• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, August 5, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Marak Bunuh Diri: Usaha Untuk Menjadi Bahagia dan Hidup Bermakna Peran Siapa?

by Redaksi Berita Flores
18 August 2019
in HEADLINE, OPINI
A A
1
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Vincent Fendi

“Keinginan hidup bahagia dan bermakna merupakan impian setiap orang”

Segala usaha dan aktivitas dari siapa pun selalu mengarah ke tempat kebahagian itu. Kesuksesan dan kebahagian itu menjadi kebutuhan semua orang. Namun demikian, usaha untuk mencapai kesuksesan dan kebahagian itu membutuhkan skill, baik pengetahuan tentang diri maupun tentang lingkungan di luar diri kita, agar kita dapat menjawab kesemuanya dalam segala usaha yang dilakukan.

Dalam segala usaha-usaha yang kita lakukan, kadang kita tidak mengetahui bagaimana kita keluar dari suatu situasi yang menghampiri permasalahan hidup kita, terutama di saat hidup kita penuh dengan penderitaan (Sufering). Kepasrahan dan keputusasahan pasti selalu menghampiri kita. Diri kita seolah berada di dasar jurang. Kesuksesan dan kebahagian seolah jauh di atas puncak Gunung, diri kita hanya membayangkan seandainya kita punya sayap seperti puisi burung merak Ws. Rendra yang tinggal mengepakkan sayap untuk terbang menuju puncak kebahagiaan itu, tapi itu hanya khayalan, hidup kita tetap dalam penderitaan (Sufering).

Dalam Penderitaan itu, hidup kita seolah tanpa makna (Meaningleslife). Di saat kita menyadari, hidup kita tidak ada makna atau berarti lagi, berbagai persoalan lain muncul, seperti bunuh diri, dan sebagainya. Ini disebabkan karena harapan akan adanya kesuksesan, kebahagian tidak ada, sehingga menganggap hidupnya sudah tidak bermakna, maka jalan pintas sering kali diambil.

Peristiwa bunuh diri yang terus terjadi di Manggarai Raya akhir-akhir ini menjadi alarm bagi kita semua, bahwa apa yang menyebabkan peristiwa bunuh diri tersebut. Apakah benar para korban sedang hidup dalam penderitaan sehingga hidupnya menjadi tidak bermakna? Jika benar demikian, siapa yang bertanggung jawab atas persoalan tersebut ?

Untuk keluar dari situasi hidup tanpa makna (Meaningleslife), peran pemerintah daerah (pemda), lembaga pendidikan, tokoh Agama, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh masyarakat dan kita semua sangat diperlukan. Berbagai hal harus digalakkan bersama seperti kegiatan seminar terbuka, pelatihan-pelatihan keterampilan lainya serta kepedulian terhadap orang-orang di lingkungan sekitar kita. Usaha ini semuanya merupakan usaha untuk peningkatan kualitas manusia (Human Quality) dan pengubahan sikap (Changing Attitude) dalam rangka usaha bersama untuk mengentaskan hidup dari penderitaan yang bermuara pada hidup tanpa makna.

Berbagai Seminar dan pelatihan-pelatihan keterampilan di berbagai level masyarakat dapat membantu kita semua untuk dapat menemukan makna (Finding Meaning) dalam penderitaan yang pernah kita alami; usaha peningkatan kualitas manusia dan perubahan sikap, baik yang dilakukan dari dalam diri maupun dorongan dari luar merupakan satu kesatuan pola pengentasan permasalahan yang harus dilakukan.

Namun penemuan makna (Finding Meaning) yang kita peroleh dari usaha – usaha yang kita lakukan itu dapat menjadi tidak begitu arti atau seonggokan emas yang berubah jadi sampah apabila kita tidak memenuhi makna yang telah diperoleh (Fulfiling Meaning). Maka dengan demikian, segala usaha yang diperoleh baik pengetahuan dari dalam diri maupun pengetahuan dari luar diri harus diterapkan agar hidup kita menjadi bermakna (Meaning Full Life Happiness).

*Penulis merupakan putra asal Kabupaten Manggarai Timur kini berdomisili di Jakarta*

Tags: KASUS BUNUH DIRIVINCENT FENDI

BacaJuga

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

4 August 2026

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

20 June 2026

Ketika Kekerasan Menghapus Rasa Aman dalam Rumah Tangga

19 June 2026

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

12 June 2026

ARTIKEL TERKINI

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

4 August 2026

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

1 August 2026

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

1 August 2026

Paroki Ri’i Rayakan Pesta Emas 50 Tahun, Bupati Hery: Gereja jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM

1 August 2026

BANYAK DIBACA

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

SDN Rabok-Manggarai Tersentuh Program Revitalisasi Rp 1,4 Miliar, Rehab dan RKB

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores