RUTENG, BERITA FLORES – Yosef Salvius Samsoyo, S.Pd, Calon Kepala Desa (Cakades) Pong Umpu, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, NTT mengaku sangat optimis terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 8 Oktober mendatang.
Obi begitu ia akrab disapa mengatakan, optimisme tersebut diakuinya atas dukungan keluarga dan masyarakat di Desa Pong Umpu. Tak hanya itu, kata dia, dukungan terus mengalir juga datang dari berbagai stakeholder seperti tokoh muda dan tokoh masyarakat di desa itu.
“Saya optimis. Apalagi dukungan keluarga, tokoh masyarakat begitu tinggi untuk mengabdi,” ujarnya kepada Beritaflores.com melalui WhatsApp Selasa, 4 Agustus 2026.
Calon Kades bernomor urut 1 ini menjelaskan, dirinya bertarung dalam kontestasi Pilkades kali ini bukan karena ambisi kekuasaan maupun jabatan, melainkan dirinya hendak memajukan Desa Pong Umpu. Tentunya dengan memanfaatkan berbagai macam potensi desa yang dimiliki saat ini.
Untuk meyakinkan warga Desa Pong Umpu, ia mengusung gagasan “Menuju Desa Pong Umpu yang maju, sehat dan mandiri”. Untuk itu, pihaknya berjanji; mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik (good governance) dengan mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat yang adil, bijaksana dan transparan.
“Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung peningkatan perekonomian desa berdasarkan prinsip demokrasi, meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan desa sebagai upaya menuju desa sehat dan siaga,” jelas dia.
Alumni English Departement Of STKIP YPUP Makassar itu menjelaskan, pihaknya bakal mendorong pengembangan sumber daya manusia dengan mendukung UMKM masyarakat desa serta memanfaatkan sumber daya alam untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
“Selain komoditas seperti cengkeh, kopi, porang, ada potensi lain yang tidak pernah digarap selama ini yakni pengrajin kain tenun, ini yang menjadi program prioritas (saya) untuk kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” jelas dia.
Ia pun menggagas, pemerintah desa bukan hanya berhenti pada produktivitas produk UMKM yang dihasilkan masyarakat desa, melainkan memastikan produk tersebut bisa terjual bebas di pasaran. Tentunya, kata dia, memanfaatkan sumber daya dan kebutuhan pasar apalagi saat ini peluang ekonomi super prioritas, seperti Labuan Bajo.
“Sehingga Labuan Bajo menjadi tujuan utama pemasaran produk UMKM warga Desa Pong Umpu,” tandasnya.
Tokoh representatif orang muda Desa Pong Umpu ini juga mengaku jika terpilih, dirinya hendak merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan desa. Tetapi hal itu bisa diwujudkan melalui sinergitas yang dibangun antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah desa.
Meski begitu, dirinya mengakui keterbatasan budgeting yang dimiliki pemerintah desa saat ini. Namun, ia juga akan memaksimalkan peran BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) sehingga meningkatkan Pendapatan Desa Pong Umpu. Di samping itu, pemerintah desa juga mestinya menerapkan prinsip efisiensi anggaran dengan menentukan skala prioritas pembangunan desa.
“Untuk mengatasi anggaran yang dipangkas akibat efisiensi dan fokus pemerintah pusat pada MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Kopdes, maka Pemerintah Desa Pong Umpu seharusnya menggenjot BUMDes dengan menambah anak usaha seperti usaha ayam pedaging, sehingga dapur MBG yang ada di Kecamatan Lelak tidak membeli daging segar dari luar,” cetusnya.
Untuk diketahui, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Manggarai, NTT tahun 2026 akan diikuti sebanyak 44 desa. Sementara pemungutan suara untuk ke-44 desa tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 8 Oktober 2026 mendatang.
Penulis: Ronald Habe





