• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, April 30, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Plan Indonesia Sukses Dorong Kelompok Disabilitas Bangun Aksesibilitas Jamban

by Redaksi Berita Flores
8 June 2021
in BERITA, HEADLINE, KESEHATAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES – Yayasan Plan International Indonesia (YPII) atau Plan Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai, Flores-NTT berhasil mendorong kelompok disabilitas tuna daksa untuk membangun aksesibilitas jamban yang baik.

Tuna daksa adalah kondisi orang yang memiliki anggota tubuh tidak sempurna atau kerap disebut sebagai disabilitas fisik.

Field Officer Yayasan Plan International Indonesia, Yohanes Emanuel Lele mengatakan, saat ini sebanyak tiga rumah milik kelompok disabilitas di Desa Ling, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dikunjungi Plan Indonesia bersama Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL).

WC atau jamban milik kelompok disabilitas di Desa Ling. (Foto: Plan Indonesia).

“Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan akses jamban yang baik bagi kaum disabilitas. Kami melakukan monitoring untuk memastikan aksesibilitas jamban yang baik bagi kaum disabilitas,” ujarnya kepada wartawan di Ruteng Selasa, 8 Juni 2021.

Yohan mengungkapkan, awalnya kelompok disabilitas di desa itu menggunakan WC atau jamban di tempat yang curam. Bahkan jaraknya sekitar 50 meter dari rumah mereka. Namun setelah kunjungan Pokja AMPL bersama Plan Indonesia ke rumah kelompok disabilitas pada Nevomber 2020 lalu, akhirnya mereka membangun jamban permanen dengan mengeluarkan biaya sendiri.

Regina Mawul (kiri) yang sedang duduk merupakan seorang penyandang disabilitas tuna daksa. Tanda panah merah adalah alat bantu/pegangan saat Regina menuju jamban atau WC. (FOTO: Plan Indonesia).

“Setelah kunjungan kami, kelompok disabilitas kemudian membangun jamban permanen jenis leher angsa. Bahkan mereka mengeluarkan biaya sendiri sebesar Rp5 juta,” pungkas Yohan.

Karena itu, Pemerintah Kecamatan Satar Mese Utara bersepakat dengan Pemerintah Desa Ling untuk memberikan stimulan yakni memberikan bantuan rumah layak huni pada tahun 2021 ini.

“Pemerintah Desa dan Kecamatan lalu mengapresiasi dengan memberikan stimulan bantuan rumah layak huni untuk kelompok disabilitas tersebut,” pungkas dia.

Yohan menjelaskan, sejumlah petugas terdiri dari Tim STBM Kecamatan, Kepala Puskesmas Langke Majok, Bhabinkamtibmas, Babinsa, sanitarian, petugas PKH, pendamping desa, bidan, PKK Kecamatan, Petugas YPII, Provincial Coordinator (PC) YPII dan Field Officer (FO) YPII melakukan monitoring ke rumah milik panyandang disabilitas.

Provincial Coordinator Project WfW Yayasan Plan International Indonesia (YPII) Julliani F. Talan didampingi sejumlah petugas saat melakukan monitoring di Desa Ling. (Foto: Plan Indonesia).

“Untuk memastikan apakah penyandang disabilitas mudah mengakses jamban atau tidak,” terang dia.

Menurut Yohan, saat kegiatan monitoring di Desa Ling, ada sebanyak tiga rumah milik penyandang disabilitas dikunjungi petugas. Kabar positif yang terjadi adalah ada satu unit rumah penyandang disabilitas yang memiliki alat bantu (pegangan) menuju jamban.

“Dari tiga rumah milik panyandang disabilitas tuna daksa, dua di antaranya yang belum memiliki pegangan/alat bantu menuju jamban, sudah menjadi komitmen bersama untuk membantu penyediaan alat bantu sederhana oleh pihak tim STBM Desa,” pungkas Yohan. (R11/RED).

Tags: AKSESIBILITAS JAMBAN BAGI DISABILITASKELOMPOK DISABILITASKELOMPOK DISABILITAS DI MANGGARAIPLAN INDONESIA

BacaJuga

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

30 April 2026

Anggota DPRD Arlan Nala Tawarkan Investor Bangun Pabrik Porang di Wilayah Cibal Barat

30 April 2026

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

30 April 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

ARTIKEL TERKINI

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

30 April 2026

Anggota DPRD Arlan Nala Tawarkan Investor Bangun Pabrik Porang di Wilayah Cibal Barat

30 April 2026

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

30 April 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

BANYAK DIBACA

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

Gantikan Frans Pait di Cibal, Camat Bertin Komit Bangun Cibal sesuai Petunjuk RPJMD Bupati Manggarai

Lantik 11 Kepala Puskesmas, Wabup Fabi Abu Serukan Masalah Stunting hingga Angka Kematian Ibu dan Bayi 

Basis di Reo dengan Legalitas Jelas, PT Agro Porang Nusantara Komitmen Bangun Industri yang Ramah Lingkungan

Saberkol pada Sejumlah Sekolah di Cibal, Kadis PPO Ingatkan Guru Tuntaskan Literasi Anak

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores