RUTENG BERITA FLORES – Sarana dan prasarana yang memadai menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, terutama di wilayah pulau Mules atau Nuca Molas yang menghadapi keterbatasan akses pembangunan.
Di kabupaten Manggarai khususnya di desa Nuca Molas, kecamatan Satar Mese Barat, kebutuhan ini masih menjadi tantangan besar. Pembangunan terhadap SMPN Satap Nuca Molas menjadi simbol bahwa pemerintah hadir bukan hanya untuk sekolah yang ada di kota tetapi juga untuk pulau terpencil. Sehingga negara dan pemerintah tidak pernah absen dari anak-anak bangsa, di mana pun mereka berada.
Dengan tekad kuat pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, pendidikan di Pulau Nuca Molas kini memasuki babak baru yakni dengan mengahdirkan program revitalisasi tahun anggaran 2026 oleh pemerintah pusat.
Kehadiran program revitalisasi ini menjadi sebuah langkah maju demi lahirnya generasi pulau yang cerdas, berkarakter, dan siap menatap masa depan khususnya bangsa dan negara.
Sekolah tersebut memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,1 miliar yang bersumber dari APBN melalui skema swakelola.
Penanggung Jawab Program Revitalisasi Sulaiman, menjelaskan pekerjaan mulai dilaksanakan sejak 15 Juni 2026, dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender.
“Saat ini progres fisik sudah mencapai sekitar 45 persen. Secara umum pelaksanaan berjalan sesuai rencana meskipun sempat terkendala cuaca,” ujarnya.
Sulaiman yang juga Kepala sekolah itu juga bilang, dengan kondisi cuaca hujan dan angin di wilayah dalam Pulau Mules itu, akan berpengaruh terhadap pengangkutan material dan pekerjaan bangunan.
“Memang agak kendala cuaca selam ini, sehingga matarial seperti semen dan bahan-bahan lainnya masih tersimpan selam dua minggu di daratan. Gelombang tinggi membuat perahu tidak bisa nyebrang. Kami berharap kondisi cuaca mendukung agar pekerjaan berjalan lancar,” katanya.
Dalam program revitalisasi tersebut, SMPN Satap Nuca Molas Ruteng melaksanakan sejumlah item pekerjaan yang meliputi pekerjaan ruang administrasi (1 ruangan), rehabilirasi ruang perpustakaan, rehab ruangan kelas (3 ruangan), pekerjaan ruang kelas baru 4 (ruangan) dan toilet termasuk perabot atau mebeler di dalam ruangan.
Menurutnya, seluruh kegiatan berupa rehabilitasi bangunan dan pembangunan gedung baru. Pekerjaan meliputi penggantian atap, plafon, kusen, hingga pemasangan keramik pada beberapa ruangan.
Sulaiman menjelaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh P2SP yang dibentuk sekolah dengan melibatkan unsur komite dan masyarakat. Sementara tenaga kerja yang digunakan berasal dari masyarakat lokal yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
Dengan begitu, sekolah yang berdiri sejak 2009 silam itu kini memiliki fasilitas yang cukup untuk mendukung kegiatan pembelajaran dari anak-anak.
“Sejak berdiri pada tahun 2009 ini baru kami dapat rehab. Sehingga kami bersyukur kepada pemerintah sudah memberikan kami bantuan supaya kami bisa sekolah aman dan nyaman. Memang selama ini kami selalu di hantui oleh angin dan hujan karena atap yang bocor, kayu yang sudah lapuk,” ungkapnya.
Saat ini negara hadir untuk SMPN Satap Nuca Molas, hal ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap anak-anak generasi bangsa di masa depan.
“Ini merupakan hadiah terindah bagi kami guru dan anak-anak, Dengan kondisi gedung yang rusak itu kini kami mau menikmati gedung baru,” ucapnya.
Mereka berharap pemerintah masih dapat memberikan dukungan serupa pada tahun-tahun mendatang untuk pembangunan yang ada di Nuca Molas.
“Kita berharap kepada pemerintah agar terus membantu kami, apalagi Nuca Molas atau pulau mules saat ini menjadi ajang wisata dunia yang ada di kabupaten Manggarai,” harapnya.**
Laporan: Yhono Hande





