RUTENG, BERITA FLORES – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memperkuat sektor pertanian dengan menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan daerah.
Keseriusan ini diwujudkan melalui rencana pendistribusian 1,1 juta anakan kopi yang dijadwalkan berlangsung antara September hingga Oktober tahun ini.
Bupati Manggarai, Hery Nabit, saat meninjau lokasi persemaian kopi di Desa Paka, Kecamatan Satar Mese mengatakan pengembangan sektor kopi adalah langkah strategis mengingat kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sangat dominan.
Berdasarkan data tahun 2025, ekonomi Kabupaten Manggarai tumbuh sebesar 5,09%, sebuah tren positif jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya 0,89%.
Dari angka tersebut, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyumbang porsi terbesar yakni 21,16%, disusul sektor Konstruksi (13,09%), Perdagangan (11,26%), serta Informasi dan Komunikasi (10,21%).
“Pertumbuhan ini mencerminkan sinergi lintas sektor. Kita memiliki banyak lahan potensial yang masih kosong. Istilahnya bukan lahan tidur, tapi mungkin kita yang selama ini kurang optimal memanfaatkannya. Inilah saatnya kita bergerak bersama petani,” kata Bupati Hery, Rabu (8/4/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Ferdinandus Ampur, menjelaskan bahwa pertanian tetap menjadi motor penggerak ekonomi utama di Manggarai.
Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, pemerintah kini tengah melakukan persemaian benih kopi pilihan yang dinilai cocok dengan iklim setempat.
“Ada dua jenis kopi dengan empat varietas terbaik yang disemai, yaitu Arabika varietas Gayo dan Komasti, serta Robusta varietas Hibiro 1 dan Hibiro 2. Fokus pengembangan di Manggarai adalah Arabika Gayo dan Komasti,” ujar Ferdinandus.
Ferdinandus menambahkan, bibit tersebut akan dibagikan kepada Calon Petani Calon Lahan (CPCL) setelah masa persemaian mencapai 7-8 bulan atau saat tinggi tanaman telah mencapai minimal 20 cm di atas polybag (koker).
“Saat ini sudah ada 1.000 hektare lahan CPCL yang mengajukan penawaran ke dinas. Namun, kami akan memprioritaskan CPCL berbasis kawasan untuk memudahkan pemantauan dan pendampingan, seperti di Lolang dan Jong yang luasnya mencapai 110 hektare. CPCL yang terpencar akan kami upayakan pada tahun berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Win, penanggung jawab PT Triwana Lestari Abadi selaku pihak yang menangani persemaian, merinci bahwa total bibit yang dikelola di Desa Paka mencapai 1,6 juta anakan.
Sebanyak 1,1 juta bibit Arabika dialokasikan untuk Kabupaten Manggarai, sedangkan 500.000 bibit Robusta diperuntukkan bagi Kabupaten Manggarai Barat. Proyek ini juga berdampak pada ekonomi warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja.
“Kami mempekerjakan sekitar 100 warga lokal untuk pembersihan area dan pengisian koker dengan upah harian Rp90 ribu. Selain itu, masyarakat dilibatkan dalam pengadaan bambu untuk tenda persemaian seluas 2 hektare serta penyediaan pupuk kompos,” jelas Win.
Turut Hadir Penjabat Sekda, Lamber Paput, beberapa Kepala OPD, Kapolsek Satar Mese dan Danramil Satar Mese.
Laporan: Yhono Hande





