• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, May 26, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Bupati Hery: Pengangkatan Tenaga Non ASN Jadi PPPK Bukan Kewenangan Daerah

by Redaksi Berita Flores
7 March 2024
in BERITA, BIROKRASI
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ruteng, Beritaflores.com – Bupati Manggarai, NTT, Herybertus G.L Nabit, menegaskan jika Pengangkatan tenaga Non ASN menajdi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) bukanlah kewenangan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Hery sebagai respon tututan ratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) Non ASN dalam aksi demonstrasi yang digelar di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai, pada Rabu (6/3).

Bupati Hery menegaskan jika pihaknya telah mengusulkan kuota PPPK sebanyak-banyaknya ke Pemerintah Pusat.

“Pemda Manggarai selalu mengusulkan sebanyak-banyaknya ke Pemerintah Pusat. Yang menentukan jumlah kuotanya kan tergantung dari Pemerintah Pusat, bukan Pemda Manggarai”, tegasnya.

Sementara, lanjut Hery, soal upah tambahan penghasilan dinaikan, itu akan berdampak pada pengurangan tenaga.

“Kita bisa naikan tamsil, tetapi ada yang diberhentikan diantara mereka (Para Nakes). Hal ini yang kita jagakan selama ini,” tegasnya.

Kalau dipaksakan untuk menaikan tambahan peghasilan, terang Hery, tidak menjadi masalah dan pihaknya mencarikan jalan keluar.

“Jalannya refocusing anggaran, kalau refocusing anggaran itu berarti pilihannya memberhentikan sebagian agar dapat meningkatkan yang lain,” ucapnya.

Bupati Hery juga menjelaskan jika ada banyak orang yang telah berkorban untuk tenaga Non ASN, misalnya tamsil ASN dipotong sampai 50 persen.

“Ini dilakukan agar tenaga Non ASN tetap bekerja. Jangan merasa seolah-olah orang lain di Manggarai tidak punya kontribusi satu sama lain. Ini masa dimana kita semua berkorban,” katanya lagi.

Dijelaskan Bupati Hery, pemerintah daerah hanya melaksanakan apa yang menjadi arahan pemerintah pusat terkait pengangkatan tenaga Non ASN menjadi tenaga PPPK.

“Kalau pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan, secara otomatis tingkat dibawahnya mengikuti,” katanya.

Kebijakan pengangkatan tenaga Non ASN menjadi PPPK, lanjut Hery, bukan kewenangan pemerintah daerah untuk memutuskan termasuk formasi dan jumlah kuotanya.

“Untuk memutuskan untuk lulus atau tidak bukan kewenangan daerah termasuk formasi dan jumlah kuotanya, itu kewenangan pemerintah pusat,” terang Hery.

Terkait dengan lamanya masa kerja dari setiap tenaga Non ASN baik tenaga Kesehatan maupun guru bukan menjadi kewenangan daerah.

“Apakah masa kerja menentukan kelulusan, itu kewenangan pemerintah pusat. Kewajiban pemerintah daerah mengusulkan sebanyak-banyaknya ke pusat,” terangnya.

Hingga saat ini, kata Hery, pihaknya dengan segala cara tetap mempertahankan tenaga Non ASN agar tidak di rumahkan seperti daerah lain di Indonesia.

Seperti diketahui, ratusan Nakes Non ASN yang bertugas di 25 Puskesmas seluruh wilayah Manggarai menggelar aksi demonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai, pada Rabu (6/3).

Aksi para Nakes lalu disambut oleh anggota Komisi A DPRD Manggarai melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor tersebut.

Para Nakes menuntut agar DPRD menyampaikan usulan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai untuk segera mengangkat para Nakes Non ASN menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) menjadi prioritas tanpa tes.

Tak hanya itu, para Nakes itu juga meminta agar mereka mendapatkan upah kerja sesuai dengan standar upah minimum daerah.

“Mengangkat para tenaga kesehatan honorer yang memiliki status umur 35 tahun ke atas menjadi prioritas tanpa tes dalam seleksi test PPPK tahun 2024. Pemerintah juga harus memberikan kami upah sesuai UMR,” usul Ketua Ikatan Forum Nakes non ASN Kabupaten Manggarai, Elias Ndala, dalam kesempatan RDP bersama Komisi A DPRD Manggarai. ***

Penulis: Andi Paju

Tags: Bupati ManggaraiDPRD Manggaraiformasi PPPKHerybertus G.L NabitKomisi A DPRD ManggaraiNakes Non ASNNon ASNPemerintah Pusatpengangkatan PPPK tanpa tesPPPKrefocusing anggarantamsiltuntutan Nakes

BacaJuga

Petani di Manggarai Mengaku Terbantu dengan Kehadiran Alsintan Combine Harvester: Hemat dan Praktis

25 May 2026

PMKRI Cabang Ruteng Siap Sukseskan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII

25 May 2026

Dugaan Penganiayaan di Lingko Nerot, Camat Boleng Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku dan Dalangnya

24 May 2026

Akses Jalan Ruteng–Iteng Kembali Normal 

19 May 2026

ARTIKEL TERKINI

Petani di Manggarai Mengaku Terbantu dengan Kehadiran Alsintan Combine Harvester: Hemat dan Praktis

25 May 2026

PMKRI Cabang Ruteng Siap Sukseskan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII

25 May 2026

Dugaan Penganiayaan di Lingko Nerot, Camat Boleng Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku dan Dalangnya

24 May 2026

Dituding Terima Aliran Dana Dugaan Korupsi Jefrin Haryanto, Bupati Manggarai Bakal Seret Edi Hardum ke Polisi

23 May 2026

BANYAK DIBACA

Dituding Terima Aliran Dana Dugaan Korupsi Jefrin Haryanto, Bupati Manggarai Bakal Seret Edi Hardum ke Polisi

Akses Jalan Ruteng–Iteng Kembali Normal 

Pemkab Manggarai Kerahkan Sejumlah Alat Berat Tangani Longsor di Jalur Ruteng–Iteng

Longsor Lumpuhkan Akses Lalu Lintas di Ruas Jalan Ruteng – Iteng

Fabi Abu Lantik 19 Kepala SMP di Manggarai, Berikut Daftar Namanya!

PMI Manggarai Gelar Donor Darah Massal, Penuhi Kebutuhan Stok Darah di RSUD Ruteng dan RS St. Damian Cancar

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores