KUPANG, BERITAFLORES – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengecam keras aksi keji yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang menewaskan seorang guru asal NTT serta melukai tenaga kesehatan dan tenaga pendidik lainnya.
Kepada awak media di Kupang, Gubernur Melki mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tragis yang menewaskan Rosalia Rerek Sogen, Guru asal Desa Persiapan Bantala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur.
Sejak menerima kabar pada Sabtu malam, dirinya langsung berkomunikasi dengan berbagai pihak di Papua dan Jakarta untuk memastikan kondisi situasi yang sebenarnya terjadi di Papua.
“Sebagai Kepala Daerah, saya sangat prihatin. Apalagi, saya sudah cukup mengenal situasi di Papua, termasuk banyak warga NTT yang bekerja dan mencari nafkah di sana. Ini menyentuh hati saya karena yang menjadi korban adalah warga NTT, ini duka bagi kita semua,” ujar Gubernur Melki Laka Lena, Senin 24 Maret 2025.
Gubernur Melki juga sedang mengupayakan untuk pemulangan jenazah korban ke kampung halamannya di Flores Timur.
“Tadi pagi saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Flores Timur dan sejumlah tokoh NTT di Jayapura untuk mengatur pemulangan jenazah secepat mungkin. Warga NTT di Papua saat ini turut membantu proses tersebut,” jelasnya.
Gubernur Melki juga mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menjaga perdamaian serta tidak memperkeruh suasana.
“Semoga kedepan tidak lagi terjadi dan terulang kejadian seperti ini lagi. Mari kita jaga ketenteraman, keamanan dan persaudaraan di tanah Papua”, jelas Melki Laka Lena.
Diinformasikan sebelumnya, KKB dengan brutal menyerang para guru dan tenaga medis di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Jumat, 21 Maret 2025.
Dalam serangan keji itu, Rosalina Rerek Sogen dikabarkan langsung meninggal dunia.
Jasad Rosalina dan ketujuh rekan lainnya yang berhasil selamat dari serangan itu kemudian dievakuasi oleh tim gabungan TNI-Polri ke Jayapura, Papua pada Minggu, 23 Maret 2025, pagi.
Laporan: Adrianus Paju