• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, November 5, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Respon Tuntutan Masa Aksi, Bupati Hery: ‘Tidak Ada Niat  Hancurkan Alam, Apalagi Merusak Budaya Warga Poco Leok’

by Berita Flores
4 March 2025
in HEADLINE
A A
0

Masa Aksi saat Beraudiens dengan Bupati Manggarai - Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITAFLORES – Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, menegaskan jika dirinya atasanama pemerintah Kabupaten Manggarai tidak memiliki niat buruk dan tunggal sedikitpun untuk menghancurkan alam dan budaya masyarakat Poco Leok.

Bupati Hery berkata, tidak ada niat sedikitpun untuk mengganggu kenyamanan hidup, merusak alam apalagi merusak budaya di wilayah itu.

“Niat saya diawal itu menyediakan listrik untuk seluruh anak-anak Manggarai dimanapun berada. Sekali lagi saya tekankan, tidak ada niat sedikitpun mengganggu kenyamanan hidup, merusak alam dan lingkungan, apalagi budaya kita di Manggarai, karena tidak ada bedanya budaya kita di Poco Leok dengan seluruhnya di wilayah kabupaten Manggarai,” tegasnya.

Penegasan Bupati Hery ini disampaikan saat beraudiens dengan sekelomopok massa aksi mengatasnamakan ‘Pemuda Poco Leok’ di Aula Nuca Lale, kantor Bupati Manggarai, pada Senin 3 Maret 2025.

Saat beraudiens dengan masa aksi, Tadeus Sukardi, salah satu dari masa aksi menyinggung soal adat warga setempat dan meminta kepada Bupati Hery agar Surat Keputusan (SK) Penetapan Lokasi (Penlok) pembangunan proyek Geothermal Poco Leok, dicabut kembali.

Bupati Hery lalu merespon pernyataan tersebut dengan mengatakan jika pihaknya menerbitkan SK Penlok pembangunan proyek Geothermal di wilayah Poco Leok, telah melewati semua tahapan sejak awal.

“Di awal sejauh yang saya bisa pahami, tidak banyak orang yang menolak tetapi dalam perjalanannya ada banyak perubahan-perubahan, ya kita pahami juga perubahan-perubahan itu. Hal ini yang terus kita dialoq secara terus menerus. Kehadiran Pemuda Poco Leok saat ini langkah baru untuk membuka ruang komunikasi. Di waktu-waktu mendatang kami bisa berkunjung kesana (Poco Leok) untuk membicarakan terus hal ini,” katanya.

Sementara terkait adat, Bupati Hery Nabit menyebut jika diawal kegiatan tersebut pemerintah daerah kabupaten Manggarai telah melakukan berbagai proses seperti ‘Tabe Gendang’.

“Dan sudah digelar. Awal menurut saya tidak terlalu banyak penolakan namun ada, saya tidak mengatakan semua menerima. Kita mengakui ada penolakan tetapi tidak terlalu banyak. Itu yang kemudian pemerintah memutuskan untuk jalan terus tetapi disi lain tetap membangun komunikasi dan tidak pernah menutup komunikasi tetapi kegiatan tetap jalan terus,” jelasnya.

Bupati Hery lalu menerangkan, di kabupaten Manggarai satu-satunya sumber kelistrikan itu dari Geothermal dan  hanya ada di wilayah Poco Leok, kecamatan Satar Mese.

Sementara, kondisi negara saat ini sedang sulit untuk menggunakan bahan bakar solar (Diesel) untuk menjadi sumber listrik.

“Masyarakat Manggarai seluruhnya sangat bergantung dengan Poco Leok untuk kebutuhan ketersediaan energi listrik,” katanya.

“Kalau dengan menggunakan bahan bakar solar (diesel) pasti akan sangat mahal apalagi kondisi negara sedang sulit. Sumber listrik yang murah itu adalah melalui energi baru terbarukan (geothermal),” sambung Bupati Hery.

Pemenuhan Kebutuhan Energi Listrik

Saat ini jelas bupati Hery Nabit, kebutahan energi listrik terus meningkat, tidak saja dipengaruhi oleh banyaknya penduduk di suatu wilayah tetapi juga faktor aktifitas ekonomi penduduk yang terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Semakin tinggi aktifitas ekonomi maka akan semakin besar kebutuhan akan energi listriknya,” jelasnya.

Diterangkannya, ketersedian energi listrik yang memadai akan memacu perkembangan pembangunan daerah seperti sektor industri, bisnis, pelayanan publik dan bahkan kualitas hidup masyarakat dengan semakin banyaknya warga yang menikmati energi listrik. Hal itu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat kita.

“Kebutuhan listrik itu bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja tetapi juga untuk kebutuhan-kebutuhan industri seperti di Kecamatan Reo misalnya untuk cold storage (ruangan pendingin) usaha-usaha yang membutuhkan daya listrik tinggi. Tetapi karena kekurangan daya listrik maka tidak bisa bangun pabrik pengolahan ikan segar disana (kecamatan Reo),” bebernya. (**)

Laporan: Adrianus Paju

Tags: #LISTRIK DI MANGGARAIAKSI DEMONSTRASI WARGA POCO LEOKALAM POCO LEOKBUDAYA POCO LEOKBUPATI HERY NABITDEMO WARGA POCO LEOKGEOTHERMAL POCO LEOKPENEGASAN BUPATI MANGGARAI

BacaJuga

Korban Gempa Flores Masih Dibebani Angsuran Pinjaman KUR

Korban Gempa Flores Masih Dibebani Angsuran Pinjaman KUR

2 October 2026
Dari Tenda Darurat ke Huntara; Harapan Baru Penyintas Gempa di Satar Ngkeling Manggarai

Dari Tenda Darurat ke Huntara; Harapan Baru Penyintas Gempa di Satar Ngkeling Manggarai

2 October 2026
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Bupati Manggarai Tetapkan Status Transisi Pemulihan Selama 90 Hari

Masa Tanggap Darurat Berakhir, Bupati Manggarai Tetapkan Status Transisi Pemulihan Selama 90 Hari

28 September 2026
Bank NTT Beri Penangguhan Kredit kepada Nasabah Terdampak Gempa Flores

Bank NTT Beri Penangguhan Kredit kepada Nasabah Terdampak Gempa Flores

23 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Golkar Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Manggarai

Golkar Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Manggarai

3 November 2026

Sekolah Lapang Gempa Bumi di Manggarai, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana

1 November 2026

Ngebut, Pengerjaan Proyek Revitalisasi Rp 2,1 Miliar di SMPN 1 Cibal  Dipastikan Rampung Sesuai Deadline

1 November 2026
Stefany Emilia Diharjo Didampingi Kuasa Hukumnya saat Berada di Halaman Kantor Polres Manggarai - Foto: Beritaflores

Mengaku Hilang Barang Bernilai Puluhan Juta Rupiah, Stefany Diharjo Laporkan EH ke Polisi 

29 October 2026

BANYAK DIBACA

Mengaku Hilang Barang Bernilai Puluhan Juta Rupiah, Stefany Diharjo Laporkan EH ke Polisi 

Ngebut, Pengerjaan Proyek Revitalisasi Rp 2,1 Miliar di SMPN 1 Cibal  Dipastikan Rampung Sesuai Deadline

BRI Salurkan Ambulans Dukung Layanan RSUD Ruteng

Sekolah Lapang Gempa Bumi di Manggarai, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana

AHP Singgung Perjuangan Bung Karno di Ende Saat Kegiatan Gerakan Kebajikan Pancasila di Ruteng

Pemda Manggarai Gunakan Anggaran Rp 4,4 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Puni Ruteng

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores