RUTENG , BERITA FLORES – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengucurkan anggaran sebesar Rp1,607, 058,000, untuk merevitalisasi SMP Negeri 3 Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.
Bantuan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 itu mulai direalisasikan dengan pelaksanaan pekerjaan di lingkungan sekolah.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk SMPN 3 Cibal Barat yang berlokasi di desa Latung, Kecamatan Cibal Barat, adalah program pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Pekerjaan program revitalisasi ini dilaksanakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang telah ditentukan, dengan dana yang ditransfer langsung ke sekolah sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Hingga saat ini, progres pembangunan di SMPN 3 Cibal Barat itu menunjukan telah mencapai sekitar 30 persen usai berjalan kurang lebih satu bulan.
Kepala sekolah SMPN 3 Cibal Barat, Rafael Podus menyampaikan jika program revitalisasi yang ia terima saat ini merupakan hasil dari berbagai rangkaian proses yang panjang.
“Pertama, untuk mendapatkan program revitalisasi ini telah melalui beberapa tahap awal yang harus di ikuti. Dengan mengikuti semua proses atau prosedur akhirnya sekolah kami mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat dengan pagu 1,6 miliar,” kata Kepsek Rafael saat berbicara dengan Beritaflores.com, Rabu (15/07/2026) siang.
Rafael menjelaskan, pekerjaan telah mulai dilaksanakan sejak 10 Juni 2026 dengan target penyelesaian selama 150 hari kalender.
“Pekerjaan sudah mulai bulan Juni kemarin, saat itu kami mulai pengangkutan material sekaligus pengerjaan fundasi hingga sampai sekarang ada beberapa gedung yang hampir selesai dikerjakan,” ujarnya.
Ia mengaku, dari pagu 1’6 miliar tersebut mencakup beberapa item pekerjaan meliputi pembangunan ruang kelas baru (RKB), pekerjaan kantor/ruang administrasi, atau rehabilirasi ruang kelas (4 ruang), rehabilirasi ruang laboratorium IPA, serta pekerjaan interior dan perabot.
Selain itu, ada penataan lingkungan, penataan lingkungan itu kata dia adalah pembuatan TPT di setiap ruangan yang tentunya menyesuaikan dengan kondisi ruangan.
“Sejauh ini progres pekerjaan dari beberapa item pekerjaan itu telah mencapai 30 persen. Secara umum pelaksanaan berjalan sesuai rencana sebab sampai dengan saat ini tidak ada kendala karena semua meterial (berizin) selalu standby di lokasi,” ungkapnya.
Kendati demikian, seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh P2SP yang dibentuk sekolah dengan melibatkan unsur komite dan masyarakat. Sementara tenaga kerja yang digunakan berasal dari masyarakat lokal yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
“Tenaga kerja itu kami prioritaskan kepada warga desa (lokal), artinya tidak mengambil warga dari luar lokasi proyek karena tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat sekitar,” bebernya.
Kepsek Rafael menambahkan, bantuan revitalisasi ini merupakan yang pertama kali diterima SMPN 3 Cibal Barat dalam usia sekolah yang telah mencapai 11 tahun.
“Tentunya kami sangat bersyukur dan berterima atas bantuan ini. Program revitalisasi sangat membantu memperbaiki fasilitas sekolah kami,” ucapanya.
Pihak sekolah berharap pemerintah masih dapat memberikan dukungan serupa pada tahun-tahun mendatang untuk merehabilitasi bangunan lain yang belum tersentuh program revitalisasi.**
Laporan : Yhono Hande





