• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, September 15, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Dugaan Penganiayaan di Lingko Nerot, Camat Boleng Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku dan Dalangnya

by Berita Flores
24 May 2026
in BERITA, HUKUM
A A
0

Foto terduga Pelaku Penganiayaan (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

LABUAN BAJO, BERITA FLORES – Warga berinisial HH (47), diduga jadi korban penganiayaan yang terjadi di kawasan Lingko Nerot, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (14/5/2026). Akibatnya, HH mengalami trauma karena cedera di sebagian tubuhnya.

Lantas, sesaat setelah kejadian, HH melaporkan kejadian tersebut ke Polres Manggarai Barat. Laporan tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTPL) bernomor 68/V/2026/SPKT/POLRES MANGGARAI BARAT/POLDA Nusa Tenggara Timur tertanggal 14 Mei 2026.

Dalam kronologi laporan polisi yang diterima media ini, Jumat 15 Mei 2026 menerangkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WITA.

HH saat dihubungi Media, Sabtu (23/5/2026) menceritakan detik-detik mencekam itu bermula saat ia sedang bekerja membersihkan kebun di atas tanah yang dikuasainya berdasarkan Surat Penyerahan Tanah Adat yang sudah berjalan hampir empat tahun lamanya.

Sekitar satu setengah jam bekerja, ia pun beristirahat duduk bersantai, namun ketenangan itu berubah drastis saat muncul sekelompok orang berjumlah lebih dari tujuh orang.

Di antaranya ia kenal dan menyebut inisial G, A, L, D, serta adik dari G yang berinisial YA.

“Mereka datang langsung menghakimi saya dengan bahasa kasar dan penghinaan. Tanpa bicara banyak, mereka langsung memukul, mencocok, dan menonjok ke arah kepala serta seluruh tubuh. Ada yang menyerang dari depan, ada pula dari belakang. Saya kewalahan, tak bisa berkutik, dan sempat berusaha merekam kejadian ini, namun ponsel saya dirampas paksa,” ungkap HH.

Situasi makin mencekam saat pelaku bertindak semakin agresif. HH dipaksa berdiri, lalu didorong hingga jatuh, kemudian diseret jarak tertentu hingga kakinya bengkak dan penuh luka lecet akibat terseret tanah dan tertabrak kayu.

Kepalanya pun terasa nyeri hebat karena benturan dan pukulan bertubi-tubi. Tak hanya menganiaya fisik, HH mengaku pelaku juga membawa senjata tajam.

Salah satu pelaku berinisial D terlihat menarik sebilah parang dari sarungnya dan mengancam akan membalikkan keadaan, seolah-olah HH lah yang membawa senjata.

“Si D mencabut parangnya lalu berteriak ‘videokan ini’. Dia berniat menuduh saya yang membawa senjata, padahal parang itu ada di tangan mereka. Di saat yang sama, A berteriak mengajak teman-temannya, ‘Kita ikat saja dia, bawa ke sana’, [merujuk ke lokasi lain] yang mereka sebut markas mereka,” kenang Hermanus.

Ia menyebutkan posisi kejadian berada sedikit di ketinggian atau tebing. A bahkan sempat turun ke bawah tebing seolah mencari tali untuk mengikatnya.

HH yang saat itu sendirian dan dikeroyok banyak orang merasa sangat terancam nyawanya. Ia terus dihujani makian, jari-jari pelaku bahkan diarahkan menusuk-nusuk ke arah matanya dan wajahnya.

Saat tubuhnya sudah lemas dan sulit bergerak akibat serangan itu, rombongan pelaku memaksanya bangkit lalu menggotong dan menuntunnya turun hingga ke tempat parkir motor.

Mereka baru melepaskannya setelah HH berhasil naik ke kendaraannya dan pergi meninggalkan lokasi dengan tergesa-gesa.

Meski dalam keadaan lemas dan kesakitan, HH langsung melaju ke Polres Manggarai Barat untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Camat Boleng Minta Polisi Ungkap Dalang di Balik Serangan

Terkait kasus penganiayaan ini, Camat Boleng, Yohanes Suhardi, memberikan tanggapan tegas. Ia berharap pihak kepolisian tidak hanya berhenti pada penindakan pelaku di lapangan, tetapi juga mengusut tuntas siapa sosok di balik peristiwa tersebut.

“Harapan saya, pihak penyidik dari Polres Manggarai Barat melakukan klarifikasi: pelaku tersebut disuruh oleh siapa untuk melakukan itu? Kalau sudah tahu, tangkap manusianya. Jangan salah mengurus persoalan ini, baru aman,” tegas Yohanes, saat dikonfirmasi media ini, lewat telepon pada Sabtu,Sore.

Ia menegaskan agar kasus ini ditangani secara utuh dan adil. Ia ingin tindakan tegas diambil mengingat serangan ini dinilai terencana, dilakukan beramai-ramai, disertai ancaman pembunuhan, serta penggunaan senjata tajam.

Polres Manggarai Barat segera Panggil Terduga Pelaku

Mengonfirmasi perisitiwa itu,  Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat, IPDA Nikolaus Nikson, menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. Langkah awal telah dilakukan penyidik untuk mengungkap fakta kejadian.

“Kami segera melayangkan surat panggilan kepada sejumlah terduga pelaku untuk mengklarifikasi laporan tersebut,” ungkap IPDA Nikolaus Nikson,melalui pesan singkat, Sabtu.

Pihak kepolisian kini sedang menangani laporan tersebut dan mulai mendalami motif serta keterlibatan pihak lain di balik serangan ini.***

Laporan Bersama; Andi Paju dan FS

Tags: Kasus Dugaan PenganiayaanLingko Nerotpenganiayaan

BacaJuga

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026
Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

22 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

BANYAK DIBACA

Wabub Manggarai: 50 Tahun SDK Ruteng V Ciptakan SDM Unggul

Gerindra NTT Dukung Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Umat Stasi Wae Ruek Gotong Royong Galang Dana Pembangunan Kapela di Kampung Ojang

Temuan Korupsi Mega Proyek CSSD dan Laundry RSUD Ruteng, Negara Merugi Hingga Lebih dari Rp16 Miliar

Kelompok Bona Abunawan Dipolisikan atas Dugaan Penyerobotan dan Pengancaman di Lengkong Warang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores