BORONG, BERITAFLORES – Warga Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan PT Pertamina Patra Niaga untuk segera membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di wilayah mereka.
Hingga saat ini, Kecamatan Lamba Leda belum memiliki satu pun SPBU resmi. Kondisi ini memaksa warga membeli bensin eceran yang dijual menggunakan botol dengan harga mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi.
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir diduga berkaitan dengan penertiban penjualan bensin eceran oleh Polres Manggarai Timur.
Sejak penertiban dilakukan, banyak penjual eceran menutup lapaknya karena khawatir ditindak, sehingga akses warga terhadap BBM semakin terbatas.
Pemuda asal Benteng Jawa, Paskalis Farly Tofen, menyatakan bahwa kehadiran SPBU di tingkat kecamatan sudah menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi pelengkap.
“Kehadiran sebuah SPBU di suatu wilayah itu sangat krusial, apalagi ini untuk skala kecamatan yang wilayahnya luas dan mobilitas warganya tinggi. Sangat memprihatinkan kalau sampai hari ini Lamba Leda belum punya satu pun SPBU resmi,” kata Tofen kepada media ini Senin, 25/5/2026.
Ia menjelaskan, ketiadaan SPBU resmi menghambat potensi ekonomi daerah sebab demi mendapatkan BBM, warga harus menempuh perjalanan 2 hingga 2,5 jam ke SPBU terdekat di Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan.
“Bagaimana ekonomi mau maju kalau urusan paling dasar seperti bahan bakar saja kami harus bertaruh waktu berjam-jam ke kecamatan lain? Pemerintah dan Pertamina harus melihat ini sebagai prioritas,” ujar Tofen.
Warga menilai kondisi ini mengganggu aktivitas transportasi, pertanian, dan usaha kecil menengah. Pembelian bensin eceran menggunakan botol juga dinilai berisiko terhadap keselamatan.
Para tokoh masyarakat berharap Pemerintah Daerah Manggarai Timur segera berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan studi kelayakan dan mempercepat pembangunan SPBU di Lamba Leda. Kehadiran SPBU dinilai penting untuk menstabilkan harga, mencegah kelangkaan, dan mendorong perputaran ekonomi di kecamatan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, media juga masih berupaya meminta keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga terkait kelangkaan BBM dan rencana pembangunan SPBU di Kecamatan Lamba Leda.
Laporan : Tim BF





