• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, July 16, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ada Apa di Balik Pabrik Semen?

by Redaksi Berita Flores
16 May 2020
in HEADLINE, OPINI
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Edigius Leonardus Dahal

Apakah Kita Mau Beralih ke Pabrik? Mungkin ini menjadi pertanyaan pengantar untuk saya dan untuk kita semua.

Di tengah gejolaknya kehadiran perusahaan pabrik semen, semua mata pun mengarah ke sana. Mulai dari eksekutif, legislatif hingga masyarakat biasa pun mata serta pikirannya tertuju ke rencana pendirian pabrik.

Seakan-akan pabrik semen tersebut adalah artis cantik yang membuat mata semua orang terpusat satu arah, yaitu tertuju pada rencana pemerintah untuk mendirikan pabrik semen. Sementara, untuk sektor lain dinomor duakan. Mungkin dianggap sektor-sektor itu tak seseksi pabrik itu.

Sektor apakah itu? Sektor yang dimaksud adalah sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Jika tidak salah mendengar saat mengobrol santai dengan salah satu tokoh hebat Manggarai Timur, katanya begini

“Bapak bupati termotivasi dari rumah saya sehingga menjadikan daerah Manggarai Timur itu sebagai daerah ternak dan daerah tani,”

Bapak bupati menyatakan itu di mana ia terinspirasi dari keberadaan rumah dari seorang tokoh itu yang semua isinya terbuat dari bahan atau barang-barang tradisional juga dari hasil tani. Di belakang rumahnya ada kandang kambing, babi dan beberapa ekor sapi. Maka, dari situ niat bapak bupati menjadikan daerah ini sebagai kabupaten ternak dan kabupaten yang unggul di sektor pertanian.

Baca: Di Tumbak, Aktivitas Tambang Digagalkan Meski Warga Sudah Terima Rp25 Juta

Namun, hari ini kenyataan dari pernyataan itu ternyata berbalik arah. Di mana daerah ini diwacanakan untuk mendirikan pabrik semen. Yang menjadi tragisnya adalah pada bulan Januari wakil rakyat yang merupakan representatif dari masyarakat Manggarai Timur menyatakan untuk tolak mendirikan pabrik semen, kini berbalik memberi sinyal positif kepada pemerintah untuk menyepakati mendirikan pabrik semen di daerah tercinta ini.

Sungguh sesuatu yang tidak bisa disangkal oleh masyarakat Manggarai Timur. Ko, bisa wakil rakyat berbalik arah. Untuk yang ini, kita refleksi bersama. Karena saya juga belum tahu apa dasarnya sehingga mereka berbalik arah.

Pertanian dan Peternakan

Kita kembali ke sektor yang selama ini mengantar masyarakat ke kehidupan yang lebih sejahtera. Sektor yang dimaksud adalah sektor pertanian dan peternakan.

Sektor pertanian sesungguhnya adalah sektor yang sangat unggul untuk keberlangsungan hidup masyarakat Manggarai Timur dan umumnya Indonesia. Karena secara umum masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agraris (bercocok tanam).

Sektor pertanian Manggarai Timur sangat luar biasa sebenarnya dan mungkin menjadi sektor paling urgen untuk masyarakat Manggarai Raya. Bahkan pontensi pertanian dan peternakan di Manggarai Timur dinilai lebih produktif.

Seperti hasil pertanian yang menggelegar itu adalah hasil tanaman jagung. Daerah penghasil tanaman jagung yang terkenal di Manggarai Timur itu berada di beberapa seperti Kecamatan Borong, Kota Komba dan Kecamatan Sambi Rampas.

Dari tiga kecamatan ini sudah menyumbang jasa untuk Manggarai Timur dari sektor pertanian. Tinggal disentuh dengan cara-cara modern untuk bisa meningkatkan produktivitasnya.

Masih dari tiga kecamatan ini. Potensi untuk lumbung ternak juga sangat potensial. Kita ketahui daerah Kota Komba yang dipenuhi dan dihuni oleh savana yang memungkinkan sebagai tempat untuk berternak. Sambi Rampas apalagi sebagai gudang savana. Borong dan kecamatan Rana Mese juga menjadi suplai ternak yang lumayan banyak. Buktinya adalah banyak pedagang dari daerah Dompu, NTB dan Makasaar yang datang membeli ternak jenis sapi di wilayah Kecamatan Borong dan Rana Mese.

Selain sektor pertanian dan peternakan kita ke perkebunan. Sektor perkebunan juga menjadikan kabupaten Manggarai Timur dikenal oleh dunia. Hasil sektor perkebunan itu seperti kopi, cengkeh, vanili, merica, pala, kemiri, dan beberapa jenis komoditi lainnya.

Kopi asal Manggarai Timur adalah salah satu jenis komoditi yang sudah mendunia. Bahkan, kopi colol sudah mendapat hak paten dari pemerintah.

Setelah kita ke perkebunan, kita menuju pariwisata, jelautan dan perikanan. Potensi wisata di Manggarai Timur juga tak kalah dari Manggarai Barat. Sebut saja destinasi wisata yang ada di Manggarai Timur yang kita tahu, seperti Danau Rana Mese, Rana Tinjong, Rana Kulan, Cunca Rede, Savana yang nan indah di Nangarawa dan daerah Pantura.

Selain wisata yang disebut di atas, wisata bahari seperti Cepi Watu, Mbolata, Wae Wole, Panati Nangarawa, Ligota Beach dan pantai utara Manggarai Timur yang tak kalah menariknya.

Daerah pesisir Manggarai Timur yang sumber akan ikan misalnya Nanga Lanang, Pantai Borong, Nangarawa, Pantai Utara Manggarai Timur.

Daerah kita sangat potensial bukan? Lalu, untuk apa pemerintah menghadirkan pabrik semen itu. Toh, beberapa sektor yang telah membuat masyarakat Manggarai Timur terkenal secara nasional maupun internasional. Bahkan masyarakat Matim telah menyambung hidup ribuan tahun dari sektor pertanian dan peternakan.

Maka dengan demikian, mari kita merefleksi bersama tentang rencana pendirian pabrik semen di Desa Satar Punda. Mungkin pertanyaan yang sedikit menyentuh itu ialah ada apa sebenarnya di balik rencana pemerintah mendirikan pabrik semen?

Penulis merupakan mantan Aktivis GMNI Cabang Manggarai, kini menetap di Borong, Manggarai Timur.

Tags: Edigius Leonardus DahalPabrik Semen

BacaJuga

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

20 June 2026

Ketika Kekerasan Menghapus Rasa Aman dalam Rumah Tangga

19 June 2026

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

12 June 2026

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

9 June 2026

ARTIKEL TERKINI

Pesan Haru Ketua TP-PKK Manggarai di Turnamen Pekan Olahraga U-15 Cibal

7 July 2026

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

7 July 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

7 July 2026

Persiapan Launching Festival Golo Curu 2026 Dimatangkan: Panitia Siapkan Perayaan Iman, Budaya, dan Pariwisata

7 July 2026

BANYAK DIBACA

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

Bupati Hery Nabit Lantik 4 Pejabat Eselon II, Camat Reok Barat jadi Kadis PMD Manggarai

Jalan Reo-Dampek- Pota Terhambat, Kades Satar Punda Kerahkan Warga Perbaiki Deker Ambruk

Pemprov NTT Anggarkan 18 Miliar Benahi Jalan Provinsi di Pantura Manggarai Timur

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

Pesan Haru Ketua TP-PKK Manggarai di Turnamen Pekan Olahraga U-15 Cibal

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores