RUTENG , BERITA FLORES – Revitalisasi SMPN 1 di Cibal, Kecamatan Cibal, kabupaten Manggarai, NTT memasuki tahap pelaksanaan dan ditargetkan selesai pertengahan Desember 2026.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman.
Penanggung jawab proyek pembangunan SMPN 1 Cibal, Adrianus S. Sudu mengatakan, saat ini pengerjaan revitalisasi telah memasuki tahap pelaksanaan. Ia yakin proyek pembangunan yang dimulai sejak pertengahan Oktober lalu dan selesai sesuai target yakni Desember.
“Kita punya sudah memasuki tahap pelaksanaan, pembangunan ini berlangsung selama 90 hari kalender. Deadline hingga Desember, progres dimaksimalkan agar selesai sesuai target. Kami optimistis pengerjaan revitalisasi SMPN 1 akan tepat waktu,” kata Adrianus, Kamis (29/11/2026).
Ia menjelaskan, total anggaran yang di kucurkan dalam revitalisasi ini sebesar Rp. 2.193.647.000 yang bersumber dari APBN tahun 2026 dan dilaksanakan melalui skema swakelola.
Menurut Adrianus, dari total anggaran digelontorkan it, akan di bangun beberapa item pekerjaan meliputi, rehab ringan 3 ruang kelas , kemudian rehab berat sebanyak 6 ruang kelas, rehab ruang administrasi dan penataan lingkungan (pagar keliling).
“Total semua yang rehab itu ada 10 ruang kelas dan administrasi termasuk penataan lingkungan sekolah. Pekekerjaan itu seperti penggantian atap, plafon, kusen, hingga pemasangan keramik dan beberapa item lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh P2SP yang dibentuk sekolah dengan melibatkan unsur komite dan masyarakat. Sementara tenaga kerja yang digunakan berasal dari masyarakat lokal yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
Meski berkejaran dengan waktu, Adrianus memastikan pengerjaan revitalisasi akan tetap mengutamakan kualitas dan standar ditetapkan. Pengerjaan revitalisasi diawasi berbagai pihak.
“Tak hanya mengejar timeline pengerjaan, revitalisasi ini dipastikan menggunakan material dengan standar yang baik. Hal itu guna memastikan tidak ada kendala apapun saat gedung baru dengan 2 tingkat ini beroperasional untuk aktifitas belajar mengajar SMPN 1,” ungkapnya.**
Laporan : Yhono Hande





