RUTENG, BERITA FLORES – Setelah menyalurkan bantuan bagi kelompok disabilitas yang mengungsi di gudang mebel milik warga di Kecamatan Langke Rembong, kini Julie dan Viktor Laiskodat kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Kampung Tado, Desa Lalong, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Flores-NTT Jumat, 21 Agustus 2026.
Sebanyak 105 paket sembako disalurkan kepada warga terdampak. Setiap paket terdiri atas 5 kilogram beras, satu liter minyak goreng, dan gula. Selain bantuan untuk warga Desa Lalong, bantuan juga disalurkan kepada Puskesmas Watu Alo berupa obat-obatan.
Saat menyalurkan bantuan tersebut, Julie didampingi rombongan DPRD serta sejumlah anggota Partai NasDem Kabupaten Manggarai.
Kedatangan rombongan disambut secara adat Manggarai melalui tuak kepok oleh tokoh masyarakat setempat. Prosesi tuak kapu sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warga terdampak gempa.
Sebelum menyerahkan bantuan, Julie bersama Fraksi Nasdem Manggarai turut meninjau langsung kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. Ia juga berdialog dengan warga dan pemerintah desa terkait kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Julie meminta Pemerintah Desa Lalong memastikan seluruh warga terdampak telah terdata, sehingga kebutuhan mereka dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Pak Kades, data sudah masuk, jangan diam saja. Kejar terus,” ujar Julie.
Julie meminta pemerintah mempercepat pendataan kerusakan rumah warga. Ia menyebut, jika penanganan pemerintah lambat, pihaknya siap membantu menyediakan material bangunan seperti semen dan pasir untuk mempercepat perbaikan rumah warga secara swadaya.
Ia berkata, melalui program NasDem Peduli, Partai NasDem menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat, seperti air bersih, selimut, tenda, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.
Namun, Julie menilai kebutuhan masyarakat masih cukup besar sehingga bantuan tidak boleh hanya diberikan sekali. Ia meminta jajaran Partai NasDem melakukan pemantauan secara berkala agar bantuan dapat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan warga.
“Jangan sampai cuma sumbang sekali, habis itu hilang. Kita harus lihat tahapannya seperti apa,” ujarnya.
Julie juga menyoroti kondisi sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan hingga roboh. Ia menilai kualitas konstruksi bangunan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama rumah yang belum diplester dan tidak memenuhi standar konstruksi yang memadai.
Karena itu, ia mendorong pemerintah meningkatkan sosialisasi mengenai pembangunan rumah yang memenuhi standar dan lebih tahan terhadap gempa.
Julie mengatakan, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan partai politik saat ini masih melakukan pendataan kerusakan dari berbagai wilayah. Menurutnya, kecepatan dan akurasi data menjadi hal penting agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih.
“Setelah datanya terkumpul dengan baik, baru kita bisa menentukan pembagian bantuan sesuai kebutuhan,” katanya.
Untuk tahap awal, NasDem Peduli memprioritaskan kebutuhan pokok masyarakat. Selanjutnya, bantuan akan diarahkan pada pemulihan rumah warga dengan berkolaborasi bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Julie menilai kebutuhan paling mendesak saat ini bukan hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis pengungsi, terutama anak-anak dan perempuan.
Ia melihat banyak warga masih memilih tidur di tenda di depan rumah karena takut kembali masuk ke dalam bangunan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian, terutama karena cuaca di Manggarai cukup dingin.
Di salah satu lokasi yang ditinjau, Julie menemukan kebutuhan tenda, selimut, dan air bersih masih terbatas. Ia juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait gangguan layanan air bersih.
NasDem Peduli, kata dia, akan mengupayakan pasokan air bersih serta menambah stok tenda dan selimut.
Pasokan air bersih dalam jumlah lebih besar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai.
Di sisi lain, Julie meminta jajaran Partai NasDem di tingkat kabupaten, kecamatan hingga ranting untuk ikut melakukan pendataan terhadap kader dan masyarakat yang terdampak gempa.
“Yang pertama kami cek adalah apakah pengurus-pengurus NasDem sampai tingkat ranting dan kecamatan juga terkena dampak. Sambil menunggu data pemerintah, kami juga meminta kader untuk melakukan pendataan,” jelasnya.
Menurut Julie, pendataan tersebut penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih dengan bantuan pemerintah.
Ia mengatakan, kebutuhan material seperti semen, pasir dan batu juga akan menjadi perhatian dalam tahap pemulihan. Namun, bantuan tersebut akan diberikan setelah data kerusakan dan kebutuhan masyarakat diperoleh secara akurat.
“Kalau memang kebutuhan mereka semen, pasir dan batu, itu akan kami data. Kami tidak mau mendahului pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten supaya tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” katanya.
Julie juga menanggapi adanya keluhan mengenai lambannya penyaluran bantuan dari pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah pusat membutuhkan data dari daerah sebelum menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
“Saya tidak bisa menyalahkan pemerintah pusat karena mereka jauh dan mengandalkan data. Namun, dalam kondisi seperti ini memang dibutuhkan gerakan cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah pihak dari pemerintah pusat dan DPR RI juga mulai bergerak membantu masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai.
Julie mengatakan, dirinya telah memberikan arahan kepada perwakilan DPR RI dari daerah pemilihan untuk segera melakukan pendataan agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
“Saya sudah memberikan arahan semalam kepada perwakilan DPR dari dapil. Mereka akan segera melakukan pendataan,” pungkasnya.
Penulis: Adeputra






