• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Sunday, September 13, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Sekongkol dengan Petugas SPBU? Modus Baru Akali Krisis BBM di Ruteng, Kendaraan Rusak Ikut Antre Berulang kali, Disedot dan Dijual Eceran Lagi

by Berita Flores
7 September 2025
in HEADLINE
A A
0

Sejumlah Kendaraan Tampak ssdang Antre Mengisi BBM di SPBU Carep - Foto: Beritaflores/Andy Paju

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITAFLORES – Sudah hampir sebulan Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai di Nusa Tenggara Timur, mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak atau BBM.

Saban hari pengendara baik roda dua dan empat berantrean memanjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Kebanyakan, pengendara mengantre untuk membeli bahan bakar bersubsidi jenis solar dan pertalite.

Di tengah situasi krisis ini, SPBU Carep, salah satu stasiun pengisian bahan bakar di Ruteng malah mengizinkan kendaraan yang diduga rusak untuk mengisi bahan bakar, sebagaimana mereka melakukan bagi pengendara umumnya.

Pantauan wartawan pada Jumat, 5 September 2025, tampak salah satu kendaraan roda dua yang diduga rusak ikut mengantre untuk mengisi bahan bakar.

Ia kemudian mendorong motornya keluar dari SPBU usai diisi bahan bakar.

Pemilik kendaraan tersebut tampak mengeluarkan lagi bahan bakar dari tangki motor miliknya itu, untuk di isi kedalam botol bekas kemasan air mineral sebelum dijual kembali.

BBM botol kemasan air inilah yang biasanya mereka gunakan untuk menjual bahan bakar dalam bentuk eceran di pinggiran jalan raya. Lokasinya pun tidak jauh. Persis di depan SPBU itu.

Tak berhenti di situ, selang berapa menit kemudian ia ikut lagi mengantre seperti pengendara lainnya yang berada di barisan.

Sehabis isi bahan bakar, pemilik motor itu keluar lagi dari SPBU tanpa menghidupkan mesin motornya, lalu mengulangi lagi aksi serupa; menyalin BBM dari tangki ke botol dan jerigen kecil.

Hendrik, salah satu pengendara yang pernah ikut berantrean di stasiun itu berkata, praktik-praktik semacam ini sudah hampir biasa dilakukan oleh para oknum itu.

Aksi ini, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh satu pengendara, tetapi ada pengendara lain yang melakukan aksi serupa.

“Mereka sepertinya sudah sering,” kata Hendrik.

Anehnya, pihak SPBU malah membiarkan praktik-praktik itu. Mereka dinilai bersekongkol.

Ia menyayangkan sikap pihak SPBU yang membiarkan orang melakukan hal itu.

“Mereka (pihak SPBU) tetap mengisi kendaraan-kendaraan itu, walaupun mereka tahu ada kendaraan rusak yang mengantre,” terangnya.

Kelangkaan BBM ini terus menjadi sorotan. Pada Kamis kemarin, Lembaga Peneliti Pengkaji Demokrasi Masyarakat (LPPDM) menyentil dalam pernyataan sikap mereka saat demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Manggarai.

Ketua LPPDM, Marsel Ahang, kelangkaan BBM yang berkepanjangan di wilayah NTT, terutama Manggarai, telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat. Kondisi ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam manajemen distribusi energi nasional.

“Kami menuntut kepada Kementerian ESDM lakukan pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di seluruh wilayah NTT dengan pemberian sanksi tegas kepada pihak yang lalai,” ujar Ahang.

Ia meminta Kapolda NTT agar membentuk tim Penyidik Tindak Pidana Khusus untuk melakukan penyelidikan mendalam (pulbaket) terhadap PT Pertamina Persero di setiap wilayah NTT terkait dugaan kelalaian distribusi.

“Kepada Kapolri, proses secara hukum tanpa pandang bulu Menteri ESDM, direktur utama, dan seluruh jajaran pengawas PT Pertamina di seluruh Indonesia yang terbukti berkontribusi pada terjadinya krisis BBM sistemik ini,” kecam dia.

Media ini sudah berupaya mengonfirmasi Pengawas SPBU Carep Gabriel Ampur melalui WhatsApp, namun belum direspons. (**)

 

Laporan: Adrianus Paju

Tags: akal pedagang BBM eceranBBM langkaKELANGKAAN BBMkelangkaan BBM di Rutengkisis BBMmodus baru pedagang BBM eceranpedagang BBM eceranSPBU Carep

BacaJuga

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026
Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

22 August 2026

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

BANYAK DIBACA

Gerindra NTT Dukung Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores

Mediasi Sengketa Tanah di Desa Bulan, Bupati Manggarai Pertemukan Sejumlah Tetua Adat

Umat Stasi Wae Ruek Gotong Royong Galang Dana Pembangunan Kapela di Kampung Ojang

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Kelompok Bona Abunawan Dipolisikan atas Dugaan Penyerobotan dan Pengancaman di Lengkong Warang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores