• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Sunday, December 14, 2025
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Prometheus, Si Pencuri

by Redaksi Berita Flores
6 September 2018
in HEADLINE, OPINI
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Alfred Tuname

Yang jahat sering kali seperti pencuri di malam hari. Dalam gelap, pejahat beraksi. Mungkin sebab itulah orang sebut dunia gelap adalah dunia kejahatan. Mungkin pula, pencuri itu digerakan oleh kuasa gelap.

Dalam gelap orang tak berkutik. Imajinasi akan kematian menarik ketakutan; imajinasi akan kehancuran memuculkan rindu keutuhan.

Dalam terang, keutuhan itu ada. Terang membuat manusia malu. Persis kisah manusia pertama yang malu ketika mendapati dirinya telanjang.

Terang membuat menusia tak berbuat salah. Tak bisa bersembunyi dalam terang. Karena itu manusia yang taat disebut “anak terang” dalam tradisi kristiani.

Di zaman kekinian, pencuri muncul sebagai pribadi yang “menciptakan” atau membawa terang. Persis seperti Prometheus. Dalam mitologi Yunani, Promotheus adalah pencuri api dari para dewa di Gunung Olymphus. Api yang curi itu diberikan kepada manusia demi kesejahteraan.

Seharusnya, api itu menimbulkan kesejahteraan. Tetapi para pencuri itu justru melakukan tindakan “anti-Promothean”. Mata api menjadi rayuan hipnotis mematikan dan menimbulkan chaos.

Penyair Mario F. Lawi dalam puisinya “SED LIBERA NOS A MALO” (Lelaki Bukan Malaikat, Juni 2015) secara prosaik menguraikannya secara apik: …Si Pencuri menyalangkan matanya di hadapan kami./Suaranya yang santun sesekali mengelabui/Domba-domba kami yang lugu dan tak pernah fasih/Membedakan jerat maut di antara hamparan temali.//
(Naimata, 2013)

Pencuri juga itu perayu. Bagi kaum Marxist, kapitalisme adalah perayu yang ulung. John Perkins dalam bukunya “Confession of An Economic Hit Man” (2004) menulis pengakuan itu secara detail. Negara-negara miskin (The Third World) dirayu untuk meminjam dana/berutang dari institusi keuangan dunia, World Bank, IMF dan USAID.

Niatnya, bukan untuk membangun, tetapi menguasai negara-negara tersebut. Hitungannya, negara-negara miskin tidak akan mungkin mengembalikan utang (default). Tahun 2009, negara Zimbawe mengalami default dan terpaksa mengubah mata uangnya kedalam US Dollar.

Rayuan pencuri juga bisa berbentuk kecanggihan teknologi. Mereka yang gagap, “lugu dan tidak fasih”, akan termakan teknologi.Tanpa kefasiahan atau cakap menggunakan teknologi, seseorang akan terjerembab dan tertelan teknologi itu sendiri. Teknologi itu sejenis monster Frankenstein bagi mereka yang gagap.

Dan penyesalan pun datang kemudian.Penemu Teori Relativitas dan Atom, Albert Einstein penah menyatakan penyesalan atas “monster” yang ia ciptakan sendiri. “Woe is me!” (celakalah aku!), katanya setelah mendengar tragedi Hiroshima dan Nagasaki.

Dalam suratnya kepada Frank Delano Roseveelt, Eisntein menulis, “had i known that the Germans would not succeed in producing an atomic bomb, I would have never lifted a finger”.

Penyesalan selalu datang belakang manakala teknologi berdampak buruk. Tetapi teknologi tetap diandalkan manusia, meskipun banyak diantara manusia gagal menggunakan teknologi. Dan, teknologi itu selalu tumbuh dan berkembang di segala musim peradaban manusia. Dalam segala musim peradaban itu, mengutip penyair Arthur Rimbaud, tout croît, et tout monte!

Mereka yang gagal menggunakan teknologi, hati-nya pasti babak belur dililit jeratan-jeratan temali atau termakan “elang” Zeus seperti cerita Prometheus.

Padahal, api yang pernah diambil Prometheus itu adalah obor pengetahuan. Pengetahuan biar manusia beradab dan bijak. Kata Sokrates, “all things are knowledge, including justice, temperance, and courage-which tend to show that virtue can certainly be taught”. Semua pengetahuan diarahkan demi kebaikan manusia an sich.

Demokrasi itu juga pengetahuan. Tujuannya, keadilan dan hak asasi manusia lebih ditegakan. Jika demokrasi didekatkan dengan teknologi, di sana ada kebebesan. Teknologi membantu manusia  menjadi manusia yang bebas, merdeka dan bermartabat. Melalui teknologi, manusia melabrak keterbatasan dan melompat jauh (quantum leap) menjadi manusia yang bermartabat.

Tetapi, jika nilai kebebasan didekatkan dengan teknologi, ring perekatnya adalah etika dan moral. Tanpa itu, akan ada “spasi” dan ruang kosong yang gelap. Di sanalah pencuri yang licik dan “domba yang lugu dan tak pernah fasih” beradu rayu. Tangan-tangan yang gratil merogoh ke segala arah. Jadilah kejahatan.

Sebab, mengutip Ignas Kleden, teknologi itu memenuhi kebutuhan indrawi yang berhubungan dengan emosi-emosi di bawah perut (epithumia, dalam istilah Plato); demokrasi  itu memenuhi kebutuhan psikis berupa kebebasan, kesamaan dan keadilan (thumos).

Teknologi itu baik, asal bijak. Prometheus sudah membawa api ke bumi. … sed libera nos a malo! Bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Alfred Tuname 
Esais

 

 

 

 

 

 

BacaJuga

Terancam Roboh, Dinding Rumah Warga Rado di Cibal Jebol Akibat Material Tanah Longsor

14 December 2025

Gelar Mukercab 2025, DPC PKB Manggarai Perkuat Pendidikan Politik Bagi Kader Loyalis

13 December 2025

Temuan Korupsi Mega Proyek CSSD dan Laundry RSUD Ruteng, Negara Merugi Hingga Lebih dari Rp16 Miliar

12 December 2025

Kejari Manggarai Tetapkan PPK dan Konsultan Pengawas Sebagai Tersangka Korupsi Proyek Gedung CSSD dan Laundry RSUD Ruteng 

12 December 2025

ARTIKEL TERKINI

Terancam Roboh, Dinding Rumah Warga Rado di Cibal Jebol Akibat Material Tanah Longsor

14 December 2025

Yohanes Rumat Tegaskan Sikap PKB Soal Kasus Dugaan Penipuan Bermodus Pokir dari Dua Anggota DPRD Matim

14 December 2025

Pagu Rp 1,286 Miliar dari APBN, Program Revitalisasi SMPN 2 Wae Ri’i Capai Progres 95 Persen

14 December 2025

Gelar Mukercab 2025, DPC PKB Manggarai Perkuat Pendidikan Politik Bagi Kader Loyalis

13 December 2025

BANYAK DIBACA

Kunjungi Dua Sekolah di Cibal, Kadis PPO Manggarai Tekankan Para Guru Bekerja Sesuai Tupoksi

Kejari Manggarai Tetapkan PPK dan Konsultan Pengawas Sebagai Tersangka Korupsi Proyek Gedung CSSD dan Laundry RSUD Ruteng 

Proaktif Dua Tokoh Bali Keturunan NTT

Bupati Mabar Tegaskan Lingko Nerot Tanah Adat Terlaing, Batas Rareng Sebelah Timur dan Lancang di Barat

Terancam Roboh, Dinding Rumah Warga Rado di Cibal Jebol Akibat Material Tanah Longsor

Pagu Rp 1,286 Miliar dari APBN, Program Revitalisasi SMPN 2 Wae Ri’i Capai Progres 95 Persen

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores