• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Friday, March 6, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Tolak Tambang Semen Matim di Jakarta, SP NTT: Audiensi dengan Preman

by Redaksi Berita Flores
18 December 2020
in BERITA, HEADLINE, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, BERITA FLORES – Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP-NTT) Jakarta kembali menggelar aksi demontrasi menolak rencana kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping di Luwuk dan Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT.

Aksi jilid IV ini digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Kamis (17/12/2020).

“Kali ini adalah aksi jilid ke-IV oleh SP NTT Jakarta dalam upaya menggagalkan hadirnya tambang dan pabrik semen di Satar Punda, Manggarai Timur,” tegas Saverius Jena, Kordinator Lapangan SP NTT dalam rilis yang diperoleh wartawan, Kamis malam.

Save menilai hadirnya industri ekstraktif di Manggarai Timur merupakan salah satu kegagalan dari Kemenko Perekonomian dalam upaya mensejahterakan masyarakat melalui ekonomi berbasis kerakyatan.

“Manggarai Timur memiliki potensi unggulan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan lain-lain. Namun pemerintah gagal dalam mengembangkan potensi ini,” kata Jena.

Sementara itu, Jenderal Lapangan SP NTT Gesryardo Ndahur menegaskan bahwa, Kemenko Perekonomian tidak bertanggung jawab sebagai salah satu lembaga perumus kebijakan karena para demonstran tidak diterima audiensi di dalam ruangan, tetapi di luar pagar kantor.

“Kemenko Perekonomian tidak bertanggung jawab. Masa kami meminta beraudiensi namun kami diterima di luar pagar Kemenko. Kami kan hanya menyampaikan aspirasi saja,” kesal putra asal Manggarai Timur ini.

Ia pun menilai orang yang bertemu mereka saat beraudiensi di luar pagar tersebut adalah bukan orang Kemenko Perekonomian, melainkan preman.

“Kami kira mereka bukan orang Kemenko Perekonomian karena tak punya name tag. Kami anggap mereka adalah preman suruhan dari Kemenko. Karena kalau pejabat mestinya ada name tag,” tegas Gesry.

Namun menurutnya, SP NTT akan tetap kembali menggelar aksi dalam waktu dekat dengan jumlah massa yang sangat banyak.

Dalam aksi itu, SP NTT menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya: Pertama, SP NTT meminta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mempertimbangkan kehadiran tambang dan pabrik semen karena tidak menjamin pengembangan ekonomi masyarakat Manggarai Timur.

Kedua, SP NTT meminta Kementerian koordinator Perekonomian untuk melakukan perumusan serta sinkronisasi pembangunan ekonomi masyarakat yang berpotensi di sektor pertanian, perikanan, perkebuan dan pariwisata.

Ketiga, SP NTT mendesak Kementerian Koordinator Perekonomian agar melakukan koordinasi dengan Bangda otonomi daerah Kemendagri agar meminta Pemprov NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk membatalkan rencana hadirnya tambang dan pabrik semen yang bertentangan dengan RPJMD.

Ketiga, meminta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk menindaklanjuti surat koordinasi dari KLHK mengenai kehadiran tambang dan pabrik semen di Kabupaten Manggarai Timur. Keempat, meminta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk melakukan riset terkait dengan pembangunan ekonomi masyarakat Manggarai Timur yang berkelanjutan.

Kelima, meminta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk melakukan koordinasi ke Kementerian Perindustrian terkait dengan pendirian pabrik semen di Kabupaten Manggarai Timur yang tidak mempertimbangkan kondisi over suplly semen skala nasional. Keenam, meminta Kementrian Perekonomian untuk koordinasi ke Kementerian Pertanian agar segera membangun sektor pertanian di Kabupaten Manggarai Timur yang selama ini tidak diberdayakan secara maksimal. (R11/TIM).

Tags: POLEMIK TAMBANG BATU GAMPINGTAMBANG BATU GAMPING

BacaJuga

Dua Tersangka Kasus Narkotika di Manggarai Diserahkan ke Jaksa

6 March 2026

Menolak Dirumahkan, PPPK ke Gubernur NTT: Bapak Jangan Tinggalkan Kami

6 March 2026

Dialog Bersama PPPK se-NTT, Gubernur Melki: Nasib PPPK Bukan Diskusi Bawah Meja

5 March 2026

Buka Forum Perangkat Daerah RKPD 2027, Bupati Hery Tekankan Disiplin Publikasi Dokumen Keuangan

4 March 2026

ARTIKEL TERKINI

Dua Tersangka Kasus Narkotika di Manggarai Diserahkan ke Jaksa

6 March 2026

Menolak Dirumahkan, PPPK ke Gubernur NTT: Bapak Jangan Tinggalkan Kami

6 March 2026

Dialog Bersama PPPK se-NTT, Gubernur Melki: Nasib PPPK Bukan Diskusi Bawah Meja

5 March 2026

Buka Forum Perangkat Daerah RKPD 2027, Bupati Hery Tekankan Disiplin Publikasi Dokumen Keuangan

4 March 2026

BANYAK DIBACA

Gubernur NTT Minta Pendekatan Personal Pada PPPK

Keluhan Listrik Terjawab, Warga di Cibal Apresiasi Kinerja Anggota DPR RI Dipo Nusantara dan Thomas Tahir

Jalan Rusak, Nyawa Terancam: Menggugat Hak Warga Atas Buruknya Infrastruktur Jalan di Manggarai Timur

Pilkades Manggarai 2026, Andi Paju Nyatakan Siap Maju: Bawa Komitmen Bangun Desa Barang dengan Inovasi Baru

Dua Tersangka Kasus Narkotika di Manggarai Diserahkan ke Jaksa

Wakil Ketua II DPRD Manggarai Tampung Aspirasi Warga Kelurahan Pagal

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores