar, sangat ganas dan itu bisa membahayakan manusia,” papar dia.

Brigjen. Pol. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum saat memberikan keterangan pers usai kegiatan tatap muka dengan aparat Polres Manggarai Rabu, 9 Januari 2019. (Foto: EFREN POLCE).

Brigjen Johny Asadoma pun mengapresiasi keberanian anggota Polri yang menangkap pelaku perburuan rusa di dalam kawasan Taman Nasional Komodo pada akhir Desember 2018 lalu di pinggir Pantai So Toro Wamba, Desa Poja, Sape, Bima.

“Tentu pada anggota yang pertama kali menindak kejahatan perburuan satwa yang ada di sana kita berikan apresiasi dan yang bersangkutan waktu itu sudah ditelepon langsung oleh Pak Kapolri untuk diberikan apresiasi atas kepedulian dan keberaniannya,” urainya. (EFREN POLCE/NAL/FDS/BEF).

Tags: GUBERNUR NTTGUBERNUR VIKTOR BUNGTILU LAISKODATTAMAN NASIONAL KOMODOViktor Laiskodat

BacaJuga

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026
Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

22 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

BANYAK DIBACA

Wabub Manggarai: 50 Tahun SDK Ruteng V Ciptakan SDM Unggul

Gerindra NTT Dukung Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Temuan Korupsi Mega Proyek CSSD dan Laundry RSUD Ruteng, Negara Merugi Hingga Lebih dari Rp16 Miliar

Umat Stasi Wae Ruek Gotong Royong Galang Dana Pembangunan Kapela di Kampung Ojang

Kelompok Bona Abunawan Dipolisikan atas Dugaan Penyerobotan dan Pengancaman di Lengkong Warang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores