RUTENG, BERITA FLORES – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia, menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores, Provinsi Nusa Tenggara (NTT).
Acara penyerahan bantuan kemanusian itu berlangsung di Parkiran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis (3/9/2026). Simbolis diserahkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Drs. Mashudi kepada Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu.
Simbolis juga diserahkan kepada Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, Kepala Kejari Manggarai, Dr. Deddi Diliyanto, Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Roby Fernandez, dan perwakilan masyarakat. Hadir saat itu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) NTT, Decky Nurmansyah.
Acara itu juga dihadiri Perwakilan dari Kodim 1612 Manggarai, pejabat dari Dirjenpas Kemenimipas, sejumlah pimpinan OPD lingkup Kabupaten Manggarai, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenimipas, Pegawai Rutan Ruteng, dan masyarakat.
Dirjenpas, Drs. Mashudi menyampaikan, bantuan yang diserahkan itu merupakan bentuk solidaritas sosial dan kepedulian jajaran Kemenimipas seluruh Indonesia terhadap para korban bencana gempa bumi di NTT, dan salah satunya wilayah terdampak adalah Kabupaten Manggarai.
“Bantuan ini dihimpun dari kepedulian jajaran Kemenimipas di seluruh Indonesia. Bahwa kami hadir membawa kepedulian bencana gempa bumi untuk warga masyarakat Manggarai, pegawai Rutan serta binaan yang terdampak gempa bumi,” ujar Mashudi.
Ia mengatakan bantuan itu tidak seberapa nilainya, namun setidaknya ada rasa kepedulian dan bentuk kehadiran Kemenimipas untuk pemulihan pasca benca gempa bumi di wilayah kabupaten Manggarai. Berharap bantuan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak.
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenimipas atas perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat Manggarai, khususnya warga terdampak gempa bumi. Bantuan yang disalurkan itu sangat berarti bagi warga dalam pemulihan pasca bencana gempa di daerahnya.
Menurutnya, kehadiran langsung jajaran Ditjenpas Kemenimipas di tengah masyarakat terdampak, tentu tidak hanya sekedar untuk membawa logistik bantuan, tetapi juga memberikan penguatan moral bagi pemerintah dan masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan pascagempa.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Manggarai, kami ucapkan terima kasih atas kepedulian dan rasa persaudaraan dari Kemenimipas. Keberadaan Ditjenpas hari ini di sini menguatkan hati dan memberikan semangat baru bagi kami semua,” katanya.
Sementara Kakanwil NTT, Decky Nurmansyah, pada kesempatan itu menyampaikan bantuan dari Kemenimipas untuk pemulihan pasca bencana gempa bumi berupa beras sebanyak 20 ton, sebanyak 2000 lembar selimut, telutlr 1000 rak, gula pasir 1000 kilogram, mie instan 1000 dus, minyak goreng 1000 liter, serta obat-obatan.
Selain menyampaikan langkah tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana, Decky juga melaporkan rencana dan tindak lanjut pelaksanaan pemulihan pasca bencana gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Decky menjelaskan, pelaksanaan pemulihan pascabencana gempa bumi di wilayah Flores dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keselamatan warga binaan, petugas, keamanan dan ketertiban, keberlangsungan pelayanan Pemasyarakatan, serta percepatan pemulihan sarana dan prasarana.
“Terhadap UPT yang mengalami kerusakan, telah dilakukan langkah pengamanan, asesmen, penataan kembali penempatan Warga Binaan, serta koordinasi lintas sektor sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi,” bebernya.
Kendati kata Decky, diperlukan dukungan dan tindak lanjut secara terpadu dalam pemulihan sarana dan prasarana Pemasyarakatan yang terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan anggaran, penguatan sarana keamanan, peningkatan kapasitas UPT penerima, serta penyusunan sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih komprehensif.**
Laporan : Yhono Hande








