• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Sunday, December 14, 2025
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

LSM ILMU Gandeng Masyarakat Peduli Alam Reboisasi Embung Wae Kebong

by Redaksi Berita Flores
20 December 2020
in BERITA, HEADLINE
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES – Lembaga Swadaya Masyarakat Insan Lantang Muda (LSM-ILMU) bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), LPPDM, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH), dan masyarakat peduli alam sukses menggelar reboisasi (penghijauan kembali) hutan lindung Wae Kebong, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT.

Dalam reboisasi kali ini kelompok dari lintas elemen ini berhasil menanam sebanyak 500 anakan pohon di hutan lindung RTK 18 tersebut. Adapun jenis anakan yang ditanam diantaranya, pohon Ara, Beringin, dan Ndingar atau kayu manis serta beberapa pohon endemik dari berbagai pelosok Manggarai.

Ketua LSM ILMU, Doni Parera, usai kegiatan reboisasi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari skema
Persembahan untuk ibu bumi (PRIBUMI).

“Hari ini adalah tahun ke sepuluh LSM ILMU menanam anakan pohon di Manggarai Raya, dalam skema kali ini 500 anakan pohon Ara, Beringin, Nara, Ndingar ditanam di hutan Lindung Gapong RTK 18 Kecamatan Cibal,” kata Doni, Sabtu (19/12).

Doni menjelaskan, para peserta kegiatan bertolak dari Ruteng sekitar pukul 08.30 WITA dan tiba di lokasi pukul 10.30. Saat tiba di lokasi kegiatan, petugas dari Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) sebagai tuan rumah sudah menunggu di pos kehutanan dalam area hutan lindung.

“Di sana sudah ada anakan kayu yang telah didrop sehari sebelumnya ke lokasi. Sebelumnya anakan ini dikumpulkan di Ruteng, dari berbagai tempat di pelosok Manggarai Raya di mana program PRIBUMI dijalankan”, ungkap Doni.

Menurut Doni, anakan pohon yang ditanam di lokasi Wae Kebong terdiri dari beragam jenis, seperti anakan pohon lokal yang sudah langka karena keberadaannya hampir punah.

“Ada Kayu Nara, kayu lokal yang sudah langka diangkut dari Desa Mbuit, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Di Boleng, kayu ini ditanam oleh 8 KK, terutama janda-janda yang masuk dalam keluarga miskin”, ujarnya.

Doni menguraikan, sementara anakan pohin Beringin diangkut dari beberapa desa di Manggarai Timur, seperti Desa Lidi dan Nanga Labang. Anakan pohon Ara diambil dari beberapa rumah tangga di Kabupaten Manggarai.

Dia menuturkan, saat tiba di lokasi mereka mendapati kondisi embung Wae Kebong dengan debit air yang banyak, karena saat ini sedang memasuki musim penghujan. Selain itu masih terlihat bongkahan pohon kayu yang ditebang beberapa tahun lalu untuk membangun embung, hingga menghasilkan daya rusak begitu masif seluas 4,5 ha hutan lindung.

“500 anakan kayu kemudian ditanam melingkari embung, dengan jarak tertentu sehingga menjadi dua lapisan lingkaran, selama hampir dua jam. Anakan kayu yang ditanam, kami pilih yang sudah berusia dua tahun ke atas dalam polybag”, jelas dia.

Anakan pohon yang berusia dua tahun ke atas, kata dia, dimaksudkan karena anakan pohon dengan usia itu memiliki kemampuan untuk bertahan tumbuh hingga menjadi pohon besar, walaupun menghadapi musim kemarau dan perawatan yang minim.

Doni berharap, upaya reboisasi ini bisa bersumbangsih menekan laju deforestasi yang saat ini terjadi hampir di seluruh dunia. Meski demikian, dia meyakini aksi reboisasi tidak cukup mengimbangi laju deforestasi yang kian masif.

“Laju deforestasi hutan dunia tidak dapat diimbangi dengan kemampuan kita manusia untuk menanam kembali hutan yang hancur dan rusak. Kegiatan hari ini mungkin ibarat memberikan setetes air ke tengah samudera”, cetus Doni.

Doni mengajak semua pihak, setidaknya terus berupaya untuk bersama-sama di belahan bumi lain agar memerangi pemanasan global, dan menjadikan bumi sebagai rumah bersama, dengan begitu menjadi lebih baik dalam menunjang kehidupan di atasnya. (R11/TIM).

Tags: EMBUNG WAE KEBONGHUTAN LINDUNG WAE KEBONG

BacaJuga

Terancam Roboh, Dinding Rumah Warga Rado di Cibal Jebol Akibat Material Tanah Longsor

14 December 2025

Yohanes Rumat Tegaskan Sikap PKB Soal Kasus Dugaan Penipuan Bermodus Pokir dari Dua Anggota DPRD Matim

14 December 2025

Pagu Rp 1,286 Miliar dari APBN, Program Revitalisasi SMPN 2 Wae Ri’i Capai Progres 95 Persen

14 December 2025

Gelar Mukercab 2025, DPC PKB Manggarai Perkuat Pendidikan Politik Bagi Kader Loyalis

13 December 2025

ARTIKEL TERKINI

Terancam Roboh, Dinding Rumah Warga Rado di Cibal Jebol Akibat Material Tanah Longsor

14 December 2025

Yohanes Rumat Tegaskan Sikap PKB Soal Kasus Dugaan Penipuan Bermodus Pokir dari Dua Anggota DPRD Matim

14 December 2025

Pagu Rp 1,286 Miliar dari APBN, Program Revitalisasi SMPN 2 Wae Ri’i Capai Progres 95 Persen

14 December 2025

Gelar Mukercab 2025, DPC PKB Manggarai Perkuat Pendidikan Politik Bagi Kader Loyalis

13 December 2025

BANYAK DIBACA

Kunjungi Dua Sekolah di Cibal, Kadis PPO Manggarai Tekankan Para Guru Bekerja Sesuai Tupoksi

Kejari Manggarai Tetapkan PPK dan Konsultan Pengawas Sebagai Tersangka Korupsi Proyek Gedung CSSD dan Laundry RSUD Ruteng 

Proaktif Dua Tokoh Bali Keturunan NTT

Bupati Mabar Tegaskan Lingko Nerot Tanah Adat Terlaing, Batas Rareng Sebelah Timur dan Lancang di Barat

Terancam Roboh, Dinding Rumah Warga Rado di Cibal Jebol Akibat Material Tanah Longsor

Pagu Rp 1,286 Miliar dari APBN, Program Revitalisasi SMPN 2 Wae Ri’i Capai Progres 95 Persen

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores