RUTENG , BERITA FLORES – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rabok yang berlokasi di desa Loce, kecamatan Reok Barat, kabupaten Manggarai, NTT, menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Bentuk dari perhatian tersebut melalui program revitalisasi dengan anggaran 1.494.958.200 (satu milyar empat ratus sembilan puluh empat juta sembilan ratus lima puluh delapan ribu dua ratus rupiah).
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan baik itu lewat perbaikan gedung maupun sarana dan prasarana pendidikan lainnya, untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Selain itu, program revit ini dilakukan untuk perbaikan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang membutuhkan pembenahan bangunan dan saran pendukung.
Pekerjaan program revitalisasi ini dilaksanakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang telah ditentukan, dengan dana yang ditransfer langsung ke sekolah sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala SDN Rabok, Xaverius Son mengatakan, bantuan program revitalisasi yang diterima saat ini merupakan hasil dari berbagai rangkaian proses yang panjang.
Ia mengaku, jika sebelum datangnya program revitalisasi itu, para siswa dan guru selama ini masih menempati bangunan darurat yang dibangun secara swadaya oleh para orangtua siswa pada pertengahan 2023 silam.
Dengan bangunnya gedung darurat tersebut kata dia, lantaran minimnya fasilitas ruangan kelas di sekolah. Kendati demikian kondisi itu tentunya akan menjadi perhatian untuk mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung pendidikan yang belum tersedia secara maksimal.
“Kondisi ruangan kami punya memang selama ini tidak layak digunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar. Dengan ruangan reyot itu kemudian kami diupload ke media soasial. Sehingga mendapat tanggapan dari berbagai instansi dan lembaga sehingga diviralkan ke media,” ungkap Kepsek Xaverius kepada media ini (24/07/2026) lalu.
Kepsek Xaverius merincikan, dari total anggaran 1,4 miliar yang di kucurkan untuk SDN Rabok saat ini, akan di gunakan untuk perbaikan ruang kelas dan pengadaan beberapa ruang kelas baru (RKB) serta sejumlah item pekerjaan lainnya di lingkungan sekolah SDN Rabok.
“Item-item pekerjaan yang mau direvitalisasi adalah pembangun ruang kelas baru (3 ruang), pembangunan ruang administrasi 1 ruang, rehab ruang kelas (2 ruang), rehab wc atau toilet (2 ruang), penataan lingkungan, dan manajemen,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, pelaksanaan pekerjaan dari program revitalisasi itu dilaksanakan usai pencairan pertama yakni pada tanggal 24 Juni 2026 lalu dan penyelesaian akan targetkan pada bulan Oktober 2026 mendatang.
“Tukang mulai bekerja sejak tanggal 10 juli 2026 sehingga sejauh ini masil pada tahap cor selot bawah dan cor tiang. Sementara target penyelsaiannya pada bulan Oktober,” kata Xaverius.
Ia menyebutkan, seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh P2SP yang dibentuk sekolah dengan melibatkan unsur komite dan masyarakat. Sementara tenaga kerja yang digunakan berasal dari masyarakat lokal yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
“Semua dikerjakan sesuai petunjuk teknis artinya, pada bagian tenaga kerja kami pekerjakan tukang yang berasal dari kampong Bolol, Loce dan Talang (warga sekitar),” sebutnya.
Meskipun tak ada kendala yang signifikan selama proses pekerjaan itu. Namun Xaverius tetap berharap agar pemerintah terus memberikan dukungan penuh terhadap dunia pendidikan khususnya di SDN Rabok.**
Laporan : Yhono Hande




