• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, June 24, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Warga Tuding Proyek Jalan Lapen Benteng Jawa-Necak Ada Aroma Korupsi

by Redaksi Berita Flores
10 January 2020
in HEADLINE
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITA FLORES- Sejumlah warga Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT menuding pengerjaan proyek jalan lapisan penetrasi (Lapen) menghubungkan Benteng Jawa, menuju Necak ada aroma korupsi.

Ironisnya, pengerjaan proyek jalan yang baru saja selesai dikerjakan itu, kini sudah mulai rusak.

Proyek itu menelan anggaran sebesar Rp. 1.196.412.00 bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manggarai Timur tahun anggaran 2019. Proyek bernilai miliaran itu dikerjakan oleh CV. Tunas Murni. Meski anggaran cukup fantastis, namun proyek tersebut dinilai tidak berkualitas.

Berdasarkan pantauan Beritaflores.com, pada Selasa, 7 Januari 2020 lalu, di beberapa titik, kondisi material aspal sudah terkelupas dan mengalami keretakan bahkan badan jalan lapen itu terpecah. Di bagian tengah badan jalan pun terlihat moncong ke atas serta bergelombang. Kuat dugaan, penyiraman material aspal tidak merata, juga sangat tipis. Bahkan agregat batu krikil terlihat berserakan di badan jalan.

Akibatnya, pengguna jalan pun tampak kesulitan saat melewati ruas jalan tersebut.

Warga setempat, berinisial A menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, terkesan lalai melakukan pengawasan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Ironisnya proyek ini baru selesai dikerjakan pada bulan November 2018 lalu, sekarang sudah rusak begini. Kami pun menduga ini sarat korupsi. Di mana sih pengawasannya. Ini mungkin kelalaian Dinas PUPR Matim,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi itu pada Selasa, 7 Januari 2020.

Ia mengatakan, usai pengerjaan, ruas jalan itu sempat diperbaiki oleh kontraktor pelaksana pada beberapa bulan lalu karena mengalami kerusakan di sejumlah titik. Meskipun demikian, proyek itu mulai kembali mengalami kerusakan parah. Ia menduga bahwa, proyek itu berkualitas buruk padahal usianya belum sampai setahun.

“Memang pernah diperbaiki. Tapi kerusakan sekarang itu di titik lain,” ujarnya. Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pemda Matim melalui Dinas PUPR untuk segera mengambil langkah tegas terhadap kontraktor pelaksana agar segera dilakukan perbaikan demi memwujudkan kualitas proyek.


“Pemda Matim harus ambil langkah tegas. Jangan diam. Suruh kontraktor harus perbaiki lagi,” tandas dia.

Hal senada disampaikan warga berinisial H salah seorang pengendara roda dua yang kerap melintas di daerah itu. Ia mengatakan, saat melintasi ruas jalan itu, dirinya merasa takut terperosok karena kondisi kerusakan jalan. Sebab kata dia, batu krikil pun berserakan di badan jalan.

“Sangat disayangkan, kenapa dalam tempo sesingkat ini jalannya sudah rusak. Kalau sudah begini, kesannya seperti sia-sia proyek,” tegas dia.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, Yosep Marto melalui Pejebat Pembuat Komitmen (PPK) Anton Dapoto mengatakan bahwa, pihaknya belum melakukan Provisional Hand Over (PHO) terhadap proyek tersebut. 

“Belasan paket saja yang sudah di-PHO. Selebihnya termin. Termasuk Benteng Jawa-Necak. Kemarin kami cairkan 70-an persen saja,” kata Anton saat dihubungi Beritaflores.com Rabu, 8 Januari 2020.

Sementara itu, kontraktor pelaksana Oktovianus Gunardi mengatakan bahwa, pihaknya akan memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. 

“Akan diperbaiki nanti,” ujar Gunardi saat dihubungi Beritaflores.com pada Rabu, 8 Januari 2020.

Tak hanya itu, ia juga melarang awak media untuk memberitakan kerusakan ruas jalan lapen tersebut. Menurut dia, ruas jalan utama menuju Desa Compang Necak itu, masih dalam masa pemelihraan selama satu tahun.

“Coo tara langsung berita ne ta ase-bahasa Manggarai (Kenapa langsung diberitakan adik-red). Masih dalam pemeliharaan itu,” imbuhnya.

Efren Polce/BF

BacaJuga

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

20 June 2026

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

9 June 2026

Jaksa Bantah Beri Info A1 ke Edi Hardum Terkait Kasus Dugaan Korupsi DAK DP3AKB Matim

9 June 2026

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

9 June 2026

ARTIKEL TERKINI

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

23 June 2026

Panitia Matangkan Persiapan Turnamen U-15 di Kecamatan Cibal

23 June 2026

Program Phase-in Ceremony Local Sponsorship untuk Desa Ling- Manggarai

23 June 2026

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

20 June 2026

BANYAK DIBACA

Kades Rado dan Lurah Pagal Dukung Turnamen Sepak Bola U-15 Kecamatan Cibal

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

Plan International Indonesia dan Pemkab Manggarai Luncurkan Project Desa SIAP

Ketika Kekerasan Menghapus Rasa Aman dalam Rumah Tangga

Panitia Matangkan Persiapan Turnamen U-15 di Kecamatan Cibal

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores