• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Sunday, September 20, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home OPINI

Melirik Desa Kakor dari Berbagai Aspek

by Redaksi Berita Flores
5 November 2020
in OPINI
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rofinus Taruna Baru

Desa Kakor adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Orang Kakor aslinya dari Modo, nama kakor diambil dari menurut mitos bahwa pada jam 12 malam ada naga kakor yang berkokok. Terkenalnya kakor sudah sejak zaman kerajaan, kakor berdiri tahun 1955. Dalam tatanan berdesa Desa Kakor bisa dikatakan desa yang paling istimewa di daratan Lembor Selatan. Bila ditinjau dari berbagai aspek diantaranya: Ekonomi, Politik, Sosial, Sarana dan Prasarana, Adat dan Budaya.

Aspek ekonomi, secara ekonomi masyarakat desa kakor luar biasa sekali hal itu ditandai bahwa masing-masing individu berjuang, persaingan ekonomi di desa kakor persaingan sehat, militansi ekonomi sangat bagus, mental orang kakor baik, menyekolahkan anaknya. Kalau diambil secara individu pada dasarnya semua sama cuman polanya saja yang berbeda, di desa kakor menggunakan pola sistem ekonomi gotong royong itu yang tidak dimiliki oleh desa-desa lain sebagai contohnya adalah kalau buat rumah masyarakat desa kakor menggunakan pola “sistem arisan”. Disamping itu pula desa Kakor penghasil padi jika dibandingkan dengan desa lain yang ada di Kecamatan Lembor Selatan. Masyarakat desa kakor mayoritas petani, rata-rata di desa kakor panennya 4 kali dalam setahun, hal ini dikarenakan air yang mengalir didesa kakor tidak pernah berhenti jika dibandingkan dengan desa lain yang ada di Kecamatan Lembor Selatan. Karena kondisi ekonomi inilah yang membuat orang kakor tidak pernah merasakan kelaparan.

Aspek politik, secara emosional politik desa kakor ini sudah mapan berbeda pandangan itu sangat dihargai cuman tokoh-tokoh yang lahir atas dasar politik yang sukses tapi tidak pernah tampil ke desa untuk memberikan ucapan terimakasih ke desa. Kakor punya nama besar dipanggung politik tapi tidak pernah melahirkan regenerasi. Kalau mau kakor ini gudang politisi maka yang sukses di panggung politik harus ada sistem kaderisasi ataupun mereka harus balik kampung. Secara pola pikir dalam berpolitik masyarakat desa kakor selalu menjadi pemilih cerdas dalam artian bahwa meskipun situasi politik kian memanas, tapi hal ini tidak membuat masyarakat desa kakor saling bermusuhan hingga sampai dendam.

Aspek sosial, secara tatanan sosial masyarakat desa kakor selalu mengedepankan rasa kemanusian dan sikap saling peduli terhadap sesama hal ini bisa kita lihat bahwa ketika ada tetangga yang merasa kekurangan maka, tetangga disampingnya pasti selalu memberikan pinjaman. Hal inilah yang membuat masyarakat desa kakor merasa disegani oleh banyak orang serta rasa saling menolong sesama yang membutuhkan bantuan. Sarana dan prasarana, bila dilihat dari sarana prasarana desa kakor sudah maju, suka atau tidak suka orang yang masuk dikakor sebagai desa penerang untuk kabupaten manggarai barat.

Aspek adat dan budaya, secara adat dan budaya desa Kakor gagal, nilai-nilai budaya secara otentik budaya yang ada di desa Kakor sudah hilang hal ini disebabkan karena perkembangan zaman. Contoh dari segi budaya yang hampir hilang di desa Kakor ritual kampung “Penti” ritual adat “Penti” identitas diri orang manggarai lebih khusus orang Kakor. Untuk itu kalau mau desa Kakor paham tentang Adat dan Budaya nya harus belajar keluar seperti ke Kuwus dan Satar Mese

Penulis adalah Mantan Anggota Politik Kampus GMNI Komisariat STPMD “APMD” Yogyakarta 2017-2018, sekaligus Mantan Wakil Ketua Korps Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (KOMAP) STPMD “APMD” Yogyakarta 2018-2019.

Tags: DESA KAKORROFINUS TAHUN BARU

BacaJuga

Ketika Kekerasan Menghapus Rasa Aman dalam Rumah Tangga

19 June 2026

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

12 June 2026

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

9 June 2026

Pastoral yang Membumi: Hadir dan Mendengar Suara Umat

1 March 2026

ARTIKEL TERKINI

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

BANYAK DIBACA

Wabub Manggarai: 50 Tahun SDK Ruteng V Ciptakan SDM Unggul

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

LSM Ilmu yang Dipimpin Doni Parera Dituding Biang Kerok Kisruh Tanah Adat di Mabar

Temuan Korupsi Mega Proyek CSSD dan Laundry RSUD Ruteng, Negara Merugi Hingga Lebih dari Rp16 Miliar

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Sukseskan Tour de EnTeTe, Kapolres Manggarai Imbau Masyarakat Kendalikan Hewan Peliharaan di Sekitar Rute Lintasan

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores