RUTENG, BERITAFLORES – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ruteng menyalurkan bantuan mobil ambulans jenis Suzuki APV melalui program BRI Peduli untuk mendukung pemulihan layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng.
Program BRI Peduli merupakan wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh PT BRI.
Bantuan tersebut diserahkan Pimpinan Cabang BRI Cabang Ruteng, Akarius Armayadi P diterima Bupati Manggarai Herybertus Nabit dan Direktur RSUD Ruteng, Dokter Oktavianus Yanuarius Ampur di rumah sakit lapangan Frans Sales Lega Ruteng pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Dokter Oktavianus Yanuarius mengemukakan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar alat transportasi, namun wujud kepedulian BRI dalam mendukung pelayanan kesehatan di Manggarai.
Ia berkata, bantuan itu sangat berarti bagi rumah sakit untuk memenuhi keperluan rujukan maupun kebutuhan lainnya.
“Kami sadar bahwa peningkatan pelayanan kesehatan ini tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit sendiri.”
Namun, menurutnya, dukungan dan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga seperti BRI, sangat dibutuhkan.
“Saat ini BRI sendiri hadir bersama kami, berkontribusi untuk memberikan bantuan sebuah unit mobil ambulans ke RSUD Ruteng,” katanya.
Ia berharap agar kepedulian BRI menjadi inspirasi bagi pihak lain demi pelayanan berkualitas, meningkatkan kecepatan, serta ketepatan dalam pelayanan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan ambulans ini sebaik-baiknya secara bertanggung jawab dan secara profesional,” tuturnya.
Sementara Akarius Armayadi P berkata, mobil bantuan tersebut tiba tidak lama setelah gempa pada Agustus lalu.
“Lalu mobil ini di pertengahan Oktober sudah datang di sini.”
Akarius bilang, semua itu berkat kekuatan doa, terlebih masih ada pasien yang dirawat di rumah sakit lama di Nekang, Ruteng.
Karena itu, pengadaan mobil ambulans sangat dibutuhkan.
“Kalau sebelumnya di rumah sakit beberapa pasien ketika harus dipindahkan ke ruang lain tinggal dorong. Kalau sekarang, beberapa fasilitas itu masih harus menggunakan rumah sakit yang lama,” ungkapnya.
Akarius berharap agar bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi rumah sakit. Kepada para tenaga kesehatan, ia juga berharap tetap tegar dan semangat dalam pelayanan.
“Harapan kami akan secepatnya bisa mendapatkan gedung yang definitif, gedung yang permanen,” katanya.
Herybertus Nabit menyampaikan apresiasi kepada BRI yang sejak awal pascagempa sudah memberikan banyak perhatian bagi masyarakatnya.
Dalam penanganan gempa, kata dia, tentunya punya porsi masing-masing. Keterlibatan semua pihak membuat penanganan pascagempa di daerahnya lebih tenang dan efektif.
“Kami sangat menghargai mengapresiasi dan mengucap terima kasih untuk partisipasi dari BRI.”
Ia berkata, ambulans sangat penting untuk pelayanan di rumah sakit.
Kebutuhan memang banyak. Namun Nabit meyakini akan satu per satu dipenuhi seiring banyak orang baik yang datang membantu.
Dia meminta dukungan masyarakat agar upaya penyediaan rumah sakit permanen dapat berjalan lancar.
Saat ini, menurutnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sedang mengerjakan atau menyiapkan bangunan berbentuk kontainer yang akan digunakan sebagai ruang operasi di rumah sakit.
“Kemudian yang sedang dikerjakan berikutnya adalah rumah sakit gedung modulan untuk pelayanan yang lain,” ungkapnya.
Nabit bilang, tidak semua tenda yang saat ini digunakan untuk pelayanan dan perawatan pasien akan diganti.
Namun hanya beberapa tenda yang berfungsi sebagai fasilitas perawatan yang akan digantikan dengan bangunan modular.
“Tentu akan lebih baik, lebih tahan hujan walaupun tidak tahu tahan angin atau tidak,” jelasnya. (AP).





