• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, August 26, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Padi Milik Isfridus di Lokasi Tambang Semen Tumbuh Begitu Subur

by Redaksi Berita Flores
3 April 2021
in BERITA, HEADLINE, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITA FLORES — Padi milik petani di Kampung Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT tumbuh begitu subur. Kini, warga di kampung itu mulai memanen hasil pertanian mereka pada Senin, 29 Maret 2021 lalu.

Kesuburan tanah di lokasi rencana tambang semen itu merupakan fakta yang tak terbantahkan. Selama ini sejumlah narasi kelompok pro tambang menyebut bahwa, wilayah Desa Satar Punda, wilayah tandus dan tidak subur merupakan informasi bohong (hoax).

Isfridus Sota seorang petani di Lengko Lolok, Desa Satar Punda saat mengetam padi di ladangnya. (Foto: Beritaflores).

Buktinya, Isfridus Sota warga Kampung Lengko Lolok, Desa Satar Punda berhasil menanam padi dan tumbuh begitu subur di lahan miliknya yang terletak di Bea Nekes termasuk dalam wilayah IUP (Izin Usaha Pertambangan) PT Istindo Mitra Manggarai (IMM). Bahkan Isfridus berhasil memanen padi di kebun miliknya dengan memperoleh hasil yang sangat memuaskan.

Isfridus Sota mengatakan, tahun ini dirinya memperoleh hasil yang cukup. Hasil sementara kata dia, sebanyak 8 karung padi karena hingga kini, belum memanen semua padi miliknya di lahan tersebut. Pekan depan, ia bersama warga setempat akan melanjutkan panen di lahan tersebut. Hasil padi di lahannya itu bisa mencapai 10 karung lebih jika semuanya sudah dipanen.

“Kami tidak menggunakan pupuk karena tanahnya memang subur. Padi di lahan saya setinggi manusia dewasa, karena sangat subur,” ujarnya kepada wartawan Sabtu, 3 April 2021.

Ia menjelaskan, dari hasil padi tersebut bisa menutupi makan setahun untuk keluarganya. Ia mengakui, tahun ini tidak mengerjakan semua lahan kosong miliknya karena keterbatasan biaya produksi. Apabila mengerjakan semua lahan kosong, maka akan memperoleh hasil yang cukup bahkan bisa dijual untuk menambah pendapatan selain menjual hasil komoditi.

“Tahun ini merupakan tahun hasil, kalau semua lahan kosong bisa dikerjakan hasilnya bisa melimpah,” pungkas dia.

Isfridus jiga meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar membantu petani di Kampung Lengko Lolok untuk mencetak lahan sawah tadahan di Bea Mberong. Lahan rata seluas puluhan hektare tersebut kata dia, sangat cocok untuk dijadikan sawah tadahan.

“Apabila membuat sawah tadahan sangat cocok dan bisa menciptakan hasil yang memuaskan. Ia mengajak semua warga untuk bertani memanfaatkan kesuburan tanah,” ajak dia.

Sisilia Nade warga Kampung Lengko Lolok saat mengetam padi di ladang milik Isfridus Sota. (Foto: Beritaflores).

Menurut Isfridus, selain padi, wilayah itu juga sangat cocok untuk ditanam jagung. Di sana, sebagian besar warga memperoleh hasil panen jagung lumayan memuaskan dan bisa meningkatkan perekonomian warga. “Banyak warga menjual jagung, karena ini juga daerah penghasil jagung,” ungkap dia.

Baca: Bea Mberong, Padang Rumput yang Mempesona Terancam Rusak Akibat Tambang

Sementara itu, Direktur JPIC SVD, Pater Simon Suban mengatakan, alam sudah menunjukkan bahwa bisa memberikan yang terbaik untuk makhluk hidup terutama manusia dengan memanfaatkan segala yang ada di permukaan. Untuk itu, sentuhan atau campur tangan yang tepat dari manusia akan memberikan hasil yang maksimal dan berkualitas.

“Hanya orang malas yang berpikir bahwa alam ini tidak memberi dia yang terbaik. Bagi saya, alam dengan cara sendiri memberi kesaksian bahwa Lengko Lolok bukan daerah yang tidak subur atau tidak cocok untuk pertanian,” ujarnya kepada wartawan Sabtu, 3 April 2021.

Menurut Pater Simon, padahal apa yang dimakan oleh manusia semua berasal dari tanah. Uang atau barang apapun dari perut bumi, tidak bisa dimakan kecuali hasil pertanian. Realitas lahan subur tersebut menggugat semua orang yang berpikir bahwa Lengko Lolok itu tidak subur dan tidak cocok untuk pertanian. Wilayah Lengko Lolok dan alamnya adalah areal yang cocok untuk pertanian dan tidak perlu ditambang.

“Dengan demikian, hasil kebun petani di Lengko Lolok tahun ini memberitahu kita bahwa, Lengko Lolok dan alamnya cocok untuk pertanian,” kata Pater Simon.

JPIC berharap, hasil petani Lengko Lolok itu membuat pengambil keputusan untuk mengubah cara berpikir dan kebijakan tambang di sana dan menggantikannya dengan kebijakan pertanian, perkebunan, ternak, dan perikanan tentunya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Saat ini belum terlihat cukup jelas inovasi pertanian di Manggarai umunya dan Manggarai Timur khususnya. Inovasi pertanian sangat penting untuk efektivitas dan efisiensi bertani dan berkebun,” papar Pater Simon. (R11/RED).

 

Tags: KAMPUNG LENGKO LOLOKPADI TUMBUH SUBUR DI LENGKO LOLOKTANAH SUBUR DI LENGKO LOLOKTOLAK TAMBAG SEMEN

BacaJuga

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

22 August 2026
Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

22 August 2026

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026
Penertiban Hewan Penular Rabies jenis Anjing di Desa Rado, Kecamatan Cibal - Foto: Istimewa

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

12 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

22 August 2026
Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

22 August 2026

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026
Penertiban Hewan Penular Rabies jenis Anjing di Desa Rado, Kecamatan Cibal - Foto: Istimewa

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

12 August 2026

BANYAK DIBACA

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

Lantik Agus Supratman Jadi Camat Lamba Leda Utara, Bupati Agas: Pertahankan Integritas dan loyalitas 

Pancaran Express di Kembur, Borong Resmi Dibuka

Warta FC Raih Tiga Poin Usai Bungkam Barta FC 1-0 di Rahong Cup II

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores