• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, September 15, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Pemprov NTT Siap Kolaborasi dengan BPDP Kembangkan Program Hulu–Hilir Kakao Mulai 2026

by Berita Flores
11 October 2025
in BERITA, Blog, HEADLINE
A A
0

Ilustrasi Tanaman Kakao - Foto: Unduhan Google

Share on FacebookShare on Twitter

KUPANG, BERITAFLORES – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, menerima audiensi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diwakili oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu, Normansyah Hidayat, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT, Adi Setiawan.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur pada Kamis (9/10/2025) sore tersebut membahas potensi besar sektor perkebunan, khususnya kakao, serta rencana pengembangannya melalui program hulu–hilir terpadu di NTT.

Gubernur Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa NTT memiliki potensi yang besar di sektor perkebunan, terutama pada komoditas kakao dan kelapa.

“Kita mulai dulu dengan yang ada. Entah besar atau kecil, yang penting dimulai dulu agar bisa menjadi contoh untuk pengembangan ke depan,” ujar Gubernur.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat, menjelaskan bahwa program ini akan menjadi model percontohan nasional bagi pengembangan kakao di daerah lain. Salah satu lokasi yang dipilih sebagai model adalah Zuzuzea, Nangapenda, Kabupaten Ende, yang memiliki potensi besar dari pembibitan hingga pengolahan hasil kakao.

“Program ini bersifat full package – mencakup pembibitan, peremajaan, perawatan, panen, hingga hilirisasi hasil panen. Bahkan, disiapkan juga beasiswa untuk pengembangan sumber daya manusia di wilayah pengembangan kakao,” jelas Normansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, menyampaikan bahwa saat ini NTT memiliki sekitar 60.000 hektare kebun kakao dengan produksi mencapai 20.000 ton per tahun. Namun, sebagian besar tanaman kakao sudah berusia tua dan membutuhkan peremajaan.

“Agar pemerataan terjadi, program ini akan memberikan bantuan hingga dua hektare per Petani. Pemerintah provinsi juga akan menyiapkan bibit lokal berkualitas sesuai standar, agar manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” terangnya.

Beberapa kabupaten yang menjadi sentra produksi kakao di NTT antara lain Sikka, Ende, Flores Timur, Manggarai Timur, dan Sumba Barat. Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perkebunan telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, khususnya Kabupaten Ende, untuk memfasilitasi pelaksanaan program tersebut. Tahapan awal yang tengah dilakukan adalah identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), mengingat penerima program akan ditentukan berdasarkan usulan masyarakat dan pemerintah daerah.

Program pengembangan kakao ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026, setelah regulasi pendukungnya diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Selain itu, implementasi program akan disinergikan dengan Anggaran Bantuan Transfer (ABT) guna menghindari tumpang tindih atau pendobelan penerima bantuan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Dasa Cita pertama kepemimpinan Gubernur Melkiades Laka Lena, yaitu membangun rantai pasok yang efisien dengan menghadirkan teknologi terkini dari tahap produksi hingga distribusi (hilirisasi) di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan, sekaligus memberikan perlindungan asuransi bagi para pelaku sektor tersebut.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan masyarakat, pengembangan perkebunan kakao diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Nusa Tenggara Timur yang berkelanjutan, bernilai tambah tinggi, serta berdaya saing nasional.

Laporan: Adrianus Paju

Tags: budidaya kakaokakaokakao di NTTPemprov NTT kolaborasi soal tanamam kakaopetani kakaotanaman kakao

BacaJuga

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

BANYAK DIBACA

Wabub Manggarai: 50 Tahun SDK Ruteng V Ciptakan SDM Unggul

Gerindra NTT Dukung Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Umat Stasi Wae Ruek Gotong Royong Galang Dana Pembangunan Kapela di Kampung Ojang

Temuan Korupsi Mega Proyek CSSD dan Laundry RSUD Ruteng, Negara Merugi Hingga Lebih dari Rp16 Miliar

Kelompok Bona Abunawan Dipolisikan atas Dugaan Penyerobotan dan Pengancaman di Lengkong Warang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores