RUTENG, BERITA FLORES – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah menghadirkan perubahan signifikan bagi SMPN 3 Satar Mese Barat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekolah yang berada di desa Satar Luju itu kini memiliki fasilitas belajar yang lebih layak setelah sebelumnya mengalami berbagai kerusakan yang mengganggu proses pembelajaran. Meskipun saat ini masih dalam proses pengerjaan.
SMPN 3 Satar Mese Barat itu berdiri di kawasan pesisir yang menjadi permukiman masyarakat kampung Mampau. Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah dinilai sudah tidak layak digunakan hingga kekurangan ruangan kelas. Atap yang bocor, lantai yang rapuh, serta struktur kayu yang mulai lapuk, tembok yang jebol membuat aktivitas belajar mengajar berlangsung dengan rasa khawatir.
Sekolah yang memiliki keterbatasan ruangan itu terpakasa harus menumpang di ruangan lain yang menjadikan fungsi ruangan pun kacau balau.
Kepala sekolah SMPN 3 Satar Mese Barat, Florianus Mador mengatakan, bantuan program revitalisasi yang diterima saat ini merupakan hasil dari berbagai rangkaian proses yang panjang.
“Tahapan awal memang kami pernah di survei oleh dinas PPO melalui dinas PUPR yang kemudian mereka menganalisa tingkat kerusakan bangunan termasuk mebeler. Ternyata dalam perhitungan mereka sekolah ini layak untuk mendapatkan bantuan program revitalisasi,” kata Florianus.
Kemudian, lanjut dia, pada tahap kedua adanya tim yang datang dari provinsi untuk menentukan kelayakan sehingga pada akhirnya SMPN 3 mendapatkan revit.
“Memang waktu bimtek di Kupang ada banyak sekolah yang membutuhkan dan mungkin tingkat kerusakan lebih dari kita. Hanya memang dasar pertimbangan kita mendapatkan revit karena kita membutuhkan ruang kelas. Sehingga kementerian mungkin berpikir untuk tidak dua kali akhirnya RKB ditambah dengan rehabilitas ruangan yang lain. Jadi setelah melalui proses lewat bimtek sehingga kemudian melakukan penandatanganan PKS” ungkapnya.
Ia mengaku, total anggaran program revitalisasi di SMPN 3 itu mencapai Rp 1.079.372.000 (Satu miliar tujuh puluh sembilan juta, tiga ratus tujuh puluh dua ribu rupiah) yang bersumber dari APBN.
Kepsek Flori merincikan, dari total anggaran 1,7 miliar yang di kucurkan, akan di gunakan untuk perbaikan ruang kelas dan pengadaan beberapa ruang kelas baru (RKB) serta sejumlah item pekerjaan lainnya di lingkungan sekolah.
“Dari total pagu anggaran 1,7 miliar ini kami gunakan untuk rehabilitas 4 ruangan kelas, rehabilitas ruangan administrasi, rehabilitas ruangan perpustakaan dan pembangunan ruang kelas baru (1 ruangan),” bebernya.
Sementara terkait pekerjaan jelas dia, telah mulai dilaksanakan sejak 11 Juni 2026 dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender. Saat ini, progres pembangunan di SMPN 3 Satar Mese Barat itu menunjukan telah mencapai sekitar 40 persen usai berjalan kurang lebih satu bulan.
Ia juga menyebut, seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh P2SP yang dibentuk sekolah dengan melibatkan unsur komite dan masyarakat. Sementara tenaga kerja yang digunakan berasal dari masyarakat lokal yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
“Semua dikerjakan sesuai petunjuk teknis. Mulai dari kayu, batu dan lain-lain, itu semua lokal. Termasuk tenaga kerja, kami pekerjakan tukang yang berasal dari warga sekitar,” sebutnya.
Karena itu, Kepsek Flori menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah baik pusat maupun daerah atas bantuan yang diperolehnya.
Sebab kata dia, dari sekian banyak sekolah yang membutuhkan dari program revitalisasi tahap satu, SMPN 3 tetap terakomodir.
“Bersyukur karena SMPN 3 sudah 16 tahun masih mengalami kekurangan ruangan termasuk perabot di ruangan lama, meskipun sebelumnya ada sentuhan dari daerah sehingga pada saat ini RKB sudah cukup artinya masalah ini sudah di selesaikan oleh pemerintah”, ujarnya.
Meskipun tak ada kendala yang signifikan selama proses pekerjaan itu. Namun Florianus tetap berharap agar pemerintah terus memberikan dukungan penuh terhadap dunia pendidikan khususnya di SMPN 3 Satar Mese.**
Laporan : Yhono Hande





