• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Saturday, August 1, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Lagi, Warga Poco Leok Lakukan Pengadangan Terhadap Tim Geothermal

by Redaksi Berita Flores
2 August 2023
in BERITA, HEADLINE, SOSIAL BUDAYA
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES- Utusan pihak PLN dan perusahaan geothermal kembali mengunjungi wilayah Poco Leok pada Selasa, 1 Agustus 2023. Seperti biasa, kehadiran mereka selalu dikawal ketat oleh gabungan aparat keamanan, yang terdiri dari polisi dan brimob.

Rombongan itu datang dari arah Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekitar pukul 08.00 Wita, rombongan itu sudah memasuki Ndajang, kampung pertama menuju Poco Leok. Di Ndajang, tepatnya di rumah bapak Vinsensius Godat, rombongan itu melakukan pertemuan dan diskusi singkat.

Sementara itu, warga Poco Leok yang sudah mengetahui kehadiran pihak PLN itu segera merespon dengan sangat cepat. Warga mulai berdatangan ke sejumlah lokasi yang selama ini telah menjadi target pengoperasian PLN, juga sebagiannya berjaga-jaga di tempat-tempat strategis di wilayah Poco Leok.

Di simpang tiga Lungar, yang selama ini di kalangan warga sudah tenar dengan sebutan simpang tiga ‘bupati kaku’, kumpulan warga dari beberapa kampung dan gendang sudah bersiap-siap.

Orang berdatangan dari seluruh penjuru Poco Leok, dan segera menambah jumlah massa penolak geothermal. Kumpulan besar warga itu datang dari beberapa gendang, seperti gendang Lungar, Tere, Jong, Rebak, Cako, Nderu, dan tiga kampung yang paling jauh, Mori, Mocok dan Mucu.

Mereka tiada hentinya menyuarakan penolakan terhadap kehadiran pihak PLN di Poco Leok. Terutama, mereka ingin agar pemerintah dan pihak PLN segera menghentikan rencana perluasan proyek geotermal di Poco Leok.

Setelah sekian lama menunggu, kumpulan warga dari 10 gendang penolak bergegas ke arah Ndajang untuk melakukan pengecekan. Sebagian berjalan kaki dan sebagian lagi menggunakan kendaraan motor.

Dari jarak beberapa ratus meter, warga mendengar suara mesin gengset dari Lingko Rame Munting, milik gendang Rebak. Besar kemungkinan, rombongan PLN itu datang bersama tim peneliti, untuk mengukur suhu tanah, udara, dan sebagainya.

Beberapa warga mempercepat langkah menuju sumber suara. Dari jarak beberapa puluh meter, tampak beberapa kendaraan aparat keamanan sedang parkir di jalan raya.

Puluhan aparat keamanan yang terdiri dari polisi dan brimob tampak berjaga-jaga di jalan. Beberapa warga berteriak agar segera mencari orang-orang atau tim yang datang tanpa izin, tanpa prosedur yang baik. Beberapa lainnya menyatakan penolakan terhadap rombongan asing itu.

“Datang terus, datang terus saja. Tidak pernah malu. Apakah kalian tidak dengar kami punya suara penolakan,” demikian seorang ibu berteriak.

“Kalian yang datang ini orang-orang terdidik. Tapi kalian datang dan bor sembarang saja di lahan warga tanpa tata cara yang baik. Beginikah adab orang terdidik?” ibu lain menyambar.

Lalu terjadi perdebatan sengit antara warga dan aparat. Beberapa aparat juga terlibat saling dorong dengan warga. Bahkan seorang aparat, yang tidak diketahui namanya, menuduh seorang anak muda yang turut hadir dalam aksi sebagai provokator.

“Hei, kau provokator,” Kata salah seorang aparat sambil menunjuk ke arah wajah sang pemuda.

Mendengar itu, sang pemuda naik pitam dan segera berteriak. “Apa? Anda cap saya provokator? Saya warga Poco Leok, dan sedang berjuang mempertahankan hak dan tanah Poco Leok. Itu anda anggap provokator?” demikian pemuda itu membalas ke arah sang aparat.

Setelah bersitegang cukup lama, pihak aparat keamanan itu segera bergegas dan bergerak ke arah Ruteng. Namun, gabungan Warga Poco Leok dari 10 gendang itu tetap membuntuti pergerakan aparat keamanan sampai di Lingko Ndajang.

Penulis: Heri Mandela

Tags: BRIMOBGEOTHERMAL POCO LEOKPLNPOLISIWARGA POCO LEOK

BacaJuga

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

1 August 2026

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

1 August 2026

Paroki Ri’i Rayakan Pesta Emas 50 Tahun, Bupati Hery: Gereja jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM

1 August 2026

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

1 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

1 August 2026

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

1 August 2026

Paroki Ri’i Rayakan Pesta Emas 50 Tahun, Bupati Hery: Gereja jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM

1 August 2026

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

1 August 2026

BANYAK DIBACA

Yayayasan Bambu Lingkungan Lestari Gandeng SMPN 7 Satar Mese Gelar Kegiatan Bamboo Goes to School

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

Jelang HUT RI Ke-81, Seluruh Perangkat Daerah Diminta Gunakan Logo Resmi HUT RI

Anggaran Revitalisasi Rp1,6 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Cibal Barat

Pertengahan Tahun 2026, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Sudah Capai 35 Kasus

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores