RUTENG, BERITA FLORES – Sebanyak tujuh unit hunian sementara (huntara) sedang dibangun di Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Flores-Nusa Tenggara Timur (NTT)
Dari jumlah tersebut, dua unit telah rampung, sedangkan lima unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
“Kita upayakan secepatnya rampung,” ujar Hilarius Rivaldo Pandung, seorang vendor kepada wartawan Kamis, 1 Oktober 2026.
Adrianus Ganco, salah satu penerima berkata, ia dan istri serta tiga anaknya sudah dua hari tinggal di huntara yang sebelumnya menghuni di sebuah tenda darurat.
“Saat ini, kami sudah bisa menikmati rumah sementara yang dibangun untuk kami”, ujarnya.
Adrianus merupakan salah satu warga penyintas gempa Flores. Pada Agustus lalu, rumah permanen berukuran 9 x 12 miliknya ambruk seketika hingga rata tanah akibat goncangan gempa bermagnitudo 7.7.
“Kerugiannya mencapai sekitar Rp100 juta lebih,” sebutnya.
Dia berharap, huntara bisa menjadi tempat tinggal sementara mereka sampai rumah tetap selesai dibangun.
“Kami sangat menunggu rumah tetap tersebut,” ucap dia penuh harap.
Dalam pembangunan huntara, ia tidak mengeluarkan uang dari sakunya untuk biaya apa pun. “Kami tinggal tidur dan menerima kunci,” tukas dia.
Antonius Lesing, warga lainnya mengaku bahwa huntara-nya sedang dalam proses pembangunan.
Saat ini, ia bersama keluarganya masih tinggal di tenda darurat. Mereka belum berani masuk ke rumah dan memilih membiarkannya kosong.
“Kami belum berani masuk ke rumah,” jelas dia.
Rumah Adrianus sebelumnya berlantai dua dan berdinding tembok.
Ia melihat rumahnya sudah tidak layak lagi dihuni. Hampir sebagian dinding bangunan sudah roboh. Lantai rumah juga sudah retak.
Antonius merasa pilu lamanya hidup di tenda darurat. Karena itu, ia mengharapkan bangunan huntara secepatnya rampung, apalagi sekarang memasuki musim hujan.
Ia mengaku ditawarkan jadi tukang dalam pengerjaan tersebut. Bagi dia, tawaran pekerjaan tersebut sangat terbantu karena bisa mendapatkan penghasilan di tengah musibah, meskipun sedikit.
“Saya merasa terbantu,” katanya.
Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Asep Dedy Armadi bilang, pembangunan huntara akan dilaksanakan selama tiga tahap. Sementara tahap kedua dan ketiga masih dalam proses verifikasi dan validasi.
Dia berkata, total keseluruhan huntara yang akan dibangun dalam tiga tahap ini berjumlah 1.494 unit.
Namun data tersebut belum final karena pendataannya masih terus berjalan dan dalam proses sanggahan.
“Untuk yang terinput saat ini total sebanyak 1.494 unit rumah rusak berat yang akan dibangun huntara, tetapi belum final karena proses pendataan dan sanggahan sedang berjalan,” kata Asep belum lama ini.
Penulis: Adeputra Moses





