• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, August 13, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

by Berita Flores
13 August 2026
in HEADLINE
A A
0

Ilustrasi Gigitan Anjing Rabies - Foto: unduhan google.net

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITAFLORES – Bahaya penyakit rabies dari berbagai jenis hewan peliharaan jadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur, saat ini.

Terbaru, bocah berusia 7 bernama Gabriel Z.M asal kampung Dopo, Desa Rado, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis 13 Agustus 2026, dini hari.

Korban dinyatakan meninggal dunia saat dalam perawatan intensif para petugas kesehatan di RSUD Ben Mboi Ruteng. Kabar duka atas meninggalnya korban turut disampaikan oleh Camat Cibal, Heribertus W. Ganar.

Dalam cuitannya di cerita akun WhatsApp pribadi, Camat Cibal menyampaikan turut belasungkawa atas berpulangnya bocah malang itu. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Cibal pentingnya penertiban dan kepatuhan terhadap keberadaan hewan peliharaan.

“Turut berduka cita bagi warga desa Rado khususnya keluarga yang ditinggalkan. Semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kepatuhan dan ketertiban dalam pemeliharaan HPR. Rabies itu nyata dan mematikan, mari kita cegah bersama”, tulis Camat Cibal yang dikutip Beritaflores, kamis pagi ini.

Sebulan Usai Digigit Anjing, Korban Baru Dilarikan ke RSUD Ruteng

Korban Gabriel dinyatakan telah  digigit anjing pada awal bulan Juli 2026 lalu. Meski telah digigit anjing saat itu, sayangnya orangtua menganggap gigitan itu biasa hingga tidak berupaya untuk melaporkan ke pemerintah desa setempat atau petugas kesehatan agar dilakukan vaksinasi.

Belakangan, korban mulai alami gejala lain seperti berontak, kejang-kejang, terus mengeluarkan air liur, muntah-muntah dan takut air.

Atas kondisi itu, korban lalu dilarikan orangtuanya ke Puskesmas Pagal sebelum akhirnya di rujuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng, pada Selasa 11 Agustus 2026.

Camat Cibal Terus Tingkatkan Upaya Penertiban Hewan Peliharaan 

Pemerintah Kecamatan Cibal memastikan akan terus berupaya melakulan penertiban hewan peliharaan sekaligus memberi edukasi masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Cibal perihal ancaman dan bahaya gigitan HPR.

Camat muda yang akrab disapa Bertin itu juga nenekankan jika aksi penertiban hewan peliharaan di wilayah Kecamatan Cibal telah intens dilakukan sejak beberapa bulan sebelum kejadian yang muncul di desa Rado.

Menurutnya, aksi penertiban hewan peliharaan ini melibatkan banyak pihak baik dari pemerintah kecamatan, personil Kepolisian dari Polsek Cibal, TNI, UPTD Dinas Peternakan Kecamatan Cibal, Petugas kesehatan serta aparatur desa.

“Kegiatan penertiban yang kita lakukan hari ini itu tidak serta merta atau semata-mata merespon terhadap kejadian yang ada di desa Rado, tetapi sebelumnya di bulan Mei lalu juga kita sudah mengeluarkan himbauan dan itu agenda pertama saya”, ucapnya.

Himbauan itu, lanjut dia menjelaskan, ditujukan kepada masyarakat di seluruh desa dan kelurahan sekecamatan cibal agar seluruh hewan peliharaan ditertibkan, dikandang dan divaksinasi agar tidak menimbulkan masalah ditengah kehidupan masyarakat.

“Semua surat himbauan terkait itu sudah kami kirimkan kepada pemerintah desa dan kelurahan agar ditindak lanjuti”, tegasnya.

Di Kecamatan Cibal khususnya, ungkap camat Bertin, total kasus gigitan HPR seperti anjing sementara ini sudah sebanyak tiga kasus. Sebelumnya ada dua kasus yang terjadi pada awal Mei 2026 di desa Gapong.

Pihaknya juga turut menegaskan sejumlah poin penting agar menjadi perhatian oleh seluruh warga kecamatan Cibal diantaranya pemeliharaan hewan harus ditertibkan, lakukan vaksinasi terhadap seluruh hewan peliharaan serta jangan mengabaikan kasus gigitan hewan peliharaan atau jenis lainnya.

“Segera laporkan kalau ada gigitan HPR ke pemerintah desa atau kepada petugas kesehatan terdekat agar segera diberi tindakan vaksin”, tegasnya.

Apa Itu Rabies?

Berdasarkah penelurusan Beritaflores pada laman google search Alodokter.com, Rabies merupakan infeksi virus pada otak dan sistem saraf.

Virus penyebab rabies umumnya menular ke manusia melalui gigitan hewan. Jika tidak cepat ditangani, rabies dapat menyebabkan kematian.

Di Indonesia, rabies atau yang dikenal dengan “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu masalah yang mengancam kesehatan masyarakat.

Meskipun demikian, penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi pada hewan peliharaan.

Penyebab Rabies

Hewan utama penular rabies adalah anjing. Selain anjing, hewan yang juga dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia adalah kelelawar, kucing, dan kera.

Virus rabies bisa menular melalui air liur, gigitan, atau cakaran hewan yang tertular rabies. Hewan yang berisiko tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.

Faktor Risiko Rabies

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang tertular rabies, yaitu bekerja di laboratorium yang meneliti virus rabies, bekerja sebagai dokter hewan, tinggal di lingkungan yang banyak hewan liar, tinggal di wilayah bersanitasi buruk atau jauh dari tempat vaksinasi serta melakukan aktivitas yang berisiko terjadi kontak dengan hewan liar, misalnya berkemah, mendaki gunung, atau menjelajahi gua

Gejala Rabies

Munculnya gejala rabies bisa sangat bervariasi, antara 5 hari hingga sekitar 1 tahun. Namun, gejala penyakit ini umumnya muncul 30–90 hari setelah penderita tergigit hewan yang terinfeksi.

Gejala rabies bisa lebih cepat muncul jika lokasi gigitan atau cakaran hewan dekat dengan otak, misalnya di dada, leher, atau di kepala.
Gejala awal yang dapat muncul meliputi demam atau menggigil, kesemutan, sakit kepala, lelah atau lemas, hilang nafsu makan.

Setelah itu, ada beberapa keluhan lanjutan yang dapat dialami oleh penderita rabies, seperti kram otot, sesak napas, halusinasi dan koma. Gejala lanjutan tersebut menandakan bahwa kondisi pasien makin memburuk. Dengan demikian, jangan menunda pemeriksaan jika keluhan makin parah dan segeralah menghubungi pihak kesehatan.

Kapan Harus ke Dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala rabies, terutama setelah digigit atau dicakar hewan yang bisa membawa virus rabies. Pertolongan medis di IGD perlu segera dilakukan jika tergigit atau tercakar hewan, terutama di kepala atau leher.

Penting untuk diingat, rabies dapat membahayakan nyawa begitu gejalanya muncul. Oleh sebab itu, pastikan untuk mendapatkan serum atau vaksin rabies tidak lebih dari 2 hari sejak digigit hewan.

Jika Anda mengalami gejala rabies lanjutan setelah digigit hewan liar dalam kurun waktu sekitar 1 bulan, segera periksakan diri ke dokter.

Pengobatan Rabies

Penanganan rabies harus dilakukan sesegera mungkin setelah seseorang tergigit atau dicakar hewan yang diduga terinfeksi virus rabies. Tujuannya adalah untuk mencegah virus menyebar ke otak dan menimbulkan gejala yang berbahaya.

Jika Anda baru saja digigit hewan yang diduga terinfeksi virus rabies, lakukan hal-hal berikut sebagai langkah pertolongan pertama.

Bila mengalami perdarahan aktif, tekan bagian yang terluka dengan kain bersih atau kain kasa untuk menghentikan perdarahan, cuci luka gigitan atau cakaran menggunakan air dan sabun, selama 10–15 menit, setelah itu, oleskan alkohol 70% atau cairan antiseptik yang mengandung povidone iodine ke luka tersebut, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Setelah sampai di rumah sakit, dokter akan membersihkan luka gigitan atau cakaran, kemudian memberikan serum dan vaksin rabies.

Tujuannya adalah untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus rabies sehingga infeksi dan peradangan pada otak dapat dicegah.

Akan tetapi, virus rabies yang telah menginfeksi otak akan lebih sulit ditangani, karena belum diketahui metode yang benar-benar efektif untuk mengatasinya.

Komplikasi Rabies

Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Begitu gejalanya muncul, dapat dipastikan virus rabies sudah menginfeksi otak sehingga kondisi penderita bisa memburuk dengan cepat. Akibatnya, penderita dapat mengalami komplikasi seperti gagal napas, koma, henti jantung hingga kematian.

Pencegahan Rabies

Rabies dapat dihindari dengan melakukan sejumlah upaya dengan melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan yaitu anjing dan kucing, menutup lubang atau celah di rumah yang bisa menjadi sarang hewan liar, menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang menunjukkan gejala rabies, melapor ke lembaga pengendalian hewan jika muncul hewan-hewan liar serta mengajari anak-anak untuk tidak menyentuh hewan liar. (**)

Penulis: Redaksi

Tags: anjing rabiescamat Cibalgigitan anjing rabieshewan pengidap rabieskorban anjing rabiespenyakit rabiesrabiesrabies di ManggaraiVaksin Anti Rabies

BacaJuga

Penertiban Hewan Penular Rabies jenis Anjing di Desa Rado, Kecamatan Cibal - Foto: Istimewa

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

12 August 2026
Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

4 August 2026

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

20 June 2026

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

9 June 2026

ARTIKEL TERKINI

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026
Penertiban Hewan Penular Rabies jenis Anjing di Desa Rado, Kecamatan Cibal - Foto: Istimewa

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

12 August 2026

Dukungan PAUD Satar Loung Bagi Akses Pendidikan Anak Disabilitas di Desa Satar Loung

10 August 2026

Sosialisasi Dapodik Versi 2027, Kadis PPO Manggarai Ingatkan Kepsek Bentuk Tim Pencari Anak Tidak Sekolah

7 August 2026

BANYAK DIBACA

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

Dukungan PAUD Satar Loung Bagi Akses Pendidikan Anak Disabilitas di Desa Satar Loung

Sosialisasi Dapodik Versi 2027, Kadis PPO Manggarai Ingatkan Kepsek Bentuk Tim Pencari Anak Tidak Sekolah

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores