• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Saturday, November 7, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

‘Beauty Contest’ Pilkades

by Redaksi Berita Flores
30 October 2019
in HEADLINE, OPINI
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika politik masuk desa, pentasnya harus lebih santai. Tak ada kasak-kusuk yang membelah masyarakat. Tak ada vandalism yang menjalar di tiang-tiang pagar rumah. Semua mestinya menari karena ingin menyambut pembangunan sebagai pecahan dari Dana Desa.

Imajinasinya, pentas politik desa itu seperti “beauty contest”. Ajang Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades itu mirip kontes kecantikan. Setiap calon menampilkan kebolehannya dan kegagahan untuk menarik pemilih. Ide dan misi membangun desa didengungkan biar semua masyarakat desa tahu. Pemikiran dan penampilan juga perlu dipamerkan. SDM desa tak boleh kalah dari meraka yang merasa hidup lama di kota.

Tak perlu ada kecurigaan. Tak perlu ada saling tuduh. Pilkades perlu dinikmati sebagai perayaan politik bersama untuk kebaikan bersama pula. Bukan orang lain yang membangun desa selain warga desa itu sendiri. Jadi, tak perlu ada gesekan dan kekerasan dalam Pilkades.

Masyarakat yang hidup dalam satu desa tak perlu terprovokasi oleh kepentingan segelintir orang. Provokasi itu biasanya datang dari mereka yang ingin mengais keuntungan ekonomi (proyek desa, dll) dari Pilkades. Masyarakat pemilih di desa harus berpikir untuk desa sendiri. Sikap sabar dan tenang mesti diutamakan. Tak perlu “tusuk sana-tusuk sini”. Jalani proses politik desa dengan jernih dan sesuai dengan aturan. Aturan menjadi “panglima” dalam Pilkades. Tak perlu ada pemaksaan kehendak.

Selebihnya, tunggu hari-H. “Gereng le tanda”, kata orang Manggarai. Itu lebih baik dan lebih aman. Tujuannya adalah untuk menghindari keterbelahan sosial pada masyarakat desa itu sendiri. Pada tipikal masyarakat desa yang gemeinschaft, jika terjadi pemecahan sosial maka hal itu akan berlangsung lama. Bahkan, perpecahan itu akan berdampak pada urusan-urusan keluarga, adat, dan proses pembangunan itu sendiri.

Yang jalas, dalam proses Pilkades, masyarakat desa sudah punya pilihannya sendiri. Mereka sudah cukup cerdas untuk melihat pemimpin atau kepala desa seperti apa yang mereka inginkan. Tentu saja kontestasi politik bukanlah hal yang baru bagi masyarakat desa.

Masyarakat desa memiliki nyaris semua kecakapan untuk menilai dan menakar calon pemimpin mereka sendiri. Mereka memiliki kecerdasan “kronikal” untuk melihat rekam jejak calon pemimpin; mereka memiliki kecerdasan emosial untuk merasakan karakater pemimpin seperti apa yang diinginkan; mereka memiliki kecerdasan “finansial” untuk menakar calon pemimpin menggunakan dana desa. Semua kecakapan itu cukup berfungsi sebagai antena politik di desa.

Kalau memang ada mobilisasi dan konvoi di ajang kontestasi politik desa, hal itu biasa. Namanya kontesasi, perlu juga ada unjuk kemeriahan. Seperti pada pesta pada umumnya, tanpa kemeriahan, joget, konvoi, arak-arakan, konstestasi politik tampak kian serem. Jika politik terlihat horor maka politik kita mati. Tak ada daya hidup maupun menghidupkan.

Padahal, politik desa itu seharusnya menghidupkan vitalitas kehidupan desa; menyemarakan kehidupan desa yang kadang remang dan sepi; dan menggerakkan denyut nadi ekonomi desa yang sering lamban.

Seperti beauty contest, politik desa mesti membelalakan mata masyarakat desa. Bahwa keindahan politik bisa menggairahan masyarakat untuk berubah menjadi lebih baik dan maju.

Politik masuk desa bukan untuk merusak keharmonisan kehidupan masyarakat desa. Pilkades ada untuk menyegarkan proses kepemimpinan sekaligus mengevaluasi laku kepemimpinan. Optimisme pada Pilkades pertanda kehidupan dan pembangunan desa akan menjadi lebih baik.

Pembangunan desa itu bukan hanya untuk kepala desa dan kroni, tetapi untuk semua warga masyarakat desa. Dana desa itu dititipkan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Dana desa itu disediakan agar taka da lagi desa yang terisolasi dari pembangunan yang kota-sentris.

Akhirnya, selamat memilih. Pilihlah kepala desa Anda dengan kepala dingin. Pilihlah kepala desa yang bukan untuk mengepalai proyek pembangunan, tetapi untuk memimimpin desa menuju kesejahteraan bersama.

Alfred Tuname
Penulis dan esais

BacaJuga

Korban Gempa Flores Masih Dibebani Angsuran Pinjaman KUR

Korban Gempa Flores Masih Dibebani Angsuran Pinjaman KUR

2 October 2026
Dari Tenda Darurat ke Huntara; Harapan Baru Penyintas Gempa di Satar Ngkeling Manggarai

Dari Tenda Darurat ke Huntara; Harapan Baru Penyintas Gempa di Satar Ngkeling Manggarai

2 October 2026
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Bupati Manggarai Tetapkan Status Transisi Pemulihan Selama 90 Hari

Masa Tanggap Darurat Berakhir, Bupati Manggarai Tetapkan Status Transisi Pemulihan Selama 90 Hari

28 September 2026
Bank NTT Beri Penangguhan Kredit kepada Nasabah Terdampak Gempa Flores

Bank NTT Beri Penangguhan Kredit kepada Nasabah Terdampak Gempa Flores

23 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Forum Anak dan Remaja Disabilitas di Manggarai Resmi Dikukuhkan, Diharapkan Suarakan Hak-hak Disabilitas

Forum Anak dan Remaja Disabilitas di Manggarai Resmi Dikukuhkan, Diharapkan Suarakan Hak-hak Disabilitas

6 November 2026
Penuhi Hak Anak Disabilitas, BEN Lingko Lodok Libatkan Puskesmas hingga Pemerintah Desa

Penuhi Hak Anak Disabilitas, BEN Lingko Lodok Libatkan Puskesmas hingga Pemerintah Desa

6 November 2026

Sigap, Perumda Air Minum Tirta Komodo Ruteng Tangani Keluhan Pelanggan

6 November 2026

Pakai Dana Pinjaman, Pemkab Manggarai Anggarkan Rp 1, 4 Miliar untuk  Rehab Drainase 

6 November 2026

BANYAK DIBACA

Ngebut, Pengerjaan Proyek Revitalisasi Rp 2,1 Miliar di SMPN 1 Cibal  Dipastikan Rampung Sesuai Deadline

Penuhi Hak Anak Disabilitas, BEN Lingko Lodok Libatkan Puskesmas hingga Pemerintah Desa

Mengaku Hilang Barang Bernilai Puluhan Juta Rupiah, Stefany Diharjo Laporkan EH ke Polisi 

Pakai Dana Pinjaman, Pemkab Manggarai Anggarkan Rp 1, 4 Miliar untuk  Rehab Drainase 

Sekolah Lapang Gempa Bumi di Manggarai, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana

Sigap, Perumda Air Minum Tirta Komodo Ruteng Tangani Keluhan Pelanggan

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores