• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, June 17, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Masalah Sampah di Labuan Bajo Dibahas di Istana

by Redaksi Berita Flores
14 November 2017
in HEADLINE, PENDIDIKAN
A A
1
Share on FacebookShare on Twitter

Kupang, Beritaflores.com – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, saat ini sampah menjadi masalah klasik di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Menurutnya, masalah sampah bukan hanya di Labuan Bajo, tetapi di beberapa tempat di wilayah Pulau Flores bagian barat yakni di perairan Pulau Padar dan Pulau Komodo.

Demikian diungkapkan Kadis Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu seperti dilansir Kompas.com Selasa, 14 November 2017.

Marius menyebutkan, sampah itu sebagian berasal dari tengah laut yang diduga dibuang oleh kapal barang dan juga kapal pesiar.

“Jadi ada penanganan lintas kementerian terkait masalah sampah itu. Karena banyak kapal barang dan kapal pesiar yang membuang sampahnya di tengah laut. Pada saatnya ke daratan dan menjadi masalah di Labuan Bajo dan beberapa pulau di Manggarai Barat,” kata Marius di Kupang, Senin 13 November 2017.

Bahkan beberapa bulan lalu, pihaknya sempat mengadakan rapat khusus terbatas di Istana Negara yang hanya membahas tentang masalah sampah di Labuan Bajo.

“Kita harapkan Labuan Bajo sebagai kota pariwisata internasional dan juga pintu masuk kedatangan wisatawan domestik dan internasional di bagian barat NTT, harus memberi wajah yang menyenangkan, sejuk, aman, besih, sehingga kesan itu ada pada pengunjung kita,” ucapnya.

Selain di Labuan Bajo, sampah di Pantai Lasiana dan Teluk Kupang di Kota Kupang juga masih menjadi persoalan serius. Menurutnya, pariwisata di NTT saat ini sedang “gaduh” dan itu diakui oleh menteri pariwisata.

“Gaduh yang dimaksud yang positif. Karena kegadugan itulah yang kemudian memancing para wisatawan domestik dan internasional untuk datang ke NTT. Ini berkat kerja keras semua pihak termasuk media yang setiap hari terus memublikasikan,” tutupnya.

Penulis : KH

Tags: Sampah di Labuan BajoSampah di Pulau PadarSampah Labuan Bajo

BacaJuga

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

9 June 2026

Jaksa Bantah Beri Info A1 ke Edi Hardum Terkait Kasus Dugaan Korupsi DAK DP3AKB Matim

9 June 2026

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

9 June 2026

Bupati Hery Nabit Resmi Laporkan Edi Hardum ke Polisi

30 May 2026

ARTIKEL TERKINI

379 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dilepaskan

17 June 2026

Dukungan Membludak Iringi Langkah Jurae ke Meja Panitia Pilkades Macang Tanggar

17 June 2026

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

13 June 2026

Laki Caci Manggarai Tampil Memukau pada Acara HUT ke 1 Tahun Pokdarwis Liang Bua

12 June 2026

BANYAK DIBACA

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

Damping Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Garuda di Reok, Bupati Hery: Setiap Niat Baik Biasanya Dipertemukan dengan Orang Baik

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Jaksa Bantah Beri Info A1 ke Edi Hardum Terkait Kasus Dugaan Korupsi DAK DP3AKB Matim

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores