• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Friday, August 7, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Ketua Dekranasda Manggarai Kukuhkan 24 Pengurus dari 12 Kecamatan

by Berita Flores
7 August 2026
in BERITA
A A
0

Ketua Dekranasda Manggarai Kukuhkan 24 Pengurus dari 12 Kecamatan - Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai, Meldyanti H. M Nabit secara resmi mengukuhkan sebanyak 46 pengurus Dekranasda tingkat kecamatan se-kabupaten Manggarai.

Pengukuhan ketua dan wakil ketua Dekranasda Kecamatan sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Tingkat Kabupaten Manggarai tersebut berlangsung di aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, pada Sabtu, 01 Agustus 2026.

Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Rencana Kerja Jangka Menengah Dekranasda Manggarai guna menyelaraskan program kerja dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa.

Rakerda yang membahas program strategis daerah itu bertajuk ” Kolaborasi Mendukung Pengembangan Mendukung Inkubasi Tenun Tradisional Manggarai”.

Dalam kegiatan Rakerda tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai, Meldyanti H. M Nabit, memaparkan kekayaan motif tenun khas daerah.

Ia juga mengedukasi para Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Kecamatan untuk aktif mendata penenun serta menelusuri benda-benda peninggalan leluhur.

Langkah kolaboratif antara Dekranasda kabupaten dan kecamatan ini ditujukan untuk memetakan sebaran serta jumlah penenun secara akurat sesuai standar organisasi.

Meldyanti juga memberikan penjelasan mendalam mengenai pengembangan inkubasi tenun tradisional Manggarai. Menurutnya, program ini krusial untuk menyebarluaskan informasi mengenai 19 motif songke dan 8 jenis tenun tradisional Manggarai agar tetap lestari.

Edukasi tersebut mencakup tata cara penggunaan kain songke yang tepat dalam berbagai ritual adat maupun acara resmi pemerintahan agar pemahaman nilai budaya mengakar kuat di seluruh wilayah.

Lebih lanjut, Meldyanti menjelaskan sistem kerja Dekranasda ke depan. Salah satu target jangka panjang yang sedang didorong adalah pendirian museum tenun tradisional di Kabupaten Manggarai.

Museum ini akan berfungsi sebagai pusat pelestarian, dokumentasi budaya, sekaligus wadah pameran hasil tenun lokal.

Ia menegaskan, selain membahas kelestarian budaya, fokus utama Rakerda ini adalah merumuskan strategi matang untuk mendorong produk perajin lokal agar dapat dipasarkan secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Kebutuhan pasar lokal untuk kain songke saat ini sudah sangat kuat, apalagi didukung oleh daya beli masyarakat Manggarai yang tergolong tinggi terhadap kain khas ini,” ungkapnya.

Tak hanya di dalam daerah lanjut dia, permintaan dari luar daerah pun melonjak signifikan. Berkat kreasi para perajin yang terus melahirkan motif berkualitas, kain songke kini menjelma menjadi pilihan utama dalam setiap momentum penting.

“Saat ini, orang Manggarai dengan penuh percaya diri memakai pakaian dari kain Songke untuk menghadiri acara-acara resmi di luar daerah,” terang Meldyanti.

Sebab, fenomena ini juga terlihat nyata di tingkat nasional. Kain songke kerap dikenakan dalam acara pernikahan, prosesi wisuda, hingga berbagai agenda perkumpulan warga diaspora Manggarai yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Kupang, Papua, dan provinsi lainnya.

Diketahui, Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Wakil Ketua Dekranasda Apolonia Ijuk, perwakilan dari Bapperinda Kabupaten Manggarai, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Frumencius Linus Tojo Kurniawan. Hadir pula para Camat, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), serta perwakilan pengurus Dekranasda dari 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Manggarai.**

Laporan : Yhono Hande

Tags: DekranasdaDekranasda Kabupaten Manggaraitenun daerah

BacaJuga

Sosialisasi Dapodik Versi 2027, Kadis PPO Manggarai Ingatkan Kepsek Bentuk Tim Pencari Anak Tidak Sekolah

7 August 2026

Anggaran Revitalisasi Capai Rp 1 Miliar Jangkau SMPN Satap di Pulau Mules

7 August 2026

Tersentuh Program Revitalisasi, SMPN 3 Satar Mese Barat Akhirnya Bebas dari Hunian Ruang Kelas Rusak Berat

7 August 2026

Akhir Turnamen Anak U-15 di Cibal, Desa Pinggang dan Bea Mese Tarung di Partai Final

7 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Sosialisasi Dapodik Versi 2027, Kadis PPO Manggarai Ingatkan Kepsek Bentuk Tim Pencari Anak Tidak Sekolah

7 August 2026

Anggaran Revitalisasi Capai Rp 1 Miliar Jangkau SMPN Satap di Pulau Mules

7 August 2026

Tersentuh Program Revitalisasi, SMPN 3 Satar Mese Barat Akhirnya Bebas dari Hunian Ruang Kelas Rusak Berat

7 August 2026

Akhir Turnamen Anak U-15 di Cibal, Desa Pinggang dan Bea Mese Tarung di Partai Final

7 August 2026

BANYAK DIBACA

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

SDN Rabok-Manggarai Tersentuh Program Revitalisasi Rp 1,4 Miliar, Rehab dan RKB

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores