• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, July 28, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Buruk Muka (Ratna) Cermin Dibelah

by Redaksi Berita Flores
3 October 2018
in HEADLINE, OPINI
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Alfred Tuname

Ratna Sarumpaet (Ratna) bikin heboh. Seantero negeri terpancing membahasa namanya. Perbincangan tentang Ratna menenggelamkan berita gempa Palu (meksipun tetap ada empati buat para korban).

Mungkin Ratna bukan siapa-siapa. Ia hanya seleb kedaluwarsa yang mencoba peruntungan dalam politik. Kalau bukan karena pretext Pilpres 2019, ia hanya hitz dalam berita infoteinment.

Tetapi, Ratna ingin tetap eksis. Ia bergabung dalam kubu Prabowo-Sandi. Lawannya, Jokowi-Ma’ruf Amin. Maka, perbuatan dan perkataan Ratna pun bisa mengocok alur pikir lawan politik.

Tersiarlah kabar, Ratna Sarumpaet dipukul. Mukanya memar. Ada bengkak dan lebam. Wajah tuanya kian buruk. Konon, Ratna mengaku kepada Tim Kubu Prabowo-Sandi, ia digebuk di Bandung.

Atas kabar itu, berbagai respon muncul di berbagai media, cetak dan online. Tak ketinggalan komentar-komentar lepas publik dan para politisi. Simpati kemanusiaan dan tudingan politis melintas “harba-biru” di laman-laman media.

Atas dasar itu, kubu Prabowo-Sandi mulai bermain. Playing victim. “Mengemis” keadilan atas nama korban. Biar ada iba dari publik, proliferasi berita pembelaan korban pemukulan dilayangkan. Tesis politisnya, ada gerakan premanisme yang menggebuk kubu Prabowo-Sandi.

Biar faktanya terang-benderang, polisi bergerak cepat. Polisi tak mau berlama-lama dengan “katanya-katanya”. “Sidak” dilakukan ke semua Rumah Sakit di Bandung. Tak hanya itu, sumber daya kepolisian bergerak lebih lincah. Hasilnya, menggemparkan. Hoax.

Kalau mengikuti Toba Beta (penulis buku The Master of Stupidity), “hoax needed to complete the premises of truth”. Dalam kisah Ratna, hoax terjadi bukan untuk melengkapi kebenaran, tetapi karena ada fakta lain yang benar.

Faktanya, Ratna Sarumpaet mengikuti program bedah plastik. Wajahnya tak karuan, bukan karena digebuk, tetapi karena dibedah. Itu menurut informasi A1 polisi. Informasi itu benar karena disertai bukti.

Kebenaran telah menyingkap tabir hoax. Karena hoax, Ratna tak hanya buruk muka, tetapi “kehilangan muka”. Di hadapan publik, Ratna mengakui skenario kebohongannya. Semacam ada “the call of the satan” dalam aksinya. Karena pengakuan Ratna, Tim kubu Prabowo-Sandi merasa “kebangkaran jenggot”.

Double-Hoax

Kubu Prabowo-Sandi merasa “kebakarangan jenggot” karena sebenarnya mereka bisa mengais political profit dari hoax. Hoax bisa masuk dalam perangkap playing victim untuk menyudutkan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sayangnya, langkah pion Ratna Sarumpaet dalam catur Pilpres 2019 tak berhasil. Langkahnya tertangkap basah. Hoaxnya tercium cepat. Maksud Ratna dan tim kubu Prabowo-Sandi pun terendus oleh kecerdasan politik publik.

Dalam ilmu militer, itu disebut “the hinge factor”. Cuaca tak bersahabat, buruknya intelijen, keteledoran seorang prajurit bisa menjadi penyebab kekelahan perang. Penjelasan Erik Durschmied dalam bukunya The Hinge Factor: How Chance and Stupidity have Changed History (2013), sesuatu yang bisa seketika mengubah moment kemenagan menjadi kekalahan disebut sebagai “hinge factor”. Dalam konteks ini, hoax Ratna Sarumpaet merupakan “the hinge factor” bagi kubu Prabowo-Sandi.

Thus, tim kubu Prabowo-Sandi tak perlu bersandiwara bahwa telah dibohongi Ratna Sarumpaet. Ratna Sarumpet pun tak perlu melakukan “double- hoax”, seolah-olah telah berbohong pada Prabowo dan tim; atau biar terkesan ada “political sacrifice”, Ratna membiarkan dirinya sendirian bersalah demi menyelamatkan tim.

Publik sudah paham, semua kebohongan itu adalah hasil kerja tim. Mengingkari dalil ini sama artinya dengan penghinaan atas kecerdasan publik (insulting the public’s intelligence).

Nah, terlepas dari pretext Pilpres 2019, Ratna sendiri sedang merawat wajah publiknya dengan mengkonsumsi hoax kecantikan. Sebagai seleb, Ratna adalah “orang yang terasing dari cermin di hadapannya sendiri” (mengutip Goenawan Muhammad). Ia takut terhadap realitas tubuh; ia cemas atas proses biologis pada kulitnya.

Boleh jadi, Ratna juga korban hoax proganda jasa awet muda. Padahal, di depan publik, ia terlihat kritis (kalau bukan cerewet). Ups, hasilnya ternyata jauh panggang dari api. Wajah Ratna Sarumpaet justru terlihat tak karuan. Seperti ia habis digebuk.

Daripada “buruk muka cermin dibelah”, mending risikonya dibagi untuk publik. Terjadilah hoax.

Alfred Tuname

Penulis Buku “le politique” (2018)

 

 

 

 

 

 

BacaJuga

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

20 June 2026

Ketika Kekerasan Menghapus Rasa Aman dalam Rumah Tangga

19 June 2026

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

12 June 2026

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

9 June 2026

ARTIKEL TERKINI

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

28 July 2026

Yayayasan Bambu Lingkungan Lestari Gandeng SMPN 7 Satar Mese Gelar Kegiatan Bamboo Goes to School

27 July 2026

Jelang HUT RI Ke-81, Seluruh Perangkat Daerah Diminta Gunakan Logo Resmi HUT RI

27 July 2026

Anggaran Revitalisasi Rp1,6 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Cibal Barat

17 July 2026

BANYAK DIBACA

Yayayasan Bambu Lingkungan Lestari Gandeng SMPN 7 Satar Mese Gelar Kegiatan Bamboo Goes to School

Jelang HUT RI Ke-81, Seluruh Perangkat Daerah Diminta Gunakan Logo Resmi HUT RI

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

Anggaran Revitalisasi Rp1,6 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Cibal Barat

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

Tiba di Kupang, Gubernur Melki Sambut Kedatangan Kepala Kejati Baru NTT Roch Adi Wibowo

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores