• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, January 13, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA POLITIK

Peserta PPPK 2022 di Manggarai yang Protes terkait Hasil Disarankan Sanggah ke Mendikbudristek

by Redaksi Berita Flores
11 March 2023
in POLITIK
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES- Sejumlah peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru tahun 2022 di Kabupaten Manggarai, NTT melakukan protes atas keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.

Aksi protes tersebut dilakukan untuk mempersoalkan kebijakan bagi peserta calon PPPK tahun 2022 dengan kategori prioritas 1 (P1), prioritas 2 (P2), dan prioritas 3 (P3).

Aksi protes atas keputusan Mendikbudristek tersebut disampaikan oleh para guru melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Gero di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Jumat (10/3).

Salah seorang peserta dari kategori prioritas 1 (P1), Kaliktus Andi, menyampaikan kekecewaannya mengenai sistem kelulusan bagi peserta seleksi atau pelamar.

“Kami yang sudah lulus masih banyak yang belum dapat tempat, lalu observasi yang lain, yang diobservasi lagi dapat tempat, sementara kami belum,” ujarnya.

Merespon hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Gero mengatakan, para peserta seleksi PPPK Guru 2022 di daerah itu melayangkan protes terdiri dari sejumlah kategori, mulai dari priotas 1 (P1), prioritas 2 (P2), hingga prioritas 3 (P3), dengan masing-masing persoalan yang mereka hadapi.

“Terkait teman-teman guru yang sudah dinyatakan lulus passing grade 2021 atau P1, tidak semua punya tempat ya. Nasib P1 ini nanti yang akan kami ajukan pertanyaan ke Jakarta. Sementara untuk guru-guru yang kategori P2 dan P3, nanti tetap akan dilakukan mekanisme seleksi observasi,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (10/3).

Kadis Frans meminta para guru agar segera memaksimalkan ruang sanggahan yang sudah disediakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB) di akun masing-masing. Sebab, pihaknya tidak diberi ruang untuk melakukan sanggahan melalui aplikasi untuk menyampaikan masalah yang dialami setiap peserta seleksi.

“Mulai hari ini konsentrasikan waktu untuk lakukan sanggahan. Sanggahan pertama terkait kenapa tidak lulus dan harus didukung dengan data administrasi. Mungkin melalui teman-teman nanti bisa memperbaiki keadaan,” pungkas dia.

Ia menegaskan, pihaknya hanya mengakomodir pengaduan laporan tertulis berupa data tentang masalah yang sifatnya fatal dan mengganggu sistem di suatu sekolah. Menurut Kadis Frans, tugas Dinas Pendidikan adalah mem-backup seluruh urusan data terkait penyelenggaraan seleksi PPPK.

“Misalnya dalam rangka pelaksanaan mekanisme observasi, maka kepala dinas membuat akun untuk para pengawas. Kemudian pengawas juga secara berjenjang membuat akun untuk kepala sekolah. Berikutnya kepala sekolah membuat akun untuk guru senior. Jadi dari aspek sistematika kerja kami, 100% sudah clear,” kata Kadis Frans.

Ia menguraikan, khusus hasil test PPPK di mana, ada peserta yang puas dan ada juga yang tidak puas. Ia mengaku, hal itu bukan lagi kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai. Sebab, hasil merupakan keputusan dari pemerintah pusat. Ia berharap para peserta seleksi PPPK Guru 2022 yang merasa tidak puas agar segera melakukan sanggahan kepada Kemendikbudristek sebelum waktunya ditutup.

“Jangan buang energi untuk protes kepada kepala dinas, karena hal itu tidak akan menyelesaikan soal,” terang Kadis Frans.

Sebagai informasi, istilah Prioritas 1 (P1), Prioritas 2 (P2), dan Prioritas 3 (P3), dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru 2022 memiliki arti masing-masing, seperti dilansir Kompas.com Senin (1/11/2022).

Dijelaskan bahwa, Prioritas 1 (P1) merupakan peserta yang telah mengikuti seleksi PPPK untuk jabatan fungsional (JF) guru tahun 2021 dan telah memenuhi nilai ambang batas.

Sedangkan Prioritas 2 (P2) adalah pelamar yang terdata dalam database BKN sebagai eks tenaga honorer K-II (TH K-II) yang tidak termasuk dalam prioritas 1.

Sementara Prioritas 3 (P3) adalah guru non-ASN yang tidak termasuk dalam guru non ASN prioritas I di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan memiliki keaktifan mengajar minimal 3 tahun atau setara dengan 6 semester pada Dapodik.

Penulis: Heri Mandela

Tags: GURU PPPKKabupaten ManggaraiPENGANGKATAN GURU PPPK

BacaJuga

Thomas Tahir Tinjau Lokasi dan Temui Warga Terdampak Longsor di Rado, Kades: ‘Ini Baru Wakil Rakyat’

Thomas Tahir Tinjau Lokasi dan Temui Warga Terdampak Longsor di Rado, Kades: ‘Ini Baru Wakil Rakyat’

16 December 2025

Yohanes Rumat Tegaskan Sikap PKB Soal Kasus Dugaan Penipuan Bermodus Pokir dari Dua Anggota DPRD Matim

14 December 2025

Gelar Mukercab 2025, DPC PKB Manggarai Perkuat Pendidikan Politik Bagi Kader Loyalis

13 December 2025

Dukung Transisi Energi Fosil ke Terbarukan, Melki Laka Lena Dorong Pariwisata Ramah Lingkungan di Pulau Seraya Mabar

2 November 2025

ARTIKEL TERKINI

Tolak Bentuk Pembelaan Diri, Irenius Andar Dituntut Tanggung Jawab Atas Kematian Armendo di Tiwu Pai 

13 January 2026

Curah Hujan Tinggi, Wabup Fabi Abu Serukan Warga Manggarai Selalu Waspada Akan Kemungkinan Bencana

13 January 2026

Motor Supra X Tabrak Pick Up di Bahong, Pengendara Patah Tulang Leher

12 January 2026

Intensitas Hujan Tinggi, Pemkab Imbau Warga Manggarai Waspada Akan Bencana 

12 January 2026

BANYAK DIBACA

Breaking News: Seorang Pengunjung Wisata ‘Tiwu Pai’ di Reok Barat Tenggelam dan Belum Ditemukan

Breaking News: Longsor Lumpuhkan Akses Lalu Lintas Jalan Nasional Ruteng-Reo

Motor Supra X Tabrak Pick Up di Bahong, Pengendara Patah Tulang Leher

Presentasi Budaya di Forum PWI, Bupati Manggarai jadi Satu Kandidat Kuat dalam Ajang Anugerah Kebudayaan 2026

Upaya Pencarian Korban Tenggelam Dilanjutkan Besok, Pengelola Wisata ‘Tiwu Pai’: ‘Segala Upaya Sudah Saya Lakukan’

Tolak Bentuk Pembelaan Diri, Irenius Andar Dituntut Tanggung Jawab Atas Kematian Armendo di Tiwu Pai 

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores