• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Sunday, March 29, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Tega! Kapus Bersama Bendahara dan Tim Taktis Diduga Bersekongkol Sunat Upah Nakes di Puskesmas Benteng Jawa

by Berita Flores
4 February 2025
in BERITA, Culture, Entertainment, Environment, Event, HEADLINE, HUKUM, KESEHATAN, Lifestyle, News, Sport, Tech, Travel, Wellness
A A
0

Ilustrasi Penjabat Korupsi - Foto: Unduhan Google.net

Share on FacebookShare on Twitter

Ruteng- Beritaflores – Potongan upah transportasi tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Benteng Jawa di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, mesti menjadi perhatian serius pihak terkait, pasca muncuat ke permukaan.

Betapa tidak, upah para Nakes yang telah menjalankan tugas ke desa-desa binaan kerap dipotong meski upah itu merupakan hak mereka.

Alhasil, para Nakes yang telah melaksanakan tugasnya ke desa-desa tidak dapat mendapatkan jatah upah transportasi secara utuh, sebagaimana yang diharapkan.

Geradus Hasu selaku kepala Puskesmas Benteng Jawa, kemudian lebih memilih menerapkan kebijakannya untuk membagikan potongan upah transport nakes itu sama rata.

Mirisnya lagi, hasil potongan upah para Nakes itu disebut-sebut untuk mengisi kantong sang kepala puskesmas, bendahara dan tim taktis.

Nilai potongan upahnya pun bikin geleng kepala, karena disebut-sebut berlaku hingga angka 15% dari total upah yang diterima oleh masing-masing Nakes.

“Uang BOK dari rekening pegawai dikumpulkan kembali, lalu dibagikan. Tetapi tetap dipotong 15%. Dari pemotongan 15% ini, 5% diberikan kepada Kepala Puskesmas, 5% kepada bendahara, dan 5% untuk kebutuhan taktis”, ungkap seorang sumber media yang enggan disebutkan namanya dalam pemberitaan, baru-baru ini.

Jika dihitung terperinci, terang Sumber itu, total anggaran dana transportasi di Puskesmas Benteng Jawa tiap tahunnya mencapai angka Rp420 juta.

Artinya, anggaran 15% yang dipotong dari total dana transportasi dalam setahun di puskesmas itu mencapai angka Rp63 juta.

Maka, jika angka potongan itu berlaku dalam 5 tahun beruntun, maka potongan dana yang terkumpul akan senilai Rp315 juta.

Dana potongan ini, terang Sumber melanjutkan, kemudian dibagi rata lagi untuk jatah Kapus, Bendahara dan tim taktis sehingga masing-masing  mendapatkan dana Rp105 juta per tahun.

Sumber itu berkata, pencairan dana BOK, dilakukan setiap triwulan dengan jumlah sekitar Rp105 juta, meskipun angka ini bisa sedikit berbeda pada setiap pencairan.

“Jika dihitung, dalam setahun dana transportasi mencapai Rp420 juta. Total pemotongan dana BOK setiap tahun rata-rata mencapai Rp63 juta. Jika dikalikan lima tahun, maka jumlahnya sekitar Rp315 juta. Dari jumlah tersebut, Kepala Puskesmas, Bendahara, dan Bagian taktis masing-masing mendapatkan Rp105 juta,” ungkapnya.

Terkait informasi sumber itu, media tengah berupaya menghubungi Kepala Puskesmas Benteng Jawa, Geradus Hasu, guna memperoleh data klarifikasi, namun belum mendapat jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Wartawan juga telah berupaya menghubungi Kapus Geradus via pesan WhatsApp, namun pesan terkirim masih bercentang satu, pertanda pesan belum terbaca penerima.

Kadis Kesehatan Manggarai Timur Bungkam

Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur mestinya menjadi pihak terdepan yang turut menaruh perhatian serius terkait informasi dugaan pemotongan upah Nakes di Puskesmas Benteng Jawa ini.

Walau demikian, dr. Surip Titin, selaku kepala Dinas Kesehatan wilayah itu urung memberikan komentar apakah kebijakan yang ditempuh Kapus Benteng Jawa ini dibenarkan atau tidak dari sisi regulasi dan atau petunjuk tekhnis pengelolaan anggaran dana BOK.

Hal tersebut diketahui usai Beritaflores meminta tanggapan Kadis Surip Titin via pesan dan telephone WhatsApp, pada Senin 3 Januari.

Meski isi pesan telah bercentang dua, pertanda  diterima, namun kemungkinan hanya dibacakan saja karena tidak mendapat tanggapan balik sama sekali.

Demikian juga dengan telephone WhatsApp dari Beritaflores. Walau berdering tanda masuk ke penerima, namun tidak juga mendapat jawaban. (**)

Laporan: Andy Paju

Tags: dana BOKDUGAAN KORUPSIKadis Kesehatan Manggarai TimurKapus Benteng Jawakorupsinakes di Manggarai TimurPuskesmas Benteng Jawasunat dana BOKupah NakesUpah Nakes di Sunat

BacaJuga

Nota Pengantar LKPJ 2025 Fokus pada Kinerja dan Arah Pembangunan Berkelanjutan

28 March 2026

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Hery Beber Capaian Pertumbuhan Ekonomi di Manggarai

26 March 2026

Nyolong Uang Belasan Juta, Polisi Tangkap Pelaku Pembobolan Kios di Lous

26 March 2026

Akses Lalin Putus, Warga Golo Turun Tangan Perbaiki Deker Jebol di Jalur Pinggang-Ringkas

24 March 2026

ARTIKEL TERKINI

Nota Pengantar LKPJ 2025 Fokus pada Kinerja dan Arah Pembangunan Berkelanjutan

28 March 2026

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Hery Beber Capaian Pertumbuhan Ekonomi di Manggarai

26 March 2026

Nyolong Uang Belasan Juta, Polisi Tangkap Pelaku Pembobolan Kios di Lous

26 March 2026

Akses Lalin Putus, Warga Golo Turun Tangan Perbaiki Deker Jebol di Jalur Pinggang-Ringkas

24 March 2026

BANYAK DIBACA

Nyolong Uang Belasan Juta, Polisi Tangkap Pelaku Pembobolan Kios di Lous

Akses Lalin Putus, Warga Golo Turun Tangan Perbaiki Deker Jebol di Jalur Pinggang-Ringkas

Kado di Hari Kemenangan: 29 Warga Binaan Rutan Ruteng Terima Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H

Mediasi Sengketa Tanah di Desa Bulan, Bupati Manggarai Pertemukan Sejumlah Tetua Adat

Nota Pengantar LKPJ 2025 Fokus pada Kinerja dan Arah Pembangunan Berkelanjutan

Libur Idul Fitri dan Paskah 2026, Pemkab Manggarai Buka Posko Layanan Masyarakat

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores