• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Monday, August 10, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Besok, Pemkab Matim Bersama DPRD Bahas Nasib 1.225 Guru Bosda

by Redaksi Berita Flores
5 March 2019
in BERITA, HEADLINE, PENDIDIKAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITA FLORES — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Flores – NTT berencana menggelar rapat kerja khusus bersama pihak legislaitif, terkait rasionalisasi guru Bosda pada Rabu besok, 6 Maret 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto mengatakan, pihaknya bakal menggelar rapat kerja khusus bersama DPRD Matim untuk mengambil keputusan secara final terkait rasionalisasi sebanyak 1.225 guru Bosda di daerah itu.

“Besok ini kan keputusan final, juga keputusan terbaik, karena besok ada rapat kerja khusus dengan DPRD,” ujarnya kepada Beritaflores.com di ruang kerjannya, Selasa, 5 Maret 2019.

Sebelumnya, Kadis Basilius, enggan menerbitan surat keputusan (SK) kepada sejumlah guru Bosda di Matim karena pihaknya harus melakukan analisis terlebih dahulu terkait kebutuhan riil.

Basilius mengungkapkan, apabila dicermati berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, hanya 928 guru yang terakomodir. Namun, jelas dia, berdasarkan analisis kebutuhan riil tenaga edukasi di daerah itu jumlah tersebut masih sangat kurang.

“Setelah dianalisis kebutuhan riil baik guru TK, SD, maupun SMP, pemkab Matim membutuhkan sebanyak 1.225 guru,” pungkas dia.

Dia pun belum memastikan berapa jumlah guru yang akan dirumahkan. Meski begitu, menurut Basilius, pemerintah Matim akan berupaya untuk mengakomodir kembali sejumlah guru sesuai kebutuhan riil di daerah itu.

“Belum bisa dipastikan berapa yang akan dirumahkan, tergantung perubahan anggaran saat rapat bersama DPRD,” kata Mantan Kadis Koperindag itu.

Dia berharap, pemerintah daerah bersama DPRD akan membuat keputusan terbaik terkait nasib sejumlah guru di Matim. (EFREN POLCE/BEF).

BacaJuga

Dukungan PAUD Satar Loung Bagi Akses Pendidikan Anak Disabilitas di Desa Satar Loung

10 August 2026

Sosialisasi Dapodik Versi 2027, Kadis PPO Manggarai Ingatkan Kepsek Bentuk Tim Pencari Anak Tidak Sekolah

7 August 2026

Anggaran Revitalisasi Capai Rp 1 Miliar Jangkau SMPN Satap di Pulau Mules

7 August 2026

Tersentuh Program Revitalisasi, SMPN 3 Satar Mese Barat Akhirnya Bebas dari Hunian Ruang Kelas Rusak Berat

7 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Dukungan PAUD Satar Loung Bagi Akses Pendidikan Anak Disabilitas di Desa Satar Loung

10 August 2026

Sosialisasi Dapodik Versi 2027, Kadis PPO Manggarai Ingatkan Kepsek Bentuk Tim Pencari Anak Tidak Sekolah

7 August 2026

Anggaran Revitalisasi Capai Rp 1 Miliar Jangkau SMPN Satap di Pulau Mules

7 August 2026

Tersentuh Program Revitalisasi, SMPN 3 Satar Mese Barat Akhirnya Bebas dari Hunian Ruang Kelas Rusak Berat

7 August 2026

BANYAK DIBACA

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

SDN Rabok-Manggarai Tersentuh Program Revitalisasi Rp 1,4 Miliar, Rehab dan RKB

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores