• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, September 15, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Dampak Tak ada SPBU Harga BBM Eceran di Lamba Leda Meroket, Warga Titip Harapan ke PT Pertamina

by Berita Flores
27 May 2026
in BERITA
A A
0

Pemuda Asal Benteng Jawa, Paskalis F. Tofen - Foto: Dok. Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITAFLORES – Warga Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan PT Pertamina Patra Niaga untuk segera membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di wilayah mereka.

Hingga saat ini, Kecamatan Lamba Leda belum memiliki satu pun SPBU resmi. Kondisi ini memaksa warga membeli bensin eceran yang dijual menggunakan botol dengan harga mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi.

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir diduga berkaitan dengan penertiban penjualan bensin eceran oleh Polres Manggarai Timur.

Sejak penertiban dilakukan, banyak penjual eceran menutup lapaknya karena khawatir ditindak, sehingga akses warga terhadap BBM semakin terbatas.

Pemuda asal Benteng Jawa, Paskalis Farly Tofen, menyatakan bahwa kehadiran SPBU di tingkat kecamatan sudah menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi pelengkap.

“Kehadiran sebuah SPBU di suatu wilayah itu sangat krusial, apalagi ini untuk skala kecamatan yang wilayahnya luas dan mobilitas warganya tinggi. Sangat memprihatinkan kalau sampai hari ini Lamba Leda belum punya satu pun SPBU resmi,” kata Tofen kepada media ini Senin, 25/5/2026.

Ia menjelaskan, ketiadaan SPBU resmi menghambat potensi ekonomi daerah sebab demi mendapatkan BBM, warga harus menempuh perjalanan 2 hingga 2,5 jam ke SPBU terdekat di Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan.

“Bagaimana ekonomi mau maju kalau urusan paling dasar seperti bahan bakar saja kami harus bertaruh waktu berjam-jam ke kecamatan lain? Pemerintah dan Pertamina harus melihat ini sebagai prioritas,” ujar Tofen.

Warga menilai kondisi ini mengganggu aktivitas transportasi, pertanian, dan usaha kecil menengah. Pembelian bensin eceran menggunakan botol juga dinilai berisiko terhadap keselamatan.

Para tokoh masyarakat berharap Pemerintah Daerah Manggarai Timur segera berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan studi kelayakan dan mempercepat pembangunan SPBU di Lamba Leda. Kehadiran SPBU dinilai penting untuk menstabilkan harga, mencegah kelangkaan, dan mendorong perputaran ekonomi di kecamatan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, media juga masih berupaya meminta keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga terkait kelangkaan BBM dan rencana pembangunan SPBU di Kecamatan Lamba Leda.

Laporan : Tim BF

Tags: BBM langkaKELANGKAAN BBMLamba LedaPertaminaSPBU

BacaJuga

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026
Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

22 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

BANYAK DIBACA

Wabub Manggarai: 50 Tahun SDK Ruteng V Ciptakan SDM Unggul

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

Temuan Korupsi Mega Proyek CSSD dan Laundry RSUD Ruteng, Negara Merugi Hingga Lebih dari Rp16 Miliar

Gerindra NTT Dukung Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Umat Stasi Wae Ruek Gotong Royong Galang Dana Pembangunan Kapela di Kampung Ojang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores